
Kegiatan ini digerakkan oleh tiga mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), yakni Almas Bari’atul Muna, Athia Az-zakia Anwar, dan Nova Alfitri, yang tengah melaksanakan program Lantip 5.
Dalam pembelajaran ini, siswa tidak hanya diajak membaca, tetapi juga dilatih mengulik informasi dari berbagai ensiklopedia, baik cetak maupun digital. Kegiatan berlangsung interaktif, siswa diminta membandingkan informasi dari beberapa entri, lalu menyusunnya kembali menjadi rangkuman singkat. Beberapa kelompok bahkan mempresentasikan hasil pencarian mereka di depan teman-teman sekelas.
Almas menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membiasakan siswa menggunakan bacaan ilmiah yang terpercaya. Ia menekankan, banyak siswa terbiasa mencari jawaban cepat di internet tanpa menyaring kebenarannya. “Ensiklopedia memberikan pengetahuan yang lebih mendalam dan teruji. Dengan membiasakan diri menggunakannya, siswa dapat belajar memilah informasi yang benar,” ucapnya. Melalui ensiklopedia, siswa terdorong untuk membaca lebih dalam, lalu mengasah kemampuan menulis akademik yang rapi dan terstruktur.
Bagi siswa, pengalaman belajar dengan metode ini terasa berbeda. Mereka tidak hanya membaca, tetapi juga belajar berkolaborasi, berdiskusi, dan mempresentasikan gagasan. Salah satu siswa mengaku senang karena bisa menemukan banyak hal baru dari ensiklopedia yang sebelumnya jarang disentuh.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa literasi dapat ditanamkan dengan cara-cara sederhana namun bermakna. Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa diajak menyelami dunia ensiklopedia, memperkuat keterampilan mencari informasi, sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca yang sehat.