Pernah nggak sih kalian merasa bosan dengan pelajaran di kelas, terus bikin kalian jadi kurang fokus untuk memahami materi yang disampaikan guru atau dosen kalian? Nah hal ini tuh bahaya loh, Guys, karena bisa bikin nggak bersemangat, bikin ulah di kelas, dan bisa bikin prestasi kalian menurun loh. Sangat berbahaya, bukan?
Ini dia beberapa penyebab munculnya rasa bosan saat belajar di kelas.
- Kegiatan pembelajaran yang monoton. Pembelajaran yang monoton, tentu membuat kalian para siswa merasa bosan dengan kegiatan yang bisa dibilang itu itu saja, seperti cara guru mengajar yang selalu sama, teknik pembelajaran yang sama, dan media pembelajaran yang tidak berubah ubah.Hal tersebut tentunya menimbulkan menurunnya motivasi belajar siswa karena siswa sudah merasa bosan dengan cara belajarnya di dalam kelas sehingga rasa penasarannya akan materi yang disampaikan pun menurun.
- Tidak mengetahui tujuan belajar. Yakin deh, beberapa dari kalian pasti menganggap pergi ke sekolah itu cuma rutinitas sehari hari aja tanpa tau tujuanya kenapa kita harus pergi ke sekolah. Hal ini seperti kita pergi ke suatu tempat yang emang seharusnya tapi kita nggak tahu mau ngapain. Jadi sia sia dong kita bela belain berangkat pagi pagi ke sekolah tanpa tahu apa sih tujuannya. Karena kalau kita nggak tahu apa tujuannya, yang ada kita cuman bawa badan aja ke sekolah, jadi ilmu yang dipelajari nggak masuk ke otak kita.
- Kurangnya Tantangan. Nah, ini juga berkaitan sama poin yang pertama, Guys.Jadi, pembelajaran yang monoton itu contohnya cara mengajar guru yang nggak berubah ubah. Siswa hanya diminta untuk dengerin guru ceramah, terus disuruh ngerjain soal soal yang berkaitan sama yang diomongin guru tadi. Hal ini bikin siswa jadi kurang memiliki target pencapaian yang bisa membuat mereka lakukan sesuatu yang lebih.
- Kondisi tubuh. Kondisi tubuh kita tentunya juga sangat memengaruhi kinerja kita dalam belajar. Tubuh yang sehat melahirkan jiwa yang kuat. Jadi, kalo kalian merasa capai atau tubuh kalian merasa letih sebelum mulai belajar dan kalian memaksakan diri buat mengikuti proses pembelajaran, hal itu ngebikin kalian jadi nggak fokus dalam memahami materi yang disampaikan guru kalian. Pembelajaran pun jadi kurang efektif karena ilmu yang disampaikan sulit untuk dicerna.
- Lingkungan belajar yang kurang kondusif. Kalian bisa bayangin nggak kalau kalian belajar di ruang kelas yang nggak tertata, kotor, pengap, dan lampunya redup. Duh membayangkannya aja udah nggak kuat tuh apalagi kalau berisik. Apa kalian bakal betah buat nempatin kelas itu? Apalagi ini dipake buat belajar. Bukannya fokus, yang ada malah jadi bikin nggak betah dan nggak semangat buat mengikuti pelajaran.
Nah, itu dia beberapa penyebab yang bisa bikin kalian jadi merasa bosan saat mengikuti pembelajaran di kelas. Tenang aja, kalau ada masalah pasti ada solusinya kok. Ini dia solusi buat kalian yang relate sama hal hal di atas tadi.
Sebelum itu kita bisa memahami metode apa yang sekiranya cocok untuk kasus kalian, untuk kasus kali ini kita bias menggunakan konsep pembelajaran konstuktivisme.
Apa itu pembelajaran konstruktivisme? Pembelajaran konstruktivisme adalah pendekatan pendidikan yang menekankan bahwa pengetahuan dibangun secara aktif oleh siswa melalui pengalaman, interaksi, dan refleksi. Simpelnya pembelajaran konstruktivisme adalah pembelajaran yang lebih mmenekankan pada pengalaman siswa itu sendiri.
Solusi untuk kasus kalian yang sudah dibahas diatas dapat dilakukan dengan menggunakan konsep pembelajaran konstruktivisme, solusi yang kami sarankan yaitu:
- Belajar Seru lewat Proyek dan Eksperimen. Biar pembelajaran nggak monoton dan lebih menantang, siswa bisa melakukan proyek atau eksperimen, baik di dalam maupun luar kelas. Contohnya, bikin lubang biopori di pelajaran IPA. Kegiatan ini bikin siswa aktif, kerja sama, dan belajar langsung dari pengalaman. Guru cukup jadi pembimbing, sementara siswa yang lebih banyak eksplorasi.
- Biar Semangat, Belajar Harus Punya Tujuan. Kalau belajar terasa hambar, bisa jadi karena kita nggak tahu tujuannya. Supaya semangat ke sekolah, buat pembelajaran jadi lebih menarik dan bermakna. Misalnya, di pelajaran Bahasa Indonesia, siswa bisa bikin podcast cerita rakyat. Nggak cuma belajar narasi, tapi juga mengenal budaya daerah. Belajar jadi seru dan nggak cuma soal presensi.
- Belajar Nggak Harus di Dalam Kelas. Siapa sih yang betah belajar seharian di ruangan yang pengap, redup, atau berisik? Lingkungan belajar yang nggak nyaman bikin susah fokus. Solusinya, coba deh belajar di luar kelas atau langsung di alam. Udara segar dan suasana baru bisa bikin semangat belajar balik lagi!
Tapi, Nggak Selalu Semudah Itu….
Meskipun solusi seperti proyek pembelajaran, aktivitas di luar kelas, atau membuat pembelajaran jadi lebih menyenangkan terdengar ideal, kenyataannya nggak selalu mudah dilakukan. Salah satu hambatan terbesar adalah keterbatasan fasilitas. Misalnya, tidak semua sekolah punya halaman yang cukup luas untuk kegiatan luar ruangan, atau alat praktik yang memadai untuk eksperimen. Belum lagi jika guru belum siap beradaptasi dengan metode pembelajaran baru. Ada guru yang mungkin merasa nyaman dengan cara mengajar yang lama dan enggan mencoba pendekatan yang lebih kreatif. Padahal, peran guru sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Jadi, supaya pembelajaran bisa benar-benar menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami, kuncinya ada pada dua hal: guru yang mau berinovasi dan sekolah yang mendukung penuh. Ketika keduanya berjalan searah guru kreatif dan sekolah memberikan fasilitas maka kegiatan belajar akan jauh lebih efektif dan siswa pun jadi lebih semangat. Karena pada akhirnya, belajar bukan cuma soal datang, duduk, dan absen. Tapi tentang bagaimana siswa bisa memahami materi dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan mereka.(*)
Oleh Rizky Anandia Ahmad