Semarang – Fenomena penjualan snack di area kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES) semakin marak dan menuai keluhan dari sejumlah warga kampus. Seorang mahasiswa diketahui berjualan snack cokelat di area ATM center kampus, mengatasnamakan tugas kuliah. Alasan ini sudah digunakan sejak 2022, yang dianggap mengganggu kenyamanan civitas academica yang menggunakan fasilitas umum tersebut.
Keluhan tersebut bermula dari unggahan akun @unicelounge di platform X pada 28 September 2024 yang menuliskan, “-ness itu yang jualan snack coklat coklat di atm center tu pernah ditegur satpam gasi, meresahkan bgt masa tugas kuliah dari 2022 sampe sekarang ga selese.”
Unggahan itu langsung diserbu oleh banyak komentar dari warga kampus yang menyampaikan keluhan serupa.
Salah satu pengguna, @nadaadellia, menanggapi unggahan itu dengan komentar, “Pernah ketemu di indomaret yg pertigaan mixue dulu, lupa tahun berapa, ngakunya anak unnes tp pas ditanya fakultas dan jurusan jawabnya bukan fakultas dan jurusan yg ada di unnes. Minimal kalo mau nipu riset dulu.”
Komentar ini mengundang lebih banyak respons dari mahasiswa lainnya, yang juga menyayangkan sikap mahasiswa tersebut yang dinilai meresahkan.
“BENER BENER MERESAHKANNN PLSS ITU MAS MAS,” tulis akun @shabenjYeol, menyiratkan ketidaknyamanan yang dirasakan mahasiswa terhadap keberadaan penjual snack tersebut.
“ngeselin bgt emang, gue jg pernah lagi nelfon sambil nunggu antrian atm ujug ujug disamperin, udh dibilang engga tetep aja minta waktunya sebentar mulu. Udh cukup beli 2 kali, mana template bgt itu kata-kata buat nawarin jualannya” tulis akun @bOOmbbzess, di kolom komentar postingan tersebut.
Keluhan muncul dari beberapa mahasiswa dan warga kampus yang merasa terganggu dengan keberadaan mahasiswa yang menjajakan snack di tempat yang tidak semestinya. Beberapa di antara mereka menyatakan bahwa area ATM center seharusnya hanya digunakan untuk keperluan transaksi dan bukan untuk aktivitas jual-beli yang tidak memiliki izin.
“Tiap kali ke ATM, selalu ada yang nawarin snack. Kalau satu-dua kali sih tidak masalah, tapi kalau terus-menerus, rasanya jadi kurang nyaman juga,” ujar salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.Pihak UNNES hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait masalah ini. Namun, banyak mahasiswa berharap ada tindakan tegas dari pihak kampus agar situasi ini tidak berlanjut dan fasilitas umum kampus bisa tetap nyaman bagi seluruh civitas academica. (Jenita Putri Rastami, Teknologi Pendidikan UNNES)