“Bledugg…bledugg…bledugg…,”Suara letupan keras berasal dari bawah tanah, mengeluarkan gelembung lumpur secara berulang setiap 1-2 menit sekali. Letupan lumpur bervariasi dengan tinggi mencapai dua meter. Hamparan tanah kosong tandus seluas empat hektar, mengeluarkan asap putih dan aroma belerang sangat menyengat. Inilah Bledug Kuwu, fenomena alam unik yang hanya dapat di temukan di Kabupaten Grobogan.
Bledug kuwu terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Tempat ini berjarak kurang lebih 28 Kilometer ke arah timur dari Kota Purwodadi. ” Bledug” dalam bahasa Jawa memiliki arti letupan atau ledakan , sedangkan “Kuwu” lokasi terjadinya letupan tersebut. Bledug Kuwu terkenal dengan letupan lumpur yang terjadi akibat aktivitas pelepasan gas metana dari dalam teras bumi, yang terperangkap di bawah lapisan tanah. Ketika tekanan gas meningkat, ia mencari jalan keluar dengan meledakan lumpur ke permukaan.
Menurut legenda dan keyakinan masyarakat setempat, Bledug Kuwu terjadi akibat adanya lubang penghubung antara tempat itu dengan Laut Selatan. Lubang itu diciptakan Jaka Linglung, ular raksasa Putra Aji Saka, ketika perjalanan dari Laut Selatan menuju Medang Kamulan, setelah mengalahkan buaya putih jelmaan Prabu Dewata Cengkar. Sesampainya di Desa Kuwu Jaka Linglung merasa kelelahan, ia mengeluarkan seluruh tubuhnya untuk beristirahat sejenak. Bekas keluar masuknya Jaka Linglung itulah menjadikan sebuah fenomena letupan lumpur yang bernama Bledug Kuwu.
Selain letupan yang mengeluarkan lumpur, air di sekitar lokasi terasa asin, warga sekitar memanfatkanya dengan membuatnya menjadi garam tradisional. Prosesnya sangat sederhana, namun menarik untuk dipelajari. Pertama, air lumpur diendapkan terlebih dahulu. Kemudian, dijemur di bawah sinar matahari hingga menghasilkan butiran-butiran garam. Anugerah pemberian Tuhan yang sangat menakjubkan jika dipikir menggunakan penalaran manusia, rasanya mustahil bagaimana bisa tempat yang jauh dari laut namun mengandung garam yang sangat tinggi.
Keunikan dan keajaiban alamnya membuat Bledug Kuwu sering dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Mereka berdatangan untuk menyaksikan fenomena letupan lumpur sembari belajar tentang fenomena geologi. Setelah berkeliling tidak perlu takut akan kelaparan dan kehausan, di sekitar lokasi terdapat warung-warung kecil yang menjual berbagai makanan khas Grobogan seperti Swekee, Bothok, Sale Pisang, Semprong, Gampit , dan masih banyak lagi.
Menurut dinas pariwisata Kabupaten Grobogan, setiap tahun Bledug Kuwu ramai dikunjungi wisatawan. Itulah sebabnya menjadi salah satu ikon wisata unggulan daerah. Kini pemerintah terus berupaya mengembangkan objek wisata bledug kuwu, dengan menyediakan tempat parkir yang aman, gazebo luas, serta pelayanan yang ramah dengan harapan tempat ini semakin dikenal luas oleh wisatawan.
Nama : Pradina Dwi Anggraini
NIM : 2502020115
Rombel : 4 ( empat )
Jenis teks : Teks Feature