Film Perayaan Mati Rasa (2025) karya Umay Shahab menghadirkan kisah keluarga yang diwarnai dengan permasalahan, trauma, dan kehilangan. Dibintangi oleh Iqbal Ramadhan sebagai Ian dan Umay Shahab sebagai Uta. Film tersebut cukup populer pada awal tahun 2025 karena berhasil ditonton oleh banyak orang, yakni mencapai 1,3 juta penonton. Film dirilis pada akhir bulan Januari, tepatnya tanggal 29.
Cerita berpusat pada dua bersaudara, Ian dan Uta. Walaupun bersaudara, mereka memilih jalan hidup yang berbeda. Sang kakak memilih terjun dalam dunia musik, dan adik menekuni dunia podcast. Saat masih kecil mereka sangat akur, tapi seiring bertambahnya umur, hubungan mereka terasa semakin berjarak. Ian, sebagai anak pertama memikul tanggung jawab yang besar, ia juga terjebak dalam ekspektasi karena hal tersebut. Sementara adiknya, yaitu Umay lebih bebas mengekspresikan dirinya dalam dunia virtual. Konflik muncul karena kesalahpahaman Ian dalam memahami sang ayah, dan juga cara kedua saudara ini menghadapi kematian ayah mereka. Rasa duka itu membuat mereka tenggelam dalam rasa bersalah.
Salah satu kekuatan film ini adalah sinematografinya yang bagus, seakan merefleksikan suasana batin para tokoh. Pemilihan musik yang pas juga menambah kedalaman emosi bagi penonton, ditambah ada satu musik spesial yang disiapkan untuk digunakan dalam film ini. Musiknya sangat lembut membuat penonton lebih tenggelam dengan kesan sedih yang dibuat oleh film ini. Selain itu, akting para tokohnya terasa natural, terutama akting Iqbal Ramadhan dalam memerankan sebagai anak sulung yang berusaha kuat ditengah berbagai tekanan.
Meski menyuguhkan kesan yang bagus, film ini juga memiliki beberapa kelemahan. Terdapat bagian yang alurnya lambat, sehingga hal tersebut dapat membuat penonton merasa jenuh. Beberapa dialog juga terkesan simbolis sehingga memungkinkan untuk sebagian orang sulit untuk memahaminya. Ada juga bagian yang diulang-ulang, hal tersebut dapat membuat penonton merasa bosan. Namun, saya rasa kekurangan ini masih dapat dimaklumi karena sejalan dengan gaya penceritaan yang ingin menekankan kesedihan emosi, sehingga merepetisi bagian-bagian yang dirasa menjadi inti pembahasan. Pada bagian yang digunakan untuk menekankan perasaan terlalu banyak flashback, hal tersebut menurut saya tidak terlalu banyak pengaruhnya untuk jalan cerita.
Menurut saya pribadi, film Perayaan Mati Rasa adalah film yang bagus. Mereka sukses menekankan penyampaian emosi yang sedih. Saat dirasa keseluruhan film adalah sedih, mereka sukses menerapkan tipuan tersebut. Karena pada akhir film, ibu dan dua bersaudara dapat menerima kejadian yang menimpa sang ayah. Karena kejadian itu Ian dan Uta dapat akur kembali seperti masa kecil, dimana itu adalah impian sang ayah saat masih hidup, akan tetapi dia tidak dapat melihat hal tersebut karena harus didahului oleh ajalnya.
Film ini mengajak kita lebih memahami tentang arti kehilangan, keluarga, dan perasaan manusia yang dapat tumbuh seiring berjalannya waktu. Meski tidak cocok bagi semua kalangan, film ini sangat cocok untuk ditonton bagi orang yang mencari makna dari kehilangan mendalam. Saran saya, bagian flashback dapat dikurangi karena sudah terlalu banyak, di samping itu hal tersebut dapat membuat alur menjadi lebih lambat.
Nama : Muhammad Asmaan Adli
Nim : 2502020134
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Rombel : 4 (empat)
Jenis Tulisan : Resensi Film