Musik? Betapa Hidup Tak Berarti Tanpanya…

Pernah nggak sih kamu lagi bete terus tiba-tiba dengar lagu favorit, dan boom… Mood langsung naik? Coba deh, siapa yang belum dengar musik hari ini? Dari buka mata sampai mau tidur lagi, pasti ada aja lagu yang mampir telinga – entah itu lagu mellow dari Bernadya, beat cepat dari DJ Snake, bahkan lagu-lagu K-Pop yang lewat dari TikTok, radio, atau playlist spotify kamu. Musik itu selalu punya cara ajaibnya sendiri untuk menyentuh perasaan kita. Musik kayaknya udah jadi bagian hidup yang nggak bisa dipisah – oksigen kedua yang ada di mana-mana: di jalan, di café, di tempat gym, bahkan di kamar mandi. Tapi, tahukah kamu dibalik hiburan dan iramanya yang bikin nagih, ternyata musik punya power besar buat kesehatan mental dan fisik? Nggak percaya? Tenang, bukan cuma kata anak TikTok – penelitian psikologis juga setuju kok! Yuk, simak sampai habis!

Musik Itu Vitamin Buat Otak

Musik bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga “suplement otak” alami. Menurut Harvard Health Publishing (2022), mendengarkan musik bisa menurunkan kadar hormon stress (kortisol) dan meningkatkan dopamin – hormon kebahagiaan. Jadi, pas kamu denger lagu favorite dan tiba-tiba ngerasa tenang atau semangat, itu bukan halusinasi. Itu reaksi kimia nyata di otak kamu!

Bahkan, penelitian dari JAMA Network Open (2023) bilang kalau musik bisa menstabilkan mood dan membantu tubuh mengatur hormon biar lebih rileks. Nggak heran kalau banyak orang ngerasa lebih “waras” setelah dengerin musik.”Listening to music can regulate emotions and promote mental well-being.” – JAMA Network Open (2023)

Bikin Fokus, Bukan Bikin Ngantuk (Koelsch, 2025)

Buat kamu yang susah banget fokus belajar, coba deh dengerin musik instrumental. Menurut Healthline (2025), musik tanpa lirik seperti lofi, jazz, atau classical bisa bantu otak tetep fokus tanpa gangguan kata-kata. Musik jenis ini bikin otak lebih stabil, kayak “white noise”  yang menenangkan. Bahkan di Jepang dan Korea, banyak pelajar sengaja bikin playlist belajar di Spotify – ada yang Namanya Study With Me atau Deep Focus Beats. Katanya, hasil belajar mereka meningkat setelah rutin dengar musik pas belajar.

Fun fact: Otak manusia ternyata bisa beradatasi dengan irama. Kalau tempo musiknya kencang, otakmu otomatis jadi lebih waspada; kalau lembut, tubuhmu ikut rileks. Jadi, pilih musik sesuai kebutuhan: mau fokus, semangat, atau santai – semua ada lagunya!

Musik, Terapi Hati yang Sesungguhnya

Musik itu ibarat pelukan tak terlihat. Waktu kamu galau, satu lagu bisa jadi “tempat pulang” buat hati yang capek. Menurut penelitian University of Cambridge (2025), musik membantu seseorang mengekspresikan emosi yang nggak bisa diungkap lewat kata-kata. Lagu sedih bukan cuma bisa bikin kamu nangis, tapi juga jadi cara tubuh buat “membersihkan” perasaan. Makannya, nggak salah lagi kalau banyak orang bilang “music adalah terapi”. Bahkan di rumah sakit, terapi musik udah sering kali dipakai untuk membantu pasien kanker, penderita depresi, sampai lansia dengan demensia.

Tapi, Jangan Kebiasaan, ya!

Sama kayak kopi atau drama Korea, music juga bisa bikin “ketagihan”. Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 430 miliar anak muda di dunia beresiko kehilangan pendengaran gara-gara mendengarkan lagu dengan volume yang keras lewat earphone. Hati-hati ya! (Gregory, 2022)

Selain itu, psikolog Dr. David Greenberg bilang, kalau kita terlalu sering tenggelam dalam lagu sedih tanpa sadar mencoba “lari dari kenyataan,” efeknya bisa bikin suasana hati makin murung. Singkatnya, musik boleh saja dijadikan sebagai pelarian, tetapi jangan dijadikan tempat tinggal permanen.

Musik dan Sisi Sosialnya

Menariknya, musik juga bisa mempererat hubungan. Kamu sadar ngga ya kalau lagu bisa jadi cara orang yang terhubung tanpa banyak bicara? Entah itu nyanyi bareng di konser, duet karaoke, atau kirim playlist ke gebetan – semua itu bentuk dari komunikasi emosional. Studi dari Frontiers in Psychology (2023) menemukan kalau mendengarkan musik bersama bisa meningkatkan rasa empati dan memperkuat hubungan antarindividu. Musik bikin kita merasa “nyambung” dengan orang lain meski cuma lewat lirik dan melodi.

Jadi, bisa dibilang musik itu bukan cuma sekedar hiburan, tetapi bagian penting dari hidup modern. Dia bisa menenangkan pikiran, menyalakan semangat, bahkan bikin kita merasa hidup kembali. Tapi, seperti halnya semua hal baik, musik juga butuh keseimbangan – jangan terlalu keras, jangan dijadikan pelarian terus-menerus. Nikmati setiap nada, rasakan maknanya, dan biarkan musik menjadi energi positif buat menjalani hari. Karena di tengah hiruk pikuk dunia yang kadang bikin stress, satu lagu sederhana bisa jadi alasan kita untuk tetap tersenyum dan hidup.(*)

Oleh Inasha Malika Sechan