Beberapa waktu lalu, saya bersama rombongan teman – teman saya berkunjung ke geopark Karangsambung yang berada di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Geopark ini terkenal dengan keindahan alamnya dan batuan geologinya. Tidak hanya menawarkan pemandangan menakjubkan, tetapi juga menyimpan berbagai bukti sejarah alam yang terbentuk sejak jutaan tahun yang lalu. Yang menjadikanya termasuk dalam wisata edukasi di Kebumen.
Geopark Karangsambung–Karangbolong mencakup area yang sangat besar, mulai dari utara Kebumen di Karangsambung hingga selatan di Karangbolong yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Kawasan ini memiliki pentingnya ilmiah yang tinggi karena terdapat berbagai jenis batuan, struktur geologi, serta fosil yang merekam sejarah panjang terbentuknya Pulau Jawa.
Keunikan daerah ini membuatnya diakui oleh komunitas internasional. Pada 24 Mei 2023, UNESCO memberikan pengakuan resmi terhadap Geopark Karangsambung– Karangbolong dengan status UNESCO Global Geopark (UGGp). Dengan pengakuan ini, Karangsambung–Karangbolong menjadi Geopark Global kesepuluh dari Indonesia, sebanding dengan kawasan-kawasan terkenal lainnya seperti Batur, Gunung Sewu, dan Ciletuh– Pelabuhan Ratu.
Di sepanjang perjalanan menuju Geopark Karangsambung mata saya disuguhi pemandangan yang indah dari perbukitan hijau, aliran sungai Luk Ulo yang terkenal dengan bebatuan purbanya, suasanya pedesaan dan udara yang sejuk. Setibanya disana kami disambut oleh pemandu dari Balai Informasi dan Konservasi Kebumian BRIN, yang memberikan penjelasan tentang sejarah geologi dan pentingnya pelestarian lingkungan di kawasan geopark ini.
Sebelum memulai penjelajahan, kami terlebih dahulu membeli tiket masuk kawasan Geopark Karangsambung–Karangbolong di pos utama. Harga tiketnya cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per orang untuk kawasan Cagar Alam Geologi Karangsambung. Bagi pengunjung yang ingin mengunjungi beberapa titik wisata atau mengikuti tur edukasi lengkap, tersedia juga tiket terusan seharga sekitar Rp50.000 per orang. Dengan biaya yang cukup murah, pengunjung sudah bisa menikmati keindahan alam, mendapatkan penjelasan dari pemandu, dan belajar langsung tentang proses terbentuknya bumi.
Sebelum kami menjelajahi Geopark ini kami di ceritakan sejarah dari Geopark Karangsambung. Sejarah terbentuknya Geopark Karangsambung berawal dari proses geologi purba yang sangat panjang. Sekitar 120 juta tahun yang lalu, kawasan ini merupakan dasar samudra dalam. Melalui proses tabrakan lempeng bumi dan aktivitas tektonik, lapisan dasar laut tersebut terangkat ke permukaan dan membentuk pegunungan batuan tua yang kita lihat sekarang. Karena itulah para ahli geologi menyebut Karangsambung sebagai “Laboratorium Alam Dunia”, tempat terbaik untuk mempelajari sejarah bumi. Sebelumnya juga banyak para ahli yang sudah meneliti kawasan ini.
Perjalanan kami dimulai dengan mengunjungi Sungai Luk Ulo, tempat di mana berbagai jenis batuan purba dapat ditemukan. Pemandu menjelaskan bahwa batu-batu di sungai ini berasal dari dasar laut purba yang terangkat akibat tumbukan lempeng bumi. Kami juga mengunjungi Batu Sabak, Batu Breksi, dan Batuan Ofiolit, yang masing-masing memiliki kisah tersendiri tentang perubahan bentuk bumi selama jutaan tahun.
Kami juga diperlihatkan fosil binatang laut purba seperti penyu, kerang, koral, dan mikroorganisme laut lainya. Fosil-fosil ini menjadi bukti nyata bahwa daerah Karangsambung dulunya merupakan dasar samudra purba jutaan tahun yang lalu.
Selain mengunjungi tempat-tempat dengan batuan dan fosil, kami juga singgah di Balai Informasi dan Konservasi Kebumian BRIN. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi batuan, fosil, dan peta geologi yang menjelaskan bagaimana Pulau Jawa terbentuk. Lokasi ini seperti museum kecil yang sangat menarik serta membantu kami memahami perubahan bumi dari waktu ke waktu.
Setelah selesai belajar tentang geologi, kami melanjutkan perjalanan ke selatan geopark, yakni daerah Bukit Pentulu Indah dan Pantai Karangbolong. Dari puncak bukit, pemandangan sekitar sangat memukau — lembah hijau yang luas dengan sungai yang mengalir berkelok-kelok di antara tebing batuan tua. Di Pantai Karangbolong, kami menikmati suara ombak dan semilir angin laut yang menenangkan.
Kunjungan ini tidak hanya menambah wawasan tentang ilmu kebumian, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan alam Indonesia. Saya belajar bahwa di balik batu dan fosil itu tersimpan kisah panjang mengenai perjalanan bumi yang menakjubkan. Saya juga menyadari betapa pentingnya menjaga kelestarian alam agar kekayaan geologi ini tetap ada untuk generasi yang akan datang.
Secara keseluruhan, pengalaman berkunjung ke Geopark Karangsambung– Karangbolong sungguh berkesan dan berarti. Tempat ini bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga merupakan ruang belajar alam terbuka yang mengajarkan mengenai sejarah bumi, kehidupan purba, dan pentingnya keseimbangan ekosistem. Saya merasa bangga karena Indonesia memiliki situs alam yang diakui dunia dan telah diakui oleh UNESCO sejak 24 Mei 2023, dan saya berharap lebih banyak orang dapat berkunjung untuk belajar sekaligus menikmati pesona alamnya.(*)
Oleh Salsa Indra Bramasti