Di setiap sudut dunia, setiap bangsa atau negara pasti memiliki aroma dari sebuah kuliner yang khas, aroma inilah yang juga merupakan sebuah identitas yang tak terpisahkan dan melekat dengan kuat. Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan macam-macam aroma kulinernya yang khas. Indonesia negeri seribu pulau, dari sabang hingga ke merauke berjajarlah pulau-pulau dengan berbagai aroma khas kulinernya yang sangat memanjakan. Layaknya sebuah peta rasa yang seakan-akan terbentang luas dan selalu siap untuk dijelalahi. Di negara Indonesia lah akan tercipta sebuah perjalanan rasa yang tentunya tak terlupakan.
Di pesisir utara Jawa Tengah, Indonesia, terdapat sebuah kota yang turut berperan penting dalam menambah serta memperkaya variasi aroma dari sebuah kuliner yang khas di Indonesia. Kota Tegal, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah peta rasa kuliner yang khas di Indonesia. Di kota inilah tempat dimana aku dilahirkan dan di kota inilah tempat dimana aku di besarkan. Tumbuh dan besar di kota ini membuatku dapat menyaksikan dan merasakan secara langsung bagaimana aroma dari sebuah kuliner yang khas yang berasal dari kota ini, yang banyak disukai dan diminati oleh banyak orang.
Bagiku tumbuh di kota ini adalah suatu hal yang menyenangkan dan patut untuk disyukuri. Setiap pagi, saat mentari mulai muncul untuk menggantikan tugas rembulan, mata mulai terbuka untuk menyambut hari, dan aroma khas dari berbagai macam masakan juga sudah siap menyambutku bahkan melambai-lambai, seolah berlomba-lomba untuk segera disantap dan masuk ke dalam perut kosongku. Kehidupanku lekat dengan dekapan aroma khas dari kuliner kota Tegal. Bahkan saat ini, bukan hanya aku yang dapat merasakannya, tetapi hampir semua orang bisa merasakanya baik secara langsung di kotaku maupun di kota mereka.
Aroma khas kuliner yang sedang kubicarakan adalah aroma dari berbagai masakan rumahan sederhana yang bersal dari warung tegal. Warung tegal atau biasa di sebut dengan sebutan warteg, tentunya bukan sekadar tempat untuk mengisi perut saja, tetapi juga sebuah ruangan yang dapat digunakan untuk melihat kekayaan rasa dari berbagai masakan yang disajikan, dan berbagai kebudayaan di Indonesia. Di balik kesederhanaanya, warteg banyak menyimpan kekayaan terhadap cita rasa dan cerita yang luar biasa, yang tentunya harus kita jelajahi dan rasakan sendiri bagaimana nikmatnya menjelajahi perjalanan rasa di warteg.
Seperti namanya, warteg atau warung Tegal, memang berasal dari Tegal. Namun dari tahun ke tahun, perjalanan dan perkembangan warteg semakin besar. Saat ini, warteg sudah banyak ditemui di kota-kota besar yang ada di Indonesia. Warteg sudah ada sejak sekitar tahun 1950-an sampai 1960-an. Warteg hadir di kota-kota besar, karena dulunya banyak dari masyarakat kota Tegal yang pergi ke kota-kota besar, seperti Jakarta untuk merantau dan mencari nafkah dengan bekerja di kota tersebut. Urbanisasi dan dorongan ekonomi jugaa menjadi faktor utama masyarakat kota Tegal untuk merantau ke kota-kota besar tersebut.
Menjalani kehidupan di perantauan, khususnya di kota-kota besar, tentunya tidak mudah. Gaya hidup antara di kota dan di desa cukup berbeda. Termasuk harga makanan yang biasa kita makan di desa dan harga makanan di kota. keduanya juga pasti memilki selisih yang terbilang lumayan besar. Melihat hal ini, para pekerja di perantauan tentunya membutuhkan tempat makan yang enak, murah, cepat, dan tentunya mengenyangkan. Melihat peluang yang terjadi, ide kreatif dari para pekerja perantauan seketika muncul, untuk dapat mulai membuka sebuah warung makan sederhana, yang disebut warung tegal atau warteg.
