Semarang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar pelatihan bertajuk “Pengembangan Kreasi Garnis Berbasis Jepang Guna Peningkatan Pendapatan Rumah Tangga PKK Srondol Kulon Semarang” pada Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PKK RT 03 RW 05, Kelurahan Srondol Kulon, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang ini diikuti oleh 15 anggota PKK sebagai peserta.
Program pengabdian yang diketuai oleh Dwi Puspitosari, S.Pd., M.A. dengan anggota tim dosen Dra. Yuyun Rosliyah, M.Pd., dan Dr. Qurrota Ayu Neina, S.Pd., M.Pd., serta melibatkan dua mahasiswa, Agnes Oktri Ananda Ginting dan Fachrenza Zachary Cahya Putra, menghadirkan Puji Lestari sebagai narasumber yang memberikan materi sekaligus pendampingan praktik kreasi garnis dan penyusunan obentou (bekal) bergaya Jepang dengan sentuhan kearifan lokal.
Ketua Tim Pengabdi, Dwi Puspitosari, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari hasil identifikasi kebutuhan masyarakat. Sebagian anggota PKK telah memiliki usaha kuliner seperti katering, namun keterampilan dalam kreasi garnis belum dimiliki secara merata. Padahal, penyajian makanan yang menarik dapat menjadi nilai tambah yang meningkatkan daya saing produk kuliner.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap pemberdayaan perempuan dalam perekonomian rumah tangga semakin diakui secara luas. Pengenalan keterampilan dasar kreasi garnis diharapkan menjadi motivasi bagi ibu-ibu PKK untuk terus mengembangkan potensi diri sehingga mampu memperkuat ekonomi keluarga melalui kreasi garnis dan obentou Jepang yang dipadukan dengan kearifan lokal,” ujar ketua tim pengabdi yang akrab dipanggil “Pus”.
Kegiatan diawali dengan penyerahan paket aset kepada mitra berupa seperangkat alat kreasi garnis, seperti pisau ukir dan berbagai perlengkapan praktik, serta bahan pelatihan berupa aneka sayuran segar dan beberapa bahan makanan untuk pembuatan bekal Jepang. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai prinsip dasar estetika penyajian makanan, demonstrasi teknik mengukir sayuran, hingga praktik membuat garnis dan menyusun obentou secara mandiri.
Dalam sesi praktik, peserta tampak antusias mempelajari teknik membentuk bunga, daun, dan berbagai ornamen dekoratif menggunakan wortel, mentimun, lobak, serta sayuran lokal lainnya. Pendampingan dilakukan secara intensif sehingga setiap peserta dapat mencoba langsung berbagai teknik yang diperagakan oleh narasumber.
Puji Lestari selaku narasumber mengapresiasi semangat belajar para peserta. Menurutnya, kreasi garnis sebenarnya bukan hal baru, namun masih belum banyak masyarakat yang memiliki kesempatan untuk mempelajarinya secara sistematis.
“Saya melihat antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta. Meskipun pada awalnya banyak yang merasa kesulitan karena belum terbiasa, beberapa peserta mampu menghasilkan kreasi garnis yang memadukan sentuhan lokal dan estetika Jepang dalam satu sajian. Semoga keterampilan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam mendukung peningkatan pendapatan rumah tangga melalui pemberdayaan perempuan,” ungkapnya.
Ketua PKK RT 03 RW 05, Nasirotus Sholekhah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan anggota PKK yang sebagian besar memiliki usaha katering maupun kuliner rumahan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNNES atas pelatihan yang sangat bermanfaat ini. Program ini membantu pemerataan keterampilan kreasi garnis di kalangan ibu-ibu PKK sehingga dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak kelompok PKK maupun dasawisma,” tuturnya.
Hasil pelatihan menunjukkan bahwa seluruh peserta berhasil membuat kreasi garnis sederhana secara mandiri serta menyusun obentou ala Jepang dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Selain memperoleh pengalaman praktik, peserta juga menerima paket peralatan kreasi garnis untuk mendukung penerapan keterampilan tersebut secara berkelanjutan di lingkungan masing-masing.
Kontribusi Nyata UNNES dalam Mewujudkan SDGs
Melalui kegiatan ini, UNNES tidak hanya mentransfer pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mendorong lahirnya peluang usaha berbasis kreativitas dalam penyajian pangan. Dengan mengombinasikan estetika khas Jepang dan kekayaan bahan pangan lokal, kreasi garnis diharapkan menjadi inovasi sederhana yang mampu meningkatkan nilai jual produk kuliner sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan di tingkat masyarakat.
Program pengabdian ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) , khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan dalam perekonomian rumah tangga, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan keterampilan wirausaha dan peningkatan produktivitas UMKM kuliner. Selain itu, pemanfaatan bahan pangan lokal dalam kreasi garnis turut mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mengoptimalkan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Komitmen UNNES dalam mengintegrasikan nilai-nilai SDGs ke dalam setiap program pengabdian kepada masyarakat tercermin nyata melalui kegiatan yang memberdayakan ibu-ibu PKK sebagai agen perubahan di tingkat komunitas.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNNES bersama peserta PKK RT 03 RW 05 Srondol Kulon usai pelaksanaan pelatihan kreasi garnis berbasis Jepang.

Para peserta mempraktikkan teknik mengukir sayuran dan menyusun garnis

Peserta pelatihan menunjukkan hasil kreasi garnis berbasis inspirasi Jepang yang dibuat menggunakan sayuran lokal pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat UNNES di PKK RT 03 RW 05 Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang.