Demo Mahasiswa, Desak ’17+8 Tuntutan Rakyat’ Dipenuhi

Ribuan mahasiswa dari berbagai daerah khususnya yang berasal dari Jakarta kompak turun ke jalanan untuk melakukan aksi unjuk rasa terhadap adanya aturan-aturan baru. Di tengah rakyat yang harus membayar pajak dengan jumlah nominal yang tidak sedikit. Banyaknya masyarakat yang masih kesulitan dalam urusan sandang pangan. Sementara adanya kenaikan gaji bagi para DPR serta tunjangannya.

Akibatnya membuat rakyat marah besar karena masalah tuntutan tersebut yang membuat para rakyat muak. Sebelumnya juga dikatakan oleh Ahmad Sahroni bahwa para pedemo adalah’orang paling bodoh di dunia’. Lalu kemudian karena itu memantik amarah para rakyat yang semula di tahan. Banyak dari kalangan rakyat bahkan ojek online turun kejalanan untuk ikut serta dalam aksi ini.

Aksi demonstrasi tersebut membuat lalu lintas padat dan adanya pihak tertentu yang hanya ikut demo saja tanpa tahu tujuan dan maksud demo itu yang malah membuat kerusuhan di tengah maraknya aksi demo. Aksi ini mengakibatkan salah satu supir ojol yaitu Affan Kurniawan kehilangan nyawanya akibat ditabrak dan dilindas oleh kendaraan taktis Brimob. Semenjak kejadian tersebut para aksi menggemakan 17+8 sebagai protes terhadap DPR.

Mereka para mahasiswa dengan menggunakan jas almamater dari setiap Universitas. Para ojek online dengan ciri mengenakan jaket hijau dan jingga. mereka kompak menyuarakan 17+8 tuntutan rakyat yang tersusun atas dua bagian. Pertama, 17 tuntutan yang mesti diselesaikan dalam satu minggu. Kedua, 8 tuntutan yang diberi batas waktu selama setahun untuk di tuntaskan.

Disaat kondisi negara yang tidak baik-baik saja para anggota DPR seakan tak peduli dengan suara rakyat. Para polisi yang ditugaskan untuk menjaga keamanan justru malah bentrok dengan masyarakat. Melepaskan gas air mata ke para pedemo hingga melepaskan peluru yang mengakibatkan luka tembak di beberapa bagian tubuh para aksi. Banyak para pedemo justru ditahan oleh anggota kepolisian yang membuat para pedemo lain tidak terima.

Selain itu banyak para aksi berbondong-bondong menjarah setiap rumah para anggota DPR dan memunguti barang-barang berharga sebagai bentuk perampasan aset para pejabat. Penyebab aksi ini juga dikarenakan para pejabat yang tidak menanggapi dan mendengarkan suara rakyat. Dengan gaji para DPR yang semakin naik sementara tidak ada kerja nyata dari para pejabat. Mereka dengan nyaman duduk di kursi empuk sementara rakyat kecil masih kesusahan untuk bertahan hidup.

 Sejumlah artis tanah air juga ikut serta dalam protes ini yang berpengaruh mengunggah pernyataan bersama bertajuk’’17+8 Tuntutan rakyat:Transparansi, Reformasi, dan empati’’ di media sosial pada (31/8/2025) malam. Adapun yang ikut berpartisipasi membagikan unggahan tersebut diantaranya Jerome Polin, Andovi da Lopez, JS Khairen, Cania Citta Fathia Izzat, dan Abigail Limuria. Mereka juga menyebarkan di berbagai platform media sosial.

Aksi ini ditutup dengan pernyataan tegas bahwa perjuangan ini tidak akan berhenti sampai tuntutan ini di dengar dan dijalankan. Komitmen mahasiswa bersama para rakyat dan pedemo lainnya untuk terus mengawal perjuangan sampai aspirasinya benar-benar didengar dan dilaksanakan oleh DPR.

Nama            : Roro Ranum Basmaejiba

NIM              : 2502020017

Mata Kuliah : Dasar Dasar Sintaksis

Dosen           : Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd.