Cegah Stunting dan Dukung SDGs 3, Mahasiswa Teknik Elektro UNNES Buat Alat Bantu Ukur Tinggi Badan Digital di Desa Depok

BANJARNEGARA — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (UNNES) Giat 16 yang bertugas di Desa Depok, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara turut membantu kegiatan Posyandu dengan menghadirkan alat bantu ukur tinggi badan berbasis elektronik. Alat yang diberi nama GEN-TING (Gawai Elektronik Pengukur Tinggi Cegah Stunting) ini dibuat dan diserahkan langsung kepada Posyandu Balita Desa Depok pada Senin (3/8/2026).

Selama ini, alat ukur tinggi badan yang tersedia di Posyandu Desa Depok umumnya dirancang khusus untuk mengukur balita, dengan rentang ukur yang terbatas. Kondisi ini menjadi kendala tersendiri ketika kegiatan Posyandu turut kedatangan anak-anak usia sekolah dasar, seperti siswa kelas 4, 5, dan 6 SD, yang badannya sudah lebih tinggi dari balita pada umumnya namun masih perlu dipantau tumbuh kembangnya.

Melihat kondisi tersebut, Yusuf Toro, mahasiswa jurusan Teknik Elektro UNNES yang tergabung dalam tim KKN Giat 16 Desa Depok, tergerak merancang alat bantu ukur tinggi badan yang lebih fleksibel. Alat ini dibuat menggunakan mikrokontroler Arduino Nano yang dipadukan dengan sensor ultrasonik untuk membaca jarak, serta layar OLED sebagai penampil hasil pengukuran secara digital. Salah satu keunggulan alat ini terletak pada tombol pengatur mode yang tersedia, sehingga pengguna dapat memilih antara mode pengukuran hingga 150 cm atau 180 cm, menyesuaikan dengan tinggi badan anak yang akan diukur, mulai dari balita hingga anak usia sekolah yang badannya sudah lebih tinggi.

“Alat ini saya rancang pakai Arduino Nano, sensor ultrasonik, sama layar OLED. Ada dua mode, 150 cm dan 180 cm, jadi tinggal pilih sesuai anak yang mau diukur, mau itu balita atau anak SD yang badannya sudah lumayan tinggi,” jelas Yusuf Toro.

“Alatnya membantu banget, soalnya kalau alat ukur yang lama itu kan memang buat balita, jadi kalau ada anak SD yang badannya udah tinggi agak susah diukurnya. Nah ini kan ada dua mode, jadi tinggal pindah aja sesuai anaknya, lebih gampang dan hasilnya juga langsung kelihatan di layar,” ujar Ibu Umi, salah satu kader Posyandu Desa Depok.

Proses pembuatan alat GEN-TING melalui beberapa tahapan, di antaranya:

  • Perancangan Rangkaian: Menyusun rangkaian elektronik menggunakan Arduino Nano, sensor ultrasonik, layar OLED, serta tombol-tombol input untuk memilih mode pengukuran 150 cm atau 180 cm.
  • Pemrograman Sistem: Menulis program pembacaan sensor agar hasil pengukuran jarak dapat dikonversi secara otomatis menjadi angka tinggi badan yang stabil pada layar.
  • Perakitan dan Pengujian: Merakit seluruh komponen ke dalam satu unit alat, kemudian menguji akurasi pembacaan pada berbagai rentang tinggi badan sesuai kedua mode yang tersedia.
  • Pembuatan Casing: Menyusun casing/wadah alat berbahan ringan agar mudah dipasang secara vertikal dan aman digunakan berulang kali di lingkungan Posyandu.
  • Serah Terima dan Uji Coba Bersama Kader: Alat diserahkan dan diuji coba langsung bersama kader Posyandu di Posyandu Balita Desa Depok pada 3 Agustus 2026, sekaligus mendampingi kader mempraktikkan cara penggunaannya.

Kegiatan penyerahan alat ini turut didampingi oleh kader Posyandu dan orang tua balita, dengan bimbingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UNNES GIAT 16, Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd., selama pelaksanaan program kerja di Desa Depok.

Melalui alat bantu sederhana ini, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 berharap dapat sedikit meringankan pekerjaan kader Posyandu dalam kegiatan pengukuran tinggi badan sehari-hari, khususnya ketika menghadapi anak-anak dengan rentang usia dan tinggi badan yang lebih beragam. Alat ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mendukung pemantauan tumbuh kembang anak di Desa Depok.