Jika Anda mencari tempat nongkrong yang tak dompet friendly dan tetap asyik untuk mengobrol panjang, lupakan kafe mahal dengan AC dingin. Di Kota Semarang, tepatnya di daerah Manyaran, Semarang Barat di sepanjang pinggiran Jalan Suratmo, banyak penjual yang menjajakan dagangannya.
Dari semua dagangan salah satu yang menarik adalah penjual susu yang menyulap mobil pick up-nya menjadi tempat jualan, letaknya persis di kiri jalan, di bawah pohon mahoni besar, setelah perempatan. Si Bapak dan Ibu penjual memarkir mobil di pinggir trotoar dan menata dagangannya di bak belakang, lalu mengelar tikar di trotoar sebagai alas duduk bagi pembelinya.
Mereka tidak hanya sekedar menjual susu sapi murni hangat atau dingin, tetapi juga menawarkan berbagai varian rasa yang memanjakan lidah. Mulai dari rasa klasik yang disukai orang tua seperti susu jahe, susu telur madu jahe, susu telor, hingga rasa yang modern yang disukai anak muda dan anak kecil seperti susu cokelat, susu stroberi, susu vanila hingga rasa matcha.
“Yang luar biasa dari minum susu di sini adalah rasa susu sapi murninya memiliki rasa otentik yang sangat fresh dalam setiap tegukannya menghadirkan rasa susu sapi yang nagih, minuman ini sempurna untuk menghagatkan badan,” ujar Mozes, seorang mahasiswa yang sedang menikmati susu murni original. “Harga murah, bikin kenyang dan bikin tidur nyenyak, “tambahnya sambil tertawa.
Harganya murah hanya tujuh ribu lima ratus rupiah untuk berbagai varian rasa, kecuali yang ada tambahan telur, sudah merupakan harga yang murah bagi seluruh kalangan masyarakat untuk sekedar nongkrong menghabiskan malam bersama teman, keluarga maupun kolega.
Selain tempatnya yang sangat mudah dijangkau karena di tengah kota, dan strategis, kita langsung dapat melihat segala yang ada di sekitarnya. Tempatnya cukup luas, bersih, dan nyaman. Di samping kanan dan di depannya banyak penjual makanan ringan dari yang jadul sampai yang viral, selain itu, ada juga makanan berat seperti mie goreng, penyetan, nasi goreng, dan sate.
Konsep lesehan di pinggir jalan menjadi kunci utama kenyamanan tempat ini karena pembeli dapat duduk santai, melepas sepatu, dan berinteraksi tanpa batasan meja atau kursi formal.
“Suasananya itu sangat santai. Mereka menjual dagangannya di pinggir trotoar letaknya persis di kiri jalan bawah pohon mahoni besar setelah perempatan. Mereka juga menggelar tikar di atas trotoar sebagai alas duduk bagi para pembeli dan gampang untuk bersosialisasi sama orang baru,” ujar Jemima, yang rutin nongkrong di sana bersama teman-temannya. Ia menambahkan, suara kendaraan yang melintas justru menambah suasana ramai dan tidak kaku.
“Kami memang ingin menyediakan tempat yang dapat dikunjungi oleh segala umur dan segala lapisan tanpa merasa terintimidasi oleh harga atau penampilan,” ujar Pak Simon, pemilik warung. “Intinya, susu sapi segar yang enak, harga terjangkau, dan tempat yang membuat betah berlama-lama.”
Jika kalian sedang mencari alternatif tempat nongkrong yang murah dan ramah di kantong, aku punya rekomendasi tempat nongkrong yang mempunyai vibe lokal yang kuat, coba saja kalian untuk mengunjungi dan menyegarkan diri untuk sekedar duduk dan minum susu di pinggir Jalan Suratmo. Susu hangat dan obrolan seru di bawah langit malam bisa jadi resep sempurna untuk menutup hari yang panjang. Selamat mencoba.
Sumber:
NOR ROCHMAN,(31 January 2022).awall.id.Menikmati Suasana Kota Lama dengan Kuliner Pinggir Jalan Kota Lama, Mantap…
A.Nugroho.(29 Mei 2025). radarmalang.jawapos.com.Kuliner Pinggir Jalan Kini Jadi Destinasi Wajib Generasi Muda Malang
Nama: Mozes Peresta Gracesion
NIM:2502020168
Prodi: Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
Jenis Tugas : Berita Santai
Kelompok: 14