Isu Jakarta Terancam Tenggelam

Jakarta tengah menghadapi ancaman serius terkait potensi tenggelamnya kota ini. Masalah tersebut bukan lagi sekadar prediksi, namun telah menjadi kenyataan yang semakin dekat jika melihat dari fenomena dataran Jakarta yang sudah lebih rendah dari air laut. Setiap tahun, Jakarta menghadapi tantangan yang semakin serius akibat penurunan tanah. Penurunan tanah ini memengaruhi infrastruktur dan lingkungan fisik. Hal ini juga mengancam kehidupan serta mata pencaharian warga Jakarta.

Kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim diperkirakan akan semakin sering terjadi dalam beberapa tahun mendatang. Dari meningkatnya frekuensi banjir hingga erosi garis pantai, kota-kota besar di seluruh dunia kini menghadapi ancaman yang semakin nyata  Jakarta khususnya, sering disebut sebagai salah satu kota yang tenggelam paling cepat di dunia.

Salah satu wilayah yang paling terdampak oleh masalah penurunan tanah ini adalah Jakarta Utara, kawasan penting yang dikenal dengan aktivitas perekonomian dan pelabuhannya yang ramai. Penelitian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan bahwa Jakarta Utara telah mengalami penurunan tanah yang cukup signifikan, dengan tingkat penurunan mencapai hingga 2,5 meter hanya dalam satu dekade terakhir.

Menurut laporan World Economic Forum (WEF), Jakarta mengalami penurunan tanah dengan tingkat yang sangat tinggi, yaitu sekitar 6,7 inci atau setara dengan 17 cm setiap tahun. Faktor utama yang menyebabkan fenomena ini adalah praktik pemompaan air tanah secara berlebihan untuk irigasi dan kebutuhan air bersih, yang pada akhirnya menurunkan tekanan air tanah di bawah permukaan tanah.

Proyek-proyek untuk generasi mendatang juga menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Kondisi ini akan berdampak signifikan terhadap infrastruktur, perekonomian, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Jakarta. Secara geografis, kota ini dialiri oleh 13 sungai yang bermuara ke Laut Jawa dan berada di dataran rendah bekas rawa. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat intrusi air laut semakin parah.

Banjir besar yang terjadi pada tahun 2007 menewaskan sekitar 80 orang dan menyebabkan kerugian hingga 4,3 triliun. Serangkaian krisis inilah yang akhirnya mendorong pemerintah Indonesia untuk memindahkan ibu kota ke IKN pada tahun 2022. Proyek pembangunan ibu kota baru tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2045, dengan harapan dapat menjadi “zona aman” dari ancaman tenggelam yang membayangi Jakarta.

Beberapa langkah yang bisa diambil saat ini adalah membuat tembok laut raksasa, memperbaiki sistem drainase, dan mengurangi penggunaan air tanah. Meskipun berbagai langkah sudah diambil, tantangan untuk menyelamatkan Jakarta dari risiko tenggelam tetap sangat besar. Diperlukan komitmen kuat dari semua orang, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat, seperti meningkatkan kesadaran, menghemat air, dan mendukung kebijakan lingkungan.

Sumber

CNBC Indonesia. (2025, 15 Juni). NASA ungkap Jakarta & 9 kota besar dunia terancam tenggelam. CNBC Indonesia. Diakses pada 17 September 2025, dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20250615182318-4-641194/nasa-ungkap-jakarta-9-kota-besar-dunia-terancam-tenggelam

Fadilah, R. (2024, 21 Desember). Jakarta terancam tenggelam, ini penyebabnya. ANTARA News. Diakses pada 17 September 2025, dari https://www.antaranews.com/berita/4542206/jakarta-terancam-tenggelam-ini-penyebabnya#google_vignette

Maulana, R., & Ajie, H. (2024, 12 Juni). Setiap tahunnya kota Jakarta tenggelam berapa cm? Bagian utara paling disorot. Liputan6.com. Diakses pada 17 September 2025, dari https://www.liputan6.com/hot/read/5618124/setiap-tahunnya-kota-jakarta-tenggelam-berapa-cm-bagian-utara-paling-disorot?page=2

Nama           : Fira Umi Hanifah

NIM             : 2502020164

Mata Kuliah : Dasar-Dasar Sintaksis

Dosen           : Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd.