Langkah Kecil Menghafal Al-Qur’an

Setelah lulus dari Sekolah Dasar, saya memutuskan untuk merantau ke Jakarta Selatan demi melanjutkan pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Di sana, saya tidak hanya bersekolah, tetapi juga mondok di sebuah pesantren bernama Darul Qur’an Jakarta Selatan. Sekolah yang saya tempuh berada di bawah naungan pesantren tersebut, yaitu SMP Islam Andalus Jakarta Selatan.

Di pesantren inilah saya mulai menapaki Langkah kecil dalam perjalanan mengfahal Al- Qur’an. Awalnya, saya memulai hafalan dari juz 30. Setelah berhasil menyelesaikan jus 30, saya melanjutkan hafalan saya secara beruntun ke juz 29,28,27,26. Setelah itu, saya lembali memulai hafalan dari juz pertama, yakni juz 1.

Ketika saya duduk di kelas 2 SMP, Alhamdulillah saya sudah menyelesaikan fahalan hingga juz 5. Dengan demikian, saya telah menguasai 10 juz yaitu 5 juz dari belakang dan 5 juz dari depan. Di pesantren Darul Qur’an, terdapat tahap ujian kenaikan hafalan yang disebut ikhtibar. Setiap santri telaah menyelesaikan 10 juz akan mengikuti ujian untuk menguji ketepatan hafalannya. Ujian ini dilaksanakan dalam satu kali duduk, yaitu membaca seluruh 10 juz dalam satu hari di hadapan tiga orang ustadzah penguji. Pada kesempatan tersebut. Dengan izin Allah, saya nerhasil melalui ujian tersebut dengan lancer dan dinyatakan lulus.

Setelah itu, saya melanjutkan hafalan juz 6 hingga juz 20 ketika saya berada dikelas 2 SMP setelah menyelesaikan 20 juz, saya Kembali mengikuti ujian hafalan seperti sebelumnya dan Kembali mendapatkan hasil yang memuaskan. Namun, setelah lulus SMP, orang tua saya meminta agar saya melanjutkan Pesantren di daerah Jawa saja karena jarak ke Jakarta terlalu jauh, sehingga orang tua saya sulit untuk menjenguk. Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, orang tua saya masih merasa perlu untuk lebih dekat mengawasi saya.

Akhirnya, saya pindah ke Kudus dan melanjutkan hafalan saya di Pesantren Misbahul Qur’an yang terletak di daerah mejobo, kudus Jawa Tengah. Di sana, saya mulai menghafal Kembali dari juz 21 hingga selesai. Alhamdulillah, di kelas dua SMA saya berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an hingga 30 juz. Pada waktu itu, saya juga mengikuti program Pendidikan paket C yang berpusat di Jakarta, namun fokus utama saya di Kudus Adalah untuk menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.

Setelah saya berhasil menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Qur’an di Pesantren Misbahul Qur’an Kudus, hafalan saya kemudian diuji secara resmi oleh para ustadzah. Alhamdulillah, saya berhasil melalui ujian tersebut denga lancer dan dinyatan lulus.

Memasuki kelas 3 SMA, saya mendapatkan kesempatan mengikuti bimbingan belajar (bimbel) di Jakarta Selatan, tepatnya di tempat saya bersekolah dulu saat SMP. Tujuan saya mengikuti bimbel ini Adalah untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional setara SMA. Selama satu bulan penuh, saya mengikuti kegiatan bimbel tersebut dengan sungguh-sungguh.

Setelah menyelesaikan bimbel, saya pun melaksanakan ujian nasional di Jakarta. Usai ujian, saya Kembali lagi ke kudus untuk melanjutkan kegiatan di pesantren. Sebenarnya, setelah lulus dari jenjang SMA, orang tua menginginkan saya untuk melanjutkan Pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, atas pertimbangan Bersama, saya akhirnya memutuskan untuk menjalani masa gap year selama satu tahun di Pesantren guna memperkuat dan melancarkan hafalan Al-Qur’an yang telah saya selesaikan sebelumnya.

Seletah masa gap year tersebut berakhir, saya pun keluar dari pesantren dan mulai menempuh Pendidikan di perguruan tinggi. Alhamdulillah, saya diterima di Universitas Negeri Semarang pada jurusan Pendidikan Tata Busana, Fkultas Teknik. Hingga saat ini, saya telah menjalani perkuliahan hingga semester 3.

Perjalanan ini membuat saya semakin yakin bahwa setiap proses yang dijalani dengan niat baik dan kesungguhan hati akan selalu membawa hasil yang membahagiakan, semoga Langkah kecil ini menjadi awal dari perjalanan Panjang dalam menebar manfaat melalui dan hafalan Al-Qur’an yang telah Allah titipkan.(*)

Oleh Mutiara Tri Azzahra