Kecantikan dalam Ancaman Merkuri

Oleh Najwa Diyan Evana Putri (Pendidikan Tata Kecantikan UNNES)

Kulit cerah sering kali dianggap sebagai simbol kecantikan atau status sosial yang lebih tinggi. Memiliki kulit wajah yang cerah merupakan dambaan setiap kaum wanita pada saat ini, oleh karena itu banyak sekali orang yang berusaha menjaga kesehatan kulitnya agar terlihat tampak cerah oleh karena itu, banyak orang memilih cara instan dengan menggunakan cream pemutih kulit yang mengandung merkuri yang mereka yakini bahwa kulit yang lebih cerah akan meningkatkan penampilan mereka  tetapi beberapa orang tidak mengetahui jika kandungan yang terdapat pada cream pemutih mengandung merkuri dan banyak konsumen yang kurang sadar akan seberapa bahayanya penggunaan merkuri dalam produk perawatan kulit.

Merkuri merupakan bahan aktif yang sering ditambahkan pada produk perawatan kulit yang dapat menghambat menghambat pembentukan melamin. Kandungan yang terdapat pada cream pemutih dapat dianalisis menggunakan Spektrofotometri serapan Atom (SSA) alat ini digunakan untuk mengukur kadar logam salah satunya adalah merkuri berdasarkan penyerapan cahaya atau atom.  

Beberapa orang mungkin tidak mengetahui bahwa merkuri adalah bahan berbahaya, atau bahkan jika mereka tahu, mereka mungkin tidak sepenuhnya memahami dampak apa yang akan terjadi terhadap tubuhnya tetapi banyak konsumen yang sudah tau kandungan didalamnya mengandung bahan yang berbahaya tetap digunakan dikulit karena banyak konsumen yang tergiur dengan hasil yang cepat dengan kurun waktu satu sampai dua minggu sudah terlihat perbedaanya dan harga yang ditawarkan kepada konsumen lebih murah dari produk yang sudah aman dan berlabel BPOM. 

Dokter spesialis kulit dari Vivaldy Skin Clinic sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, Dedianto Hidajat mengatakan, efek penggunaan merkuri pada kulit bisa terjadi dalam jangka pendek yakni membuat kulit cepat putih akan tetepi putih yang dihasilkan oleh merkuri tidak putih yang natural tetapi putih yang pucat. Penggunaan efek jangka pendek juga bisa mengalami efek samping meskipun efeknya tidak spesifik. Kemudian efek jangka panjangnya yang akan terjadi seperti ruam kemerahan, mudah iritasi, kulit mudah terkelupas yang akan menyebabkan kulit akan menjadi tipis dan super sensitif bila terpapar sinar matahari. Merkuri dapat merusak kolagen dan elastin di kulit, yang mempercepat tanda-tanda penuaan dini seperti munculnya  keriput dan garis halus. 

Efek yang sering dialami pada penguna yaitu munculnya hiperpigmentasi atau flek hitam pada kulit. Ada juga efek yang akan dirasakan pada organ dalam seperti salah satunya merusak ginjal melalui beberapa mekanisme yang terkait dengan cara tubuh memproses dan mengakumulasi logam ini atau yang biasa disebut dengan merkuri dan paparan merkuri dalam jangka panjang dapat merusak sel-sel kulit dan meningkatkan kemungkinan te rjadinya mutasi genetik. Kerusakan DNA yang akan ditimbulkan oleh merkuri bisa meningkatkan terjadinya risiko berkembangnya kanker kulit, meskipun lebih banyak penelitian diperlukan untuk memverifikasi hubungan ini. Resiko pada ibu hamil sangat berbahaya karena akan menembus penghalang plasma dan akan mempengaruhi pertumbuhan janin yang ada dalam kandungan, resiko yang akan dirasakan pada janin cacat lahir seperti gangguan pada otak dan sisitem saraf. Bahkan yang lebih parahnya akan menyebabkan keguguran. 

Sebagai  kosumen harus pandai memilih produk yang aman jangan mudah tergiut dengan klaim yang memutihkan, pastikan produk memiliki label dan izin dari BPOM ( Badan Pengawas Obat dan Makanan) hindari produk yang tidak memiliki izin resmi dan tidak ada informasi ingredients pada kemasan. 

Merkuri memiliki efek kecandun seperti jika berhententi mengunakan produk perawatan atau cream pemutih secara tiba tiba kan menimbulkan banyak masalah seperti munjulnya jerawat yang meradang, kulit menjadi merah karena iritasi. Untuk mengatasi kecanduan merkuri bisa dengan langkah pertama  mengedukasi diri sendiri mengenai bahaya yang akan dirasakan jika penggunaan produk yang mengandung merkuri, kecanduan untuk mendapatkan kulit yang putih dapat merusak kesehatan dalam jangka yang panjang, menyadari seberapa bahayanya membantu terdorong keinginaan untuk berhenti, menghentikan pemakain dengan metode bergantian dengan produk yang aman.

Banyak kandungan produk perawatan yang aman dan efektif untuk di gunakan tanpa resiko merkuri seperti kandungan niacinamide yang dapat mencerahkan kulit dan mampu mengurangi hiperpigmentasi, alpha arbutin dapat menghambat produksi melamin menghambat proses penuaan dini, glycolic acid yaitu eksfoliator yang mengangkat sel – sel kulit mati dan meberikan efek tampak lebih cerah pada kulit , ekstrak licorice memiliki anti inflamasi,  ferulic acid sebagai antioksidan yang membantu meremajakan kulit dan menjaga kesehatan kulit.

Saat ini banyak sekali publik figur yang mempunyai usaha dibidang produk perawatan kulit tetepi banyak diantaranya yang tidak paham akan kandungan – kandungan yang berbahaya . pruduksi perawatan kulit yang berbahaya seperti merkuri sangat dilarang di Indonesia pelanggaran terhadap hukum terkait kosmetik yang mengandung bahan berbahaya dapat dikenakan hukuman pidana dan denda yang cukup berat. Menurut Undang – Undang Nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan, Jika produk kosmetik mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan berpotensi merugikan kesehatan, maka hal ini dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak kesehatan masyarakat. Pasal 62 UU Perlindungan Konsumen, setiap orang atau badan hukum yang memproduksi atau mendistribusikan produk yang merugikan konsumen dapat dipidana dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun dan denda 2 miliyar.

Saran untuk pengguna produk perawatan yang berbahaya yaitu dengan menghentikan pemakian produk dan memilih prodyk yang sudah pasti aman dan bebas dari bahan merkuri, jika dibutuhkan konsultasi medis agar diberikan perawatan yang tepat.

Kesimpulan yang dapat diambil yaitu penggunaan merkuri dalam produk kosmetik, perawatan kulit, atau produk lainnya seperti body lotion sangat berbahaya bagi kesehatan kulit dan tubuh. Meskipun merkuri dapat memberikan efek instan, seperti pemutihan kulit atau pengurangan noda, tetapi dampak jangka panjang yang ditimbulkan jauh lebih merugikan dan berbahaya bagi kesehatan dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada kulit, ginjal, sistem saraf, serta gangguan kesehatan lainnya., penting untuk menghindari produk yang mengandung merkuri dan selalu memilih produk yang aman dan terdaftar oleh badan pengawas resmi, seperti BPOM, untuk melindungi kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.(*)