Ketika ada BRT Rusak…

Oleh Anisa Alifia Arisona (Pendidikan Tata Boga UNNES)

BRT merupakan singkatan dari Bus Rapid Transit, yang di mana bus ini beroperasi dengan sistem transit yang apabila menyimpan tiket nya pada saat transit tidak perlu membayar lagi. BRT/Trans Semarang ini terbatas, banyak armada yang sudah tidak layak untuk ditumpangi karena beberapa faktor. Saya sendiri hampir setiap hari mengalami antre atau menunggu lamanya armada bus, baik itu di terminal yang merupakan tempat asal bus beroperasi maupun halte. Namun, disisi lain saya sendiri sadar bahwa bus BRT/Trans Semarang ini beroperasi sesuai dengan jam yang telah ditentukan atau berdasarkan aturan yang telah ditentukan oleh pihak BRT sendiri. 

Berdasarkan data yang ada, BRT ini mulai beroperasi sejak tahun 2010. BRT ini juga memiliki beberapa koridor yang dimana menunjukkan rute yang dilaluinya. Untuk mengetahui rute BRT saya menggunakan sebuah aplikasi Trans Semarang untuk melihat tracking bus atau halte yang akan saya tuju. Berdasarkan hasil yang telah saya amati selalu penumpang BRT yang sudah cukup lama, bahwa angkutan umum yang worth it atau merekomendasi untuk ditumpangi sejauh ini adalah BRT. Mengapa? Menurut pengamatan saya sendiri yang pertama adalah murah terutama bagi pelajar atau mahasiswa seperti saya. Hanya dengan Rp. 1000 saja dan untuk lansia pun juga sama. Namun, untuk penumpang umum, perlu mengeluarkan uang sebesar Rp. 4000. 

Alasan utama mengapa Terminal Gunung Pati selalu padat penumpang baik itu pagi, siang, atau bahkan malam sekalipun?. Alasannya seperti yang kita ketahui bahwa layak Terminal Gunung Pati sendiri yang tidak jauh dengan Sekolah Menengah Pertama dan sebuah Universitas di Semarang yaitu Universitas Negeri Semarang yang di mana sudah pasti menjadi alat transportasi umum yang cukup ramai ditumpangi dibandingkan dengan angkutan umum lainnya. BRT sendiri yang merupakan transportasi umum yang murah, nyaman, dan aman ini yang membuat BRT ramai penumpang dibanding angkutan umum lainnya. 

Tidak hanya segi letak saja namun ada beberapa alasan lain yang memang sedikit serius yaitu terkait banyaknya armada bus yang rusak sehingga tak layak untuk beroperasi mengangkut penumpang. Saya jujur cukup kaget begitu mendengar bahwa banyaknya armada yang rusak atau tidak layak pakai tersebut menjadikan waktu menunggu atau antre lebih lama dari perkiraan waktu biasanya. Lama sudah permasalahan ini berlangsung, namun belum ada tindak lanjut terkait upaya penambahan atau perbaikan armada. Saya sendiri tidak terlalu tahu mengenai kondisi tersebut lebih jelas bagaimana, apakah armada sudah dalam perbaikan dan akan ada penambahan atau belum sama sekali adanya tindak lanjut mengenai hal ini. 

Dalam kondisi seperti ini yang terjadi setiap waktu, ingin rasanya saya angkat bicara terkait masalah ini dan mungkin akan saya sampaikan melalui pesan dari nomor pengaduan yang sudah tertera baik pada armada bus sendiri maupun pada terminal. Mungkin pemerintah sendiri atau lembaga yang menangani terkait permasalahan tersebut. Apresiasi besar untuk para pegawai atau lembaga BRT yang menangani beberapa masalah di Terminal Gunung Pati. Contohnya saja pada bulan Agustus-Oktober tahun 2024 ini toilet kurang layak sehingga bagi penumpang yang berkeinginan untuk ke toilet jadi terhambat, namun karena sudah ditindak lanjuti awal bulan November 2024 ini toilet sudah layak digunakan. Kemudian pada tempat tunggu bus sendiri yang memang kurang aman, dan awal bulan November ini sudah diberi pembatas atau pagar agar pada saat ramainya antrean penumpang bus aman. 

Saya sendiri berharap besar pada pemerintah dan jajaran lembaga BRT Trans Semarang terkait armada bus yang mungkin rusak atau tidak layak beroperasi dapat disegerakan untuk diperbaiki atau ditindak lanjuti agar segera bisa ditumpangi kembali. Dengan begitu antrean di Terminal Gunung Pati khususnya dapat berkurang dan lebih tertata lagi. Dan mungkin untuk petugas BRT yang berjaga di Terminal dapat mengingatkan secara tegas pada seluruh penumpang khususnya anak-anak sekolah yang sedang menunggu bus agar tidak bercanda dengan temannya di area tepat pemberhentian bus, karena hal tersebut dapat membahayakan nyawanya sendiri. Saya sendiri justru senang apabila pegawai terminal tersebut menegur secara tegas baik itu untuk anak-anak sekolah maupun penumpang umum lainnya. Semoga ke depannya entah itu kapan waktunya, pada saat ingin menunggu bus tidak terjadi kericuhan yang semakin parah. (*)