Dompet Ayah Sepatu Ibu merupakan novel karangan J.S Khairen yang diterbitkan pertama kali Bulan Agustus Tahun 2023 oleh PT Gramedia Widiasarana Indonesia. Novel ini membawa kita pada kisah perjalanan dua karakter secara bergantian yaitu Zenna gadis yang merupakan anak keenam dari sebelas bersaudara dan tinggal di Gunung SinggalangAsrul yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan tinggal di lereng Gunung Marapi. mereka tak mengenal satu sama lain namun, merupakan anak-anak dari keluarga yang miskin. Melihat keadaan keluarga mereka, keinginan untuk membawa kehidupan keluarga mereka serta diri sendiri menjadi lebih baik menjadi tujuan untuk terus melangkah.
Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu mengangkat genre keluarga. Pada awal bab kita mendapatkan dua sudut pandang yang terpisah dari kedua tokoh utama secara bergantian walau sedikit membingungkan.
Pada awal cerita kita merasakan lika-liku Perjalanan Zenna dari masa ujian kelulusan dengan janji dari Abaknya untuk membeli sepatu dan Asrul dari masa ia tinggal kelas satu SD dengan hadiah yang keluar dari dompet Bapaknya. Keduanya mengalami cobaan saat mendaftar untuk kuliah namun cobaan itu tidak membuat mereka menyerah terhadap keinginan mereka untuk berkuliah. Pada awalan cerita masa lalu kedua tokoh memberikan kesan moral
Pada pertengahan cerita kedua tokoh berada di latar cerita yang sama yaitu pada masa kuliah di salah satu universitas IKIP Padang. Zenna yang akhirnya dapat memenuhi janji Abaknya dan Asrul yang teringat akan dompet Bapaknya. Selama masa kuliah kedua tokoh berinteraksi melalui konflik ringan dan setelahnya mulai mengenal satu sama lain melalui interaksi yang sederhana dan berakhir dengan menjadi kawan dekat.
Pada akhir cerita, kedua tokoh utama tetap mengingat akan hal yang membawa mereka sampai pada titik ini. Tidak hanya itu, makna yang berarti bagi keduanya masing-masing diberikan kepada kedua masa depan yang berarti.
Buku ini membawa genre keluarga dengan baik. Tidak hanya berfokus pada satu waktu kehidupan namun menunjukkan alur yang berfokus pada kehidupan kedua tokoh mulai dari masa kanak-kanak hingga kehidupan tua. Zenna dan Asrul memiliki kepribadian yang cukup berbanding terbalik namun memiliki konflik yang Tantangan serta perjuangan kedua tokoh untuk mencapai tujuan masing-masing mengikut sertakan makna dan peran keluarga di setiap perkembangan kedua tokoh. Pandangan tentang peran keluarga yang saya dapatkan dari novel ini adalah bagaimana keberadaan ayah dan ibu serta dukungan keluarga memberi semangat kepada kedua karakter dalam menghadapi cobaan kehidupan di setiap keadaan yang buruk maupun baik dalam mencapai tujuan mereka. Beberapa Lingkungan sosial yang di suguhkan yang tidak cukup baik seperti dimana perempuan perlu memilih cara keberlanjutan hidup atau pendidikan dan lingkungan di mana penghasilan yang didapatkan dari jerih payah seseorang bisa lenyap karena seseorang yang lebih berkuasa. Dari sekian latar sosial yang disuguhkan kedua latar ini memeberikan kesan yang mendalam karena tidak hanya isu keluarga namun isu-isu sosial juga disertakan sebagai konflik. Disetiap bab baru terdapat kata-kata pendek yang membuat adegan selanjutnya bernuansa.
Dalam novel ini terdapat kata-kata yang mengandung unsur daerah, salah satunya adalah kata “Aden” (yang memiliki arti “aku”) dalam bahasa gaul minang yang bisa diibaratkan seperti gue dalam bahasa Indonesia gaul. Namun dalam cetakan kesepuluh yang rilis bulan april 2024 terdapat catatan kaki yang mengartikan setiap kata daerah yang ada.
Kelebihan novel ini terletak pada bahasanya yang ringan dengan plot yang tidak bertele-tele. Setiap bab terdapat kata-kata yang menginspirasi. Setiap peralihan bab mengisahkan sudut pandang salah satu tokoh utama secara bergantian yang membuat pembaca merasa tidak bingung dari sudut pandang tokoh mana yang sedang kita baca. alur yang terasa dekat dihasilkan dari tingkah laku karakter maupun interaksi serta kejadian sekelilingnya. Pembawaan karakter yang realistis. Dan illustrasi sampul yang simpel namun tidak dapat diterka sebelum membaca novel serta makna dan penggambaran yang jelas tentang inti novel.
Kekurangan dari novel ini terletak pada beberapa kata daerah tidak menambahkan catatan kaki namun tetap bisa diketahui dengan bertanya kepada orang minang sendiri atau mencarinya di internet. Tidak terdapat daftar isi yang pada umunya terdapat di berabagai jenis buku namun hal ini kemungkinan ditiadakan untuk para pembaca dapat menikmati alur novel. Beberapa susunan kalimat yang digunakan kurang jelas atau membingungkan mungkin sebagai pendalaman karakter mengingat beberapa tokoh ada yang kurang mahir dalam berbahasa Indonesia.(*)
Oleh Adelia Sadrina K.