Resensi Film “Flipped”

Judul Film   : Flipped

Sutradara                                                                  : Rob Reiner

Penulis Naskah                                                         : Wendelin Van Draanen

Produser      : Castle Rock Entertaiment

Pemain Utama : Madeline Carroll dan Callan McAuliffe

Durasi              : 90 menit

Genre                                                                  : Drama dan Romance

Tanggal Rilis    : 6 Agustus 2010

                 Film ini menceritakan tentang kisah pertemanan antara July Baker dan Bryce Loski. Sejak kecil Juli menaruh hati kepada Bryce. Namun, alih-alih merasakan hal yang sama, Bryce justru merasa terganggu akan kehadiran Juli karena perhatiannya yang berlebihan kepada Bryce, ia menganggap bahwa Juli adalah gadis yang aneh. Setiap harinya Juli selalu mencari perhatian kepada Bryce, seperti membantu menyelesaikan pekerjaan dan mengajaknya bermain dengan tujuan agar Bryce meliriknya.

                 Saat kelas enam, Bryce mengajak Sherry, gadis yang Juli benci untuk berkencan dengannya. Bryce melakukan hal itu dengan tujuan agar Juli tidak tertarik lagi dengan Bryce kemudian menjauhinnya. Namun tidak lama kemudian terjadi konflik asmara antara Bryce dan Sherry yang menyebabkan hubungan mereka retak. Mendengar hal itu, Juli kembali melancarkan aksinya untuk mendekati Bryce.

                 Setiap hari Juli selalu mengajak Bryce untuk memanjat pohon kesayangannya, yaitu pohon sycamore. Namun ajakan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Bryce. Bryce berpikir bahwa tindakan itu sangatlah bodoh, menyayangi pohon yang bahkan tidak bisa bicara sekalipun. Mendengar hal itu Juli merasa kesal namun, ia tidak menghiraukan cacian Bryce karena Juli sangat menyayangi pohon tersebut. Juli berpikir bahwa dari pohon itulah dia bisa melihat dunia. Juli begitu menikmati keindahan dunia dari atas pohon sycamore tersebut.

                 Hingga pada saat itu datanglah segerombolan polisi berdiri tepat di depan pohon sycamore yang hendak ditebang karena beberapa alasan. Melihat hal itu Juli memohon kepada Bryce untuk menolongnya, berharap Bryce ikut membujuk polisi sangat tidak menebang pohon itu, tetapi lagi-lagi Bryce tidak peduli akan hal itu. Tindakan Bryce membuat Juli benar-benar kecewa.

                 Juli mulai bangkit dari keterpurukannya. Ia memenangkan perlombaan sains di sekolah yang meneliti bagaimana cara kerja telur menetas. Kemudian Juli menerapkan ilmu yang ia dapat untuk membuat ternak ayam di rumahnya. Siapa sangka, ayam yang ia pelihara kini menghasilkan telur yang sangat banyak. Merasa bahwa telurnya terlalu banyak, Juli memberi kotak berisi telur kepada Bryce setiap harinya. Hari demi hari Juli mengantarkan telur ke rumah Bryce dengan hati yang berbinar. Hingga pada akhirnya Juli melihat Bryce membuang telur pemberiannya ke tempat sampah dengan alasan ia dan keluarganya takut apabila telur tersebut terkena bakteri akibat rumah Juli yang kotor menurut pandangan keluarga Bryce. Setelah mengetahui fakta pahit itu, Juli merasakan kekecewaan yang sangat besar kepada Bryce karena tidak menghargai pemberiannya.

                 Menyadari akan hal itu, Bryce merasa bersalah dan Juli enggan berbicara lagi dengannya. Bryce pun menurunkan egonya untuk meminta maaf kepada Juli atas segala kesalahan yang ia perbuat dan ia berjanji akan membantu Juli menanam pohon sycamore di depan rumahnya.

                 Atas peran Kakek Chet yang selalu memandang positif Juli sebagai gadis yang cerdas, berprinsip, dan mempunyai hati yang tulus, akhirnya perlahan terbukalah mata hati Bryce dan keluarganya kepada Juli.

                 Kemudian malam itu keluarga Bryce mengajak Juli beserta keluarganya untuk makan malam dan mengobrol hangat di rumah Bryce. Pada malam itulah hati Bryce mulai terketuk oleh pesona Juli Baker. Seorang gadis pemberani yang memiliki tekad gigih serta cantik paras dan hatinya. Pada akhirnya cerita mereka tidak berakhir dengan pernyataan cinta besar-besaran, melainkan dengan harapan yang sederhana, bahwa hubungan mereka bisa tumbuh perlahan, sama seperti pohon sycamore yang mereka tanam kala itu.

                 Film Flipped (2010) sangat menarik untuk ditonton. Alur cerita disajikan dengan dua sudut pandang, yaitu Juli dan Bryce, menjadi salah satu keunggulan karena penonton dapat memahami konflik dan perasaan yang sama dari perspektif berbeda. Selain itu, pesan moral yang terkandung cukup kuat, terutama tentang arti cinta yang tulus, kejujuran, dan menghargai orang lain. Suasana klasik tahun 1950–1960-an juga berhasil ditunjukkan dengan indah melalui latar, musik, dan visual, sehingga menambah kesan hangat dan nostalgia. Akting yang dilakukan oleh pemeran, khususnya pada tokoh utama Madeline Carroll dan Callan McAuliffe terasa alami dalam menggambarkan kehidupan remaja, ditambah dengan perkembangan karakter yang realistis membuat penonton semakin tertarik dengan jalan cerita.

            Namun, film ini juga memiliki kekurangan yang perlu dicermati. Alurnya terasa lambat sehingga bagi sebagian penonton terasa kurang menegangkan. Konflik yang dimunculkan juga sederhana, hanya terpaku pada kisah cinta mereka tanpa menghadirkan drama yang besar, sehingga terkesan datar bagi penonton yang menyukai cerita kompleks. Fokus yang terlalu dominan pada romansa remaja juga membuat film ini kurang relevan bagi penonton yang mencari tema lebih luas. Selain itu, akhir cerita seperti menggantug, menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana kelanjutan hubungan Juli dan Bryce yang bagi sebagian penonton bisa menimbulkan kesan kurang tuntas.