- Identitas Buku
Judul buku : Hujan
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Sabak Grip Nusantara
Cetakan : ke-23, Mei 2025
Jumlah halaman : 320 halaman
ISBN : 9786239987879
Jenis buku : Fiksi
- Pendahuluan
Novel Hujan karya Tere Liye merupakan novel fiksi yang berisi romantika kehidupan. Novel ini memiliki tema yaitu kehilangan, cinta, dan perjuangan melupakan masa lalu. Cerita dalam novel ini berlatar belakang masa depan, ketika dunia sudah sangat maju dari segi teknologi.
Alasan saya tertarik untuk meresensi novel ini karena kisahnya tidak hanya mengharukan, tetapi juga memiliki pesan moral yang mendalam tentang kehilangan , cinta, dan kehidupan. Selain itu, novel ini juga tergolong unik karena dipadukan dengan emosi manusia yang realistis. Novel ini juga mengajak pembaca untuk menghargai waktu dan kenangan meskipun dunia terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.
- Sinopsis
Novel dengan latar belakang kehidupan masa depan (tahun 2042), mengisahkan cinta dan perjuangan hidup seorang gadis bernama Lail. Pada hari pertamanya sekolah, gunung meletus dan gempa bumi disertai hujan lebat merenggut nyawa kedua orang tuanya sehingga menyebabkan Lail menjadi gadis yatim piatu. Saat kejadian itu Lail diselamatkan oleh pria bernama Esok. Kemudian mereka tinggal di sebuah penampungan selama satu tahun dan menjadi sangat akrab layaknya saudara. Akan tetapi, kebersamaan mereka berakhir ketika penampungan itu ditutup. Lail menetap di panti asuhan dan bertemu dengan gadis periang bernama Maryam, sementara Esok diadopsi oleh keluarga lain.
Awalnya, komunikasi Lail dan Esok baik-baik saja. Mereka selalu bertemu tiap sebulan sekali, tetapi pertemuan itu menjadi jarang karena Esok melanjutkan kuliah ke luar kota. Akhirnya Lail dan Maryam memutuskan untuk menyibukkan diri dengan bergabung dalam organisasi relawan muda berprestasi. Mereka berhasil menyelamatkan dua kota dari ancaman rusaknya bendungan, sehingga mereka mendapatkan sebuah penghargaan. Keberhasilan ini membantu Lail mengalihkan rindunya kepada Esok.
Esok terlibat dalam proyek pembuatan kapal antariksa untuk menyelamatkan penduduk bumi dari bencana besar. Esok mendapat dua tiket, tetapi ayahnya meminta satu tiket diberikan kepada saudara tirinya. Sehari sebelum keberangkatan Esok, Lail menanti kepastian dengan rasa bimbang. Ia memutuskan pergi ke ruang modifikasi ingatan untuk melupakan Esok. Saat itu, Esok sedang sibuk memindahkan data dan tidak sempat memberi kabar kepada Lail. Operasi sudah hampir dimulai, tetapi di detik terakhir, Lail memutuskan untuk menerima semua ingatan tentang Esok.
- Analisis
- Kelebihan
Novel Hujan memiliki kelebihan utama pada alur cerita yang tidak mudah ditebak sehingga mampu menjaga rasa penasaran pembaca. Penggambaran imajinasi masa depan dengan teknologi canggih juga menjadi daya tarik dari novel ini. Selain itu, tema yang diangkat, disajikan dengan bahasa yang umum, sehingga mudah dipahami. Alur dalam novel ini juga tidak bertele-tele sehingga membuat pembaca tidak jenuh dan bosan.
- Kekurangan
Kekurangan novel ini terletak pada karakter Lail yang dianggap lemah dan kurang inisiatif. Dalam novel ini, Lail hanya divisualisasikan sebagai sosok pengikut bukan sebagai pencetus ide. Kekurangan lainnya yaitu novel ini membahas tentang kehidupan, tetapi hanya fokus pada pengetahuan dan teknologi tanpa menyinggung sisi agama (spiritual). Terdapat pula bebapa kesalahan penulisan (tipografi) yang membingungkan pembaca.
- Penutup
Terlepas dari semua itu, novel ini sangat menarik untuk dibaca dan memberi kepuasan bagi pembacanya. Novel ini juga layak dibaca oleh semua kalangan, termasuk anak-anak, dewasa, dan lapisan masyarakat lain, karena bahasanya ringan serta mudah dipahami. Selain itu, novel ini juga memberikan pesan moral yang dapat kita ambil, seperti pelajaran untuk menerima semua kenangan, karena baik atau buruknya sebuah kenangan akan mewarnai kehidupan kita.
Nama : Ulya Azka Ramdhani
NIM : 2502020113
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Mata Kuliah : Dasar-Dasar Sintaksis