Mahasiswi Praktikan UNNES Lantip 5 Kembangkan Modul Ajar Teks LHO untuk Tingkatkan Pembelajaran Menulis di SMK Negeri 9 Semarang

Semarang, 21 Agustus 2025 – Sebagai upaya untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif, mahasiswi praktikan dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengembangkan Modul Ajar Teks Laporan Hasil Observasi untuk kelas X di SMK Negeri 9 Semarang. Penyusunan modul ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi siswa dalam memahami materi yang acapkali dianggap abstrak menjadi lebih mudah dan aplikatif.

Inisiatif pengembangan modul ajar ini muncul setelah Wiwik Fitriyani, mahasiswi program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berdiskusi dengan guru pamong terkait kesulitan yang dihadapi siswa dalam menulis teks laporan hasil observasi. Laporan hasil observasi penting untuk dipelajari oleh siswa agar siswa memiliki keterampilan dalam mengamati, menganalisis, menyajikan, dan melaporkan suatu objek atau fenomena. Keterampilan ini sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, terutama bagi lulusan SMK.

Modul ajar ini disusun dengan pendekatan yang berpusat pada siswa (student center learning) dan dengan pendekatan deep learning. Dengan pendekatan ini, siswa diminta untuk melakukan observasi di lingkungan sekolah, seperti mengobservasi perpustakaan, pos satpam, hingga masjid. Harapannya, siswa tidak hanya paham teori, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan materi yang telah dipelajari.

Pembelajaran dengan terjun langsung di lapangan untuk melakukan observasi disambut dengan baik oleh siswa, banyak siswa yang lebih antusias ketika diminta untuk melakukan observasi. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif ketika pembelajaran dilakukan di luar kelas. Dengan terjun langsung di lapangan, siswa belajar langsung menerapkan materi yang telah dipelajari sebelumnya.

Keterampilan menulis laporan yang baik merupakan salah satu soft skill yang ditekankan bagi siswa SMK. Modul ajar tersebut tidak hanya bermanfaat dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, tetapi juga mendukung pada mata pelajaran lain terutama pelajaran kejuruan yang mana siswa sering diminta untuk membuat laporan praktik dan observasi. Selain itu, dengan keterampilan ini dapat membekali siswa untuk siap kerja. Penyusunan modul ajar tidak dilakukan secara instan, dimulai dari observasi kebutuhan kelas, studi literatur, penyusunan draf, hingga revisi berdasarkan masukan dari guru pamong. Hal ini dilakukan untuk memastikan modul ajar yang disusun sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah, serta dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.

Modul ini dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, contoh teks, lembar kerja, dan rubrik penilaian yang komprehensif. Diharapkan modul ini tidak hanya digunakan untuk sementara waktu, tetapi dapat diadopsi dan dikembangkan lebih lanjut oleh sekolah untuk tahun ajaran mendatang. Selain itu, penyusunan modul tersebut merupakan wujud nyata kolaborasi antara pihak universitas dengan sekolah dalam memajukan pendidikan dan menciptakan inovasi pembelajaran yang bermanfaat bagi guru dan siswa.

Penulis: Wiwik Fitriyani

Dosen Pembimbing: Muhammad Badrus Siroj, S.Pd., M.Pd.

Guru Pamong: Ignatius Kismanto, S.Pd.