Perubahan iklim yang kita rasakan akhir-akhir ini bukan lagi sekadar isu global yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Suhu yang kian panas, cuaca yang tak menentu, serta bencana alam yang lebih sering terjadi menunjukkan bahwa kondisi bumi sedang menurun. Salah satu faktor yang berkontribusi besar adalah berkurangnya jumlah pohon akibat penebangan hutan dan perluasan wilayah permukiman maupun industri. Padahal, pohon memiliki fungsi penting sebagai penyerap karbon dioksida dan penghasil oksigen bagi makhluk hidup.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas hutan Indonesia kini berada pada kisaran 95,5 juta hektar atau sekitar setengah dari total daratan. Meski begitu, penurunan tutupan hutan masih terjadi setiap tahun. Pada periode 2021–2022, tercatat laju deforestasi netto mencapai 104 ribu hektar. Angka ini memang menurun dibanding periode sebelumnya, tetapi tetap menandakan bahwa kerusakan hutan terus berlangsung dan mengancam keseimbangan ekosistem.
Masalah lain yang muncul adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam merawat pohon. Tidak sedikit kegiatan penanaman pohon yang hanya dilakukan sebagai agenda seremonial. Bibit ditanam dalam jumlah besar, namun setelah acara selesai, perawatannya jarang diperhatikan. Akibatnya, banyak bibit yang tidak bertahan hidup. Padahal menanam pohon seharusnya bukan hanya simbol kepedulian, melainkan usaha nyata menjaga kelestarian lingkungan.
Manfaat pohon sendiri sangat luas. Nestlé Indonesia menyebut bahwa pohon mampu membuat udara lebih sejuk, memperindah lingkungan, sekaligus mengurangi risiko banjir. Pohon juga berfungsi menyerap polutan, sehingga kualitas udara menjadi lebih baik. Artikel dari Universitas Muhammadiyah Jakarta menegaskan bahwa pohon merupakan paru-paru bumi yang menghasilkan oksigen dan menopang keberlangsungan hidup manusia. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menekankan bahwa menanam pohon sama dengan menanam kebaikan bagi generasi mendatang, karena pohon menyediakan air, udara, dan keseimbangan alam.
Supaya gerakan menanam pohon tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, diperlukan langkah-langkah yang lebih terarah. Hal pertama yang penting adalah memilih jenis pohon yang sesuai dengan kondisi tanah dan iklim setempat. Selain itu, keterlibatan berbagai pihak seperti sekolah, komunitas, dan pemerintah daerah dapat memperkuat dampak penghijauan. Perawatan setelah penanaman juga tidak boleh diabaikan, mulai dari penyiraman, pemangkasan, hingga perlindungan dari hama. Pemantauan berkala perlu dilakukan agar program penanaman benar-benar memberikan hasil.
Lebih dari sekadar urusan lingkungan, menanam pohon adalah wujud tanggung jawab kita terhadap bumi. Dari satu pohon kecil, tumbuh harapan besar untuk masa depan yang lebih sehat. Jika setiap orang menanam satu pohon saja, maka miliaran pohon baru akan tumbuh dan memberi manfaat bagi seluruh makhluk hidup. Pohon-pohon yang tertanam hari ini mungkin belum memberikan hasil langsung, namun kelak akan menjadi bukti bahwa kita pernah berusaha menjaga bumi.
Karena itu, menanam pohon berarti menanam harapan. Harapan untuk udara yang lebih bersih, lingkungan yang lebih sejuk, dan kehidupan yang lebih baik bagi generasi berikutnya.(*)
Oleh Kayana Elvetta Husna