MASARAN — Tim KKN UNNES GIAT 16 Desa Masaran yang terdiri atas Ainun Fahyan Ulinnuha, Najwa Fadza ‘Izza, Susy Zahra Annisa Faradilla, Rahmat Hidayat, Alfani Salsabilla Anwar, Vina Putri Nabila, Tober Dwi Putra Tampubolon, Aulia Ayu Safitri, Ulfatus Sa’adah, dan Muhammad Ihsan Arsyad, dibimbing oleh Rossi Galih Kesuma, S.Pd., M.Pd., melaksanakan pelatihan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos bersama Kelompok Tani Dusun Bangkongreang, Desa Masaran, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, pada Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan KKN oleh Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata LPPM UNNES bersama mitra terkait ini bertujuan mengenalkan cara sederhana mengolah sampah organik melalui pembuatan komposter skala rumah. Selain penyampaian materi, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan komposter yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan limbah kebun merupakan jenis sampah yang dapat dimanfaatkan kembali apabila dikelola dengan baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengolahnya menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menyuburkan tanaman. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 berupaya memberikan pemahaman kepada kelompok tani bahwa pengelolaan sampah organik tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga dapat menghasilkan produk yang bermanfaat bagi kegiatan pertanian. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah dari lingkungan sekitar.

Dokumentasi kegiatan pelatihan pembuatan komposter.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi kepada Kelompok Tani Dusun Bangkongreang mengenai manfaat sampah organik dan pentingnya pengolahan limbah rumah tangga maupun limbah kebun. Mahasiswa menjelaskan jenis-jenis sampah organik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos serta manfaat hasil pengolahannya bagi tanaman. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh peserta. Diskusi juga berlangsung selama sesi materi sehingga peserta dapat berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah organik di lingkungan mereka.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan komposter skala rumah. Mahasiswa memperagakan tahapan pembuatan komposter, mulai dari menyiapkan wadah hingga memasukkan bahan organik yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengomposan. Peserta kemudian mengikuti setiap tahapan bersama mahasiswa sambil berdiskusi mengenai cara penggunaan dan perawatan komposter. Praktik tersebut memberikan gambaran bahwa pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan cara sederhana dan dapat diterapkan di lingkungan rumah maupun kelompok tani.
Penanggung jawab program kerja, Najwa Fadza ‘Izza, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan pengelolaan sampah organik yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. “Kami ingin mengenalkan cara sederhana mengolah sampah organik menjadi kompos melalui pembuatan komposter skala rumah yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Menurutnya, pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dapat menjadi salah satu langkah sederhana yang dilakukan masyarakat untuk mengurangi limbah sekaligus menghasilkan bahan yang bermanfaat bagi tanaman.
Tanggapan positif juga disampaikan oleh salah satu peserta kegiatan, Ahmad Mahmuri, yang menilai pembuatan komposter cukup mudah untuk diterapkan. “Menurut saya, program kerja ini bagus karena cara membuatnya gampang dan bisa diterapkan sendiri di rumah. Selain itu, kita juga bisa memanfaatkan hasilnya untuk membuat POC sendiri di rumah,” ungkapnya. Tanggapan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan memberikan gambaran praktis kepada peserta mengenai pemanfaatan sampah organik yang dapat dilakukan secara mandiri di lingkungan rumah.
Selama praktik berlangsung, peserta terlibat dalam setiap tahapan pembuatan komposter dan berdiskusi mengenai pemanfaatan sampah organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Interaksi antara mahasiswa dan kelompok tani membuat kegiatan tidak hanya menjadi sesi penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan sampah dan pemanfaatannya. Melalui praktik secara langsung, peserta dapat melihat proses pembuatan komposter sekaligus memahami cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan mengolah sampah organik secara lebih bertanggung jawab.

Sebagai luaran kegiatan, mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 menghasilkan komposter skala rumah yang dapat dimanfaatkan sebagai contoh penerapan pengolahan sampah organik. Kehadiran komposter diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengolah sampah organik menjadi kompos maupun produk lain yang bermanfaat bagi kebutuhan rumah tangga dan pertanian. Melalui edukasi dan praktik secara langsung, mahasiswa turut berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan sampah organik. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap SDG 15, Life on Land, melalui pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat “Bersama UNNES GIAT, Membangun Indonesia dari Desa”.