Novel Galaksi karya Ni Wayan Poppy Pertiwi merupakan sebuah karya fiksi remaja yang menarik dan penuh dengan nilai kehidupan. Buku ini diterbitkan oleh Coconut Books pada tahun 2018. Novel ini berjumlah 492 halaman dan dijual dengan harga kurang lebih Rp 99.000. Sejak awal membaca saya sudah tertarik dengan judulnya yang sederhana.
Novel ini menceritakan sosok remaja bernama Galaksi Aldebaran, seorang ketua komunitas geng sekolah bernama Ravispa yang dikenal sebagai anak pemberani, keras kepala, dan tegas. Meskipun terlihat dingin dan cuek, sebenarnya Galaksi memiliki sisi lembut dan peduli terhadap orang lain. Kehidupannya mulai berubah sejak hadirnya Kejora Ayodhya, seorang gadis sederhana, pintar, dan berani yang perlahan-lahan membuka sisi lembut dalam diri seorang Galaksi Aldebaran. Penulis berhasil menggambarkan hubungan antara Galaksi dan Kejora secara sederhana tidak berlebihan. Gaya penulisannya ringan mudah dipahami, sehingga membuat pembaca merasa mendalami peran tokoh-tokohnya.
Saya juga menyukai bagaimana Poppy Pertiwi membangun konflik dalam cerita ini karena tidak hanya soal percintaan, tetapi juga tentang persahabatan, loyalitas, dan perjuangan melawan ego diri sendiri. Selain itu, latar sekolah dan kehidupan komunitas geng yang digambarkan terasa realistis. Penulis berhasil menghadirkan suasana yang seakan nyata, lengkap dengan dinamika pertemanan dan perbedaan karakter antara tokohnya. Saya merasa seolah ikut hidup dalam cerita merasakan semangat, emosi, dan konflik yang mereka alami.
Kelebihan dari novel Galaksi terletak pada pembangunan karakter yang kuat serta alur cerita yang mengalir dengan baik. Tokoh Galaksi digambarkan bukan hanya sosok yang “keren”, tetapi juga sebagai remaja yang memiliki keraguan, rasa takut, dan sisi lembut yang jarang diperlihatkan. Karakter Kejora juga memberi warna baru dalam cerita, karena kehadirannya tidak hanya sebagai pasangan romantis, tetapi juga sebagai sosok yang membantu Galaksi menemukan makna hidup. Penggunaan bahasa yang ringan membuat novel ini enak dibaca dan mudah dipahami oleh pembaca.
Kekurangannya terletak pada beberapa bagian cerita yang terlalu Panjang dan bertele-tele, terutama pada bagian konflik antar komunitas geng. Ada kalimat-kalimat yang sebenarnya bisa dibuat lebih ringkas agar alurnya terasa lebih cepat. Selain itu, gaya bahasa remaja yang digunakan kadang terlalu santai, sehingga mungkin kurang cocok untuk pembaca yang menyukai gaya bahasa yang lebih formal. Meskipun begitu, kekurangan tersebut tidak terlalu mengganggu dan masih sebanding dengan kelebihan yang dimiliki novel ini.
Secara keseluruhan, menurut saya novel Galaksi karya Ni Wayan Poppy Pertiwi Adalah bacaan yang sangat menghibur sekaligus menginspirasi. Ceritanya mampu menggambarkan masa remaja dengan segala emosi, kegelisahan, dan semangatnya. Novel ini tidak hanya menggambarkan tentang cinta tetapi juga tentang persahabatan, keberanian untuk berubah, dan menjadi manusia yang lebih baik.
Tri aqas waldini