Warteg yang awalnya hanya warung makan sederhana yang hanya menyediakan nasi bungkus atau makanan rumahan dengan skala yang kecil, kini telah berkembang menjadi warung makan yang menyediakan banyak pilihan makanan, yang sudah tertata dengan rapi di rak etalase kaca yang tentunya siap untuk di jelajahi bagaimana perjalanan rasanya dari setiap masakan yang tersedia tersebut. Saat ini warteg menjadi solusi yang praktis untuk memenuhi kebutuhan asupan makanan dengan berbagai pilihan variasi makanan, yang cocok untuk makan sehari-hari tanpa merogoh kantong terlalu dalam.
Ada berbagai macam makanan khas yang disajikan oleh warteg. Deretan dari berbagai macam lauk pauk terlihat jelas dari rak etalase kaca yang tembus pandang, dan memanjakan mata. Mulai dari nasi rames atau nasi ponggol dengan berbagai macam sayur dan lauk pauk lainya, ayam goreng, ikan goreng, soto ayam, telur balado, hingga aneka macam gorengan, termasuk mendoan yang selalu menjadi favorit dan primadona banyak orang, dan termasuk menjadi favorit diriku sendiri. Semua makanan yang disajikan di warteg, tentunnya memberikan warna tersendiri dari berbagai rasa makanan yang sudah pernah kita cicipi.
Selain rasa dari berbagai masakan warteg yang memanjakan lidah, pelayanan yang dilakukan terhadap pelanggannya pun sangat baik. Senyum ramah dari pemilik warteg dan obrolan santai yang terjadi dengan pemilik warteg tidak pernah sekalipun terlewatkan dari setiap warteg yang pernah aku kunjungi. Pelayanan yang baik tentunya akan menjadikan pengalaman pelanggan yang baik pula. Dengan ini pengalaman pelanggan saat makan di warteg, menjadi pengalaman makan yang tak terlupakan. Jadi, jangan heran jika banyak orang yang kembali lagi dan lagi, untuk makan di warteg.
Bagi para perantauan, warteg layaknya sebuah rumah yang penuh dengan kehangatan dan kebahagiaan. Setiap memakan makanan yang tersedia di warteg, rasanya seperti kita kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarga. Sederhana, namun rasa makananya juara. Aku yang saat ini sedang menuntut ilmu di kota orang, juga dapat merasakan hal sama. Merasakan warteg sebagai rumah yang penuh dengan dekapan kasih sayang. Lebih dari sekadar tempat untuk mengisi perut yang kosong, warteg layaknya seperti sebuah ruang sosial, dimana berbagai lapisan masyarakat dari berbagai penjuru dapat bertemu dan berkumpul di warteg.
Sebuah perjalanan yang menakjubkan telah dilalui warteg. Dulunya yang hanya terdapat di gang-gang kecil yang ada di kota tegal, kini di setiap sudut-sudut kota besar, warteg sudah berdiri dengan begitu gagahnya. Di jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, bahkan hingga ke pulau-pulaiu lain di Indoensia. Rasa masakannya yang cocok di lidah banyak orang membuatnya banyak digemari. Bahkan menjadi pilihan pertama dari banyak orang, untuk dijadikan sebagai menu sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Warteg merupakan sebuah ikon kuliner dari tegal dan Indonesia yang sudah sepaturnya kita banggakan.
Warteg telah menjadi bagian dari hidupku, bagian dari masyarakat Tegal, dan bagian dari masyarakat Indonesia. Warteg merupakan tempatku untuk menemukan rasa rindu, rasa nyaman, rasa kebersamaan, rasa kekeluargaan, dan tentu saja, rasa masakan rumahan yang tak tergantikan. Warteg layaknya sebuah rumah, di mana pun aku berada. Warteg juga layaknya sebuah rumah bagi semua yang merindukan rumahnya. Warteg adalah bukti bahwa kuliner yang berkualitas tidak harus mahal dan mewah, kenikmatan rasa yang ada di warteg bisa dinikmati oleh siapa saja. Ikon kuliner Tegal dan Indonesia yang istimewa.(*)
Oleh Iska Agustina