
- IDENTITAS
Judul : Home Sweet Loan
Genre : Keluarga, percintaan, dan komedi
Sutradara : Sabrina Rochelle Kalangie
Produser : Cristian Imanuell
Penulis Asli (Buku) : Almira Bastari
Penulis Skenario : Sabrina Rochelle Kalangie dan Widya Arifianti
Studio Produks : Visinema Pictures
Dirilis oleh : Visinema Pictures
Asal Negara : Indonesia
Bahasa : Indonesia
Durasi : 112 menit
Tahun Rilis : 2024
- PENDAHULUAN
Rumah adalah tempat pertama kita mengenal banyak hal yang sangat berkesan tempat belajar dan berkembang mengenai cinta dan kasih sayang. Namun seiring berjalannya waktu, rumah tak menjadi rumah ternyaman lagi karena banyak hal yang sering di lupakan. Komunikasi yang baik dan saling peduli satu sama lain. Kata “peduli” disini dikatakan bahwa peduli bukan hanya soal memahami situasi tapi juga seharusnya memberikan solusi dan kontribusi yang nyata. Dalam hal ini komunikasi yang baik menjadi sangat penting dalam menyelesaikan sebuah masalah. Film ini mengajarkan dalam sebuah keluarga harus terdapat komunikasi yang baik, serta perlu adanya pengorbanan agar keluarga tetap utuh dan erat. Seringkali menganggap pengorbanan itu hal yang memang perlu dilakukan untuk tercipta nya keluarga yang harmonis. Namun, kita menyepelekan pengorbanan orang lain yang bisa saja ia merelakan banyak hal yang sudah menjadi wishlist hanya demi keutuhan keluarga.
- SINOPSIS
Ada seorang anak perempuan bungsu, bernama Kaluna yang tinggal bersama kedua orang tua. Namun, kedua kakaknya yang sudah berkeluarga pun masih tinggal bersama di rumah itu. Dia sudah bekerja dan penghasilannya untuk memenuhi semua biaya di keluarga. Semua pekerjaan rumah pun dia yang mengerjakan dari mulai cuci piring dan bersih-bersih rumah ia lakukan seorang diri. Kakak-kakak memang sudah bekerja namun belum bisa untuk membeli atau menyewa kontrakan. Mengharuskan mereka semua tinggal bersama di situ. Terhitung sudah 4-7 Tahun mereka tinggal bersama.
Sebenarnya Kaluna mempunyai tabungan yang di cita-citakan untuk membeli sebuah rumah sendiri. Namun, hal tak terduga datang, salah seorang kakaknya hendak membeli tanah, naasnya surat tanah yang diberikan palsu. Apalagi kakaknya membeli tanah tersebut dengan meminjam pada pinjol dengan jaminan surat rumah. Hal tersebut membuat semuanya geram karena hutangnya sangat fantasis. Sehingga mau tidak mau sang adik perempuan harus membantu jika tidak rumah yang mempunyai banyak kenangan tersebut harus disita. Rumah yang diidam-idamkan berada didepan mata hendak dibeli pun gagal. Tabungannya senilai 300 juta diberikannya kepada ayahnya untuk diberikan pada kakaknya untuk melunasi hutang agar rumah tak disita.
- ANALISIS
Kakak yang seharusnya menjadi tempat bersandar, justru menjadi beban tersendiri untuk adiknya. Kaluna menjadi tulang punggung keluarga untuk mencari nafkah serta mengurus segala kegiatan rumah tangga. Kakaknya sama sekali tidak membantu adiknya untuk mengurus kebutuhan rumah. Hanya berfokus pada keluarga kecilnya dan kurang peduli terhadap rumah yang ditinggali. Pengorbanan ditunjukkan bukan untuk melihat sebuah kelemahan namun, kita belajar untuk saling memahami dan berbagi berbagai situasi bersama. Diharuskan mendapat sebuah solusi dalam permasalahan yang terjadi sehingga bisa terhindarkan hal-hal yang tidak diinginkan.
- PENUTUP
- Kelebihan : Film tersebut memiliki pesan tersirat yang langsung mengena untuk mudah dipahami, dialog tokoh yang mudah dimengerti, dan latar tempat yang sangat mendukung jalannya cerita.
- Kekurangan : Film terlalu mendukung adanya pengorbanan yang secara cuma- cuma dan bagian akhir atau ending yang kurang jelas dan menggantung dan hanya bermakna implisit.
Nama : Gracia Febriani Savira Taboy
Nim : 2502020044
Matkul : Dasar-Dasar Sintaksis
Dosen Pengampu : Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd.