Mahasiswa KKN UNNES GIAT 12 Mojosari : Dorong Budaya Literasi Anak Mojosari Lewat Program Belajar Bersama

Foto Bersama dengan Anak-anak Mojosari (Sumber : Dokumen Pribadi)

Mojosari – Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Mojosari terus menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat. Salah satu program unggulan mereka adalah Belajar Bersama Anak-Anak yang dilaksanakan secara rutin setiap hari Jum’at selepas salat Ashar. Kegiatan ini dilakukan di dua tempat, dengan di Balai Desa Mojosari dan di Posko KKN UNNES GIAT 12 sendiri. Rogram kerja ini melibatkan anak-anak dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) yang ada di Mojosari.

Belajar Bersama, Ciptakan Suasana Interaktif dan Menyenangkan

Suasana balai desa Mojosari pada sore hari Jum’at tampak ramai oleh gelak tawa anak-anak. Mereka berkumpul dengan penuh antusias, membawa buku, alat tulis, bahkan beberapa di antaranya menunjukkan buku cerita kesukaan mereka. Mahasiswa KKN UNNES GIAT 12 kemudian mengajak mereka belajar bersama dengan metode interaktif.

Tidak hanya sebatas membaca, kegiatan ini juga dikemas melalui permainan edukatif, sesi mendengarkan dongeng, serta diskusi ringan. Anak-anak diberi kesempatan untuk bercerita kembali, sehingga mereka tidak hanya membaca, tetapi juga melatih keberanian berbicara di depan teman-temannya.

Pemasangan Poster “Mari Berliterasi” di Sekolah

Penyerahan Poster ‘Mari Berliterasi’ (Sumber : Dokumben Pribadi)

Program literasi ini tidak berhenti di kegiatan belajar bersama. Mahasiswa KKN UNNES GIAT 12 juga melanjutkan inisiatif dengan melakukan pemasangan poster bertema Mari Berliterasi di sekolah-sekolah dasar Mojosari. Poster tersebut berisi pesan sederhana namun kuat, mengajak anak-anak untuk gemar membaca di mana saja dan kapan saja.

Pihak sekolah menyambut baik langkah tersebut. Guru-guru menilai poster itu dapat menjadi pengingat visual yang setiap hari dilihat oleh anak-anak, sehingga dorongan untuk membaca tidak hanya datang dari kegiatan formal, tetapi juga dari lingkungan sekitar.

Poster “Mari Berliterasi” akan dipajang untuk setiap kelas, dari kelas 1 hingga kelas 6, serta ketambahan berada di perpustakaan. Dengan hal ini, salah satu mahasiswa KKN UNNES GIAT 12, Nabila Putri Kinanti, dapat memberikan pengingat bagi seluruh siswa SD Negeri Mojosari.

“Dengan adanya poster setiap kelas dan perpustakaan tentu kami senang sekali dengan inisiatif mahasiswa UNNES GIAT 12 ini. Anak-anak butuh dorongan lebih untuk gemar membaca, apalagi sekarang tantangannya adalah handphone. Poster ini bisa menjadi penyemangat tambahan bagi mereka,” ungkap salah satu guru SD di Mojosari.

Harapan untuk Masa Depan Literasi Anak Mojosari

Budaya literasi memang perlu ditanamkan sejak dini. Dengan terbiasanya anak-anak membaca dan berdiskusi, mereka diharapkan memiliki daya pikir kritis serta kemampuan berkomunikasi yang lebih baik di masa depan. Melalui kegiatan sederhana seperti belajar bersama dan pemasangan poster literasi, mahasiswa KKN UNNES GIAT 12 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun generasi Mojosari yang cerdas dan berdaya saing.

Kegiatan ini juga menunjukkan bagaimana sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat bisa menghasilkan dampak positif. Tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga bagi mahasiswa

yang mendapatkan pengalaman langsung dalam mendampingi dan menginspirasi generasi muda di desa.

Dengan langkah kecil namun konsisten, Desa Mojosari mulai membangun tradisi baru: menjadikan literasi sebagai budaya bersama.