Tradisi Sadranan di Dusun Sigran Untuk Melestarikan Budaya dan Agama

TEMANGGUNG – Masyarakat Dusun Sigran, Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, kembali menghidupkan tradisi tahunan Sadranan pada Jumat (1/8). Tradisi yang dilaksanakan setiap bulan Safar dalam kalender Islam ini bukan hanya sekadar perayaan, melainkan sebuah ritual sakral yang memadukan nilai-nilai agama dan kearifan lokal. Sadranan menjadi momen penting untuk mendoakan para leluhur, mempererat tali silaturahmi, sekaligus melestarikan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Rangkaian Acara Penuh Makna
Rangkaian acara Sadranan diawali sejak pagi hari. Warga menuju makam leluhur untuk melaksanakan ziarah kubur atau nyekar. Dengan membawa bunga dan air mawar, mereka bergotong royong membersihkan makam, menabur bunga, dan memanjatkan doa.
“Tradisi nyekar ini bukan sekadar rutinitas, tapi juga pengingat bagi kami akan jasa-jasa para leluhur yang telah berjuang mendirikan desa ini,” ujar Bapak Khoerun, Kepala Dusun Sigran. “Ini cara kami untuk menjaga hubungan dengan orang-orang yang telah mendahului.”

Setelah ziarah, acara dilanjutkan dengan kenduri massal yang menjadi puncak kebersamaan. Pemandangan unik dan menarik tersaji di sepanjang jalan dusun, di mana lebih dari 100 warga, dari anak-anak hingga orang tua, beramai-ramai menggelar tikar dan alas daun pisang. Tradisi ini semakin istimewa karena sebagian besar warga mengusung tenongan, yaitu wadah makanan yang terbuat dari anyaman bambu. Tenongan-tenongan tersebut berisi aneka sajian makanan, mulai dari nasi, lauk-pauk lengkap dengan ingkung ayam (ayam utuh yang dimasak), hingga jajanan tradisional.

Setiap tenongan diletakkan di tengah-tengah kelompok warga yang duduk lesehan. Meskipun setiap keluarga membawa tenong sendiri, makanan tersebut tidak dimakan secara masing-masing. Sebaliknya, semua orang dipersilakan untuk mengambil dan mencicipi hidangan dari tenongan mana pun yang tersedia. Momen makan bersama ini menjadi simbol persatuan dan kebersamaan, di mana tidak ada sekat antarwarga.
“Makan bersama ini menunjukkan semangat persatuan. Semua makan dengan alas yang sama, hidangan yang berbeda, tapi kebersamaannya yang paling utama,” tambah Bapak Khoerun. Ia menekankan bahwa dalam tradisi ini, yang terpenting bukanlah jenis makanan yang dibawa, melainkan keikhlasan untuk berbagi dan kebersamaan yang terjalin.
Salah satu warga lansia, Ibu Siti (65), mengungkapkan rasa syukurnya dapat kembali mengikuti tradisi ini. “Sejak saya kecil, tradisi Sadranan ini tidak pernah absen. Ini adalah warisan dari orang tua kami, dan kami bangga bisa mengajarkan kepada anak cucu tentang pentingnya menghormati leluhur dan menjaga silaturahmi,” ujarnya.

Melestarikan Budaya dan Nilai Gotong Royong
Tradisi Sadranan di Dusun Sigran ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan kepada leluhur masih lestari. Kegiatan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi wadah untuk merawat identitas sejarah dan melestarikan warisan budaya desa.

Pelaksanaan Sadranan tahun ini juga mendapatkan dukungan dari Kelompok KKN GIAT 12 Universitas Negeri Semarang (UNNES), yang ikut membantu dalam persiapan dan kelancaran acara. Adapun anggota KKN yang terlibat adalah Della Amalia Seviana, Anabela Romaito Pangaribuan, Muhammad Wildan Alfirdaus, Kansa Amelia Sari, Rafy Larepa Almanda, Alifia Putri Sabilla, Lyla Fadillah, Yohana Patrecia, Vania Aisya Putri, Anwar Widjaya Kusuma, Destian Fitra Andika, dan Nadilla Anggi Praseti. Mahasiswa KKN ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Asep Purwo Yudi Utomo.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa tradisi Sadranan tidak hanya menjadi milik masyarakat lokal, tetapi juga mendapatkan dukungan dari kalangan akademisi. Dengan demikian, nilai kebersamaan dan penghormatan kepada leluhur terus terjaga dan diwariskan ke generasi berikutnya.

Melalui tradisi ini, Dusun Sigran berhasil mewariskan nilai luhur kepada generasi penerus bahwa kebersamaan adalah pondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat, dan menghormati masa lalu adalah cara terbaik untuk membangun masa depan.