
Semarang, 23 Agustus 2025 – Di era digital ini, penting bagi seorang guru untuk mengembangakan sebuah bahan ajar yang menyenangkan bagi siswa agar kegiatan pembelajaran tidak hanya sekadar membaca dan mendengarkan. Perubahan kurikulum pembelajaran yang bermula dari kurikulum merdeka menjadi Deep Learning sangat menekankan tiga hal utama, yaitu mindful (sadar), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan). Oleh karena itu, salah satu mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang sedang melaksanakan kegiatan LANTIP atau PPL membuat sebuah Rencana Pembelajaran (RP) yang mengajak siswa untuk berkreasi membuat sebuah vlog dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada materi teks berita. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan pada kelas XI AK, XI MP 1 dan XI MP 2 SMK PGRI 1 Semarang.
Kegiatan ini diawali dengan penyampaian materi mengenai teks berita. Materi disampaikan dengan media Canva serta menampilkan video berita agar siswa dapat mengaitkan materi dengan contoh yang diberikan. Kemudian melakukan kegiatan tanya jawab mengenai materi dan contoh teks berita serta mengerjakan penugasan secara berkelompok untuk membuat sebuah produk berupa vlog kreatif dengan tema “Go Digital”, penugasan ini dilakukan agar siswa dapat mengimplementasikan materi-materi yang telah diberikan, hal ini sesuai dengan fokus utama pendekatan Deep Learning yaitu pemahaman mendalam materi dan penerapan dalam kehidupan nyata.
Setelah pembelajaran berlangsung, suasana kelas XI SMK PGRI 1 Semarang pun tampak hidup dan penuh semangat. Siswa-siswa yang awalnya pasif kini mulai aktif berdiskusi, menyusun naskah berita, hingga merancang konsep vlog mereka. Beberapa kelompok memilih isu-isu terkini seperti perkembangan teknologi di kalangan remaja, pentingnya literasi digital, hingga peran media sosial dalam menyebarkan informasi.
Pendekatan Deep Learning memang tidak hanya membuat siswa memahami materi secara mendalam, tetapi juga mengasah keterampilan di era digital ini, seperti kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.
“Dengan mengajak siswa membuat vlog, mereka tidak hanya belajar tentang struktur dan kaidah kebahasaan teks berita, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis dan menyampaikan informasi secara menarik. Ini bentuk pembelajaran kontekstual dan relevan dengan dunia digital saat ini,” ujar Devia yang menginisiasi kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memahami bahwa pembelajaran bahasa Indonesia tidak selalu membosankan, melainkan bisa dikemas secara kreatif dan aplikatif. Inisiatif mahasiswa UNNES ini pun menjadi contoh nyata bahwa inovasi dalam pembelajaran sangat mungkin dilakukan, bahkan di ruang kelas yang sederhana sekalipun.