Sejauh Radar Membawaku Pergi

  Judul  :  Perahu Kertas 1
Sutradara:Hanung Bramantyo
Pemeran:1.   Maudy Ayunda sebagai Kugy   2.   Adipati Dolken sebagai Keenan   3.   Reza Rahadian sebagai Remi   4.   Elyzia Mulachela sebagai Luhde   5.   Kimberly Ryder sebagai Wanda   6.   Sylvia Fully R sebagai Noni   7.   Fauzan Smith sebagai Eko   8.   Dion Wiyoko sebagai Joshua
Pengarang:Dewi ‘Dee’ Lestari
Produser:Chand Parwez Servia, Putut Widjanarko
Genre:Romansa Remaja
  Durasi Film  :  1 jam 51 menit 26 detik
Tahun Rilis:2012    

Film Perahu Kertas 1 adalah film garapan Hanung Bramantyo yang rilis tahun 2012. Film ini diangkat dari novel karya Dewi Lestari dengan judul yang sama. Film Perahu Kertas 1 menceritakan kisah menarik, meliputi kisah cinta, persahabatan, dan perjuangan meraih impian. Kisah dalam film ini berfokus pada dua tokoh utama yaitu Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken). Kugy adalah seorang yang mencintai dunia dongeng dan bercita-cita menjadi pendongeng, Kugy sedang menempuh kuliah di Fakultas Sastra di Bandung. Keenan seorang yang mencintai dunia lukis, tetapi sayang Keenan harus menuruti kehendak ayahnya berkuliah di Fakultas Ekonomi di Bandung.

Kisah dalam film ini bermula ketika mereka berdua menempuh pendidikannya di Bandung. Kugy di Bandung bersama dengan geng kompaknya, yaitu Noni, Keenan, dan Eko. Semula Kugy dan Keenan saling mengagumi dan menaruh rasa diam-diam satu sama lain. Namun, perjalanan cinta mereka seperti perahu kertas yang terombang-ambing, mereka mulai canggung dan tidak saling berkabar. Persahabatan geng mereka juga retak di tengah-tengah perkuliahan.

Kugy dan Keenan mengalami fase hilang arah dan bingung akan impiannya. Keenan memutuskan pergi ke Bali dan menetap di rumah Pak Wayan. Di sana Keenan bertemu dengan seorang gadis Bali, gadis itu berhasil membangkitkan semangat Keenan untuk kembali melukis. Gadis itu adalah keponakan Pak Wayan yang bernama Luhde. Sementara Kugy bersama dengan teman lamanya mengajar di sebuah sekolah desa untuk anak-anak yang kurang mampu. Kugy memanfaatkan kecintaannya terhadap dunia dongeng sebagai media dalam menginspirasi anak-anak untuk semangat belajar.

Kugy berusaha keras untuk segera lulus dari pendidikannya. Setelah lulus sidang, kakak Kugy yang bernama Karel membantu Kugy mendapatkan magang di kantor milik temannya, yaitu Remi. Prestasi Kugy cemerlang di kantor tersebut dan menarik perhatian Remi. Lantas bagaimana kelanjutan cerita Kugy dan Keenan? Itu semua terjawab ketika kalian menonton film Perahu Kertas 1.

Film Perahu Kertas 1 dibuka dengan sangat indah, penggambaran pantai, suara debur ombak, karang, disajikan dengan sangat memukau. Film ini dibuka dengan Kugy yang bermonolog di atas perahu dipadukan dengan sinematografi pengenalan tokoh Kugy yang dikemas dengan apik. Latar film ini adalah tahun 1999, penonton berhasil ‘dibawa masuk’ ke era tersebut. Penyesuaian pakaian, alat elektronik, transportasi, gaya rambut, serta warna dalam film tersebut berhasil memukau mata penonton.

Skenario dan alur cerita juga mudah untuk dipahami, menggunakan alur maju dan sudut pandang dari tokoh utama Kugy. Maudy Ayunda dan Adipati Dolken berhasil memerankan tokoh Kugy dan Keenan dengan sangat apik. Chemistry keduanya berhasil membawa penonton hanyut dalam cerita. Peran para tokoh pendukung tidak perlu diragukan lagi, kemahiran mereka berhasil membantu tokoh utama menghidupkan cerita.

Penonton akan terus dimanjakan dari segi sinematografi, terutama pada bagian konflik saat Kugy harus memilih Joshua atau anak didiknya. Pengambilan gambar dan transisi antara pandangan anak-anak dan Joshua berhasil menggambarkan situasi cerita dengan sangat baik. Kemudian pada bagian dialog Keenan dan Luhde, bagaimana tokoh Luhde berhasil membangkitkan semangat Keenan dengan dialog-dialognya yang disajikan secara rapi dan penuh penghayatan. Saya sebagai penonton dibuat larut dalam cerita dan meneteskan air mata karena dialog yang disampaikan sangat menyentuh.

Film Perahu Kertas 1 secara keseluruhan sangat bagus, baik dari alur, skenario, pengambilan gambar semuanya tersusun secara rapi. Film ini memberikan pesan kepada penonton untuk tidak menyerah menggapai mimpi. Kisah persahabatan dan pasang surut cinta yang menguras emosi berhasil menarik perhatian penonton. Soundtrack “Perahu Kertas” yang dinyanyikan oleh pemeran utamanya Maudy Ayunda juga sangat cocok mengiringi film ini. Para penonton akan selalu ingat film ini jika mendengar lagu “Perahu Kertas”.

Namun, film Perahu Kertas 1 juga memiliki kekurangan, yaitu pada bagian tata suara. Beberapa suara yang dihasilkan oleh para tokoh terkadang kurang terdengar.  Contohnya pada bagian tokoh Kugy yang sering kali malah dialog-dialognya tidak terdengar dengan jelas.  Kekurangan lainnya adalah pada penggambaran latar belakang keluarga Kugy yang tidak dijelaskan secara detail dalam film ini. Selanjutnya yang paling banyak membuat penonton kesal adalah akhir cerita dari film Perahu Kertas 1 yang menggantung dan belum terselesaikan. Namun, para penonton tidak perlu khawatir karena akhir ceritanya akan terjawab dalam film selanjutnya Perahu Kertas 2.

Secara keseluruhan film ini sangat bagus dan memberikan pesan moral yang sangat baik. Terutama dalam perjuangan meraih impian dan percaya pada diri sendiri. Film ini layak saya rekomendasikan kepada kalian untuk menontonnya.

Nama: Brilliana Bunga Nurgiarti

NIM: 2502020068

Mata Kuliah: Dasar-Dasar Sintaksis. Selasa, Pkl. 07.00 Rombel 1