Travelling ialah bukan semacam hal yang tidak lumrah di masyarakat umum. Banyak yang menganggap bahwa kegiatan berupa melakukan perjalanan ke suatu tempat tertentu itu merupakan hal pokok dalam kehidupan mereka. Mengapa demikian? Masyarakat di sekitar kita bahkan di seluruh dunia pastinya mempunyai satu pemikiran dalam melakukan suatu kegiatan yang menyenangkan dan dapat dikenang dalam memori hidup, sehingga banyak yang membuktikan bahwa travelling adalah penopang dalam pelik dan sesaknya hidup ataupun sekedar ingin mengabadikan momen-momen berharga bersama orang-orang terdekat maupun memuaskan ingin dalam diri (quality time). Dari melepas penat setelah padatnya jam kerja, mengabadikan momen bersama sahabat, mewujudkan suatu impian tertentu, atau hanya sekedar menghabiskan waktu kosong yang panjang. Semua bisa dilakukan dengan travelling.
Orang-orang dalam tujuan tertentu terkadang tidak hanya berpikiran untuk melakukan suatu kegiatan tersebut dalam ranah yang mudah dijangkau. Apalagi mereka yang telah terbiasa travelling akan memilih destinasi baru dan mungkin bisa jadi bertujuan ke tempat yang jarang dikunjungi orang-orang. Sama halnya dengan perkembangan teknologi sekarang juga mempengaruhi kegiatan ini. Seperti media sosial yang menjadi tolak ukur penunjang kehidupan seseorang dengan begitu juga merebaknya beberapa pop culture yang menjadi tarikan orang-orang dalam melakukan suatu hal dengan mengikuti suatu tren tertentu. Dengan itu, masyarakat dapat dengan mudah berbondong-bondong menciptakan maupun mengikuti apapun yang menjadi sorotan utama dalam perkembangan tren sosial. Misalnya pop culture yang menjadi sorotan masyarakat sekarang ini ialah OOTD Korean style, kuliner Korea, K-drama, K-POP, atau Korean lifestyle lainnya. Dari situlah masyarakat beranggapan tidak tahu darimana tren ini berasal tetapi banyak yang terdorong akan sosial media effect yang membuat rasa tidak ingin tertinggal suatu tren tertentu (Fear of Missing Out )itu muncul. Banyak dari mereka ingin merealisasikan suatu tren tersebut dengan cara mengikuti ke dalam ranah atau tempat dimana tren itu berasal. Seperti tadi Korean culture sekarang menjadi daya tarik utama masyarakat dalam mengikuti suatu tren sosial.
Objek-objek wisata di Korea adalah realisasi masyarakat dalam melakukan perkembangan tren sosial. Mereka travelling ke negara gingseng demi mewujudkan keinginan dalam mengikuti suatu perkembangan zaman. Dengan itulah banyak destinasi wisata disana yang menjadi wishlist masyarakat umum. Dari tempat bersejarah sampai tempat hiburan jalan-jalan malam yang diisi deretan kuliner khas Korea menjadi tempat populer. Di bawah ini adalah beberapa destinasi objek wisata Korea yang bisa dikunjungi masyarakat yang tentunya tidak akan mengecewakan.
- Istana Gyeongbokgung
Istana Gyeongbokgung atau Istana Gyeongbok adalah salah satu destinasi wisata favorit yang berada di Seoul, Korea Selatan. Ini merupakan istana utama pada era Dinasti Joseon, yang dibangun pada tahun 1395. Lokasi istana bersejarah ini terletak di hadapan Gunung Baegaksan. Di sebelah selatan istana, terdapat Gwanghwamun Square yang hanya berjarak sekitar 100 meter lebih. Di Gwanghwamun Square berdiri patung Raja Sejong dan tokoh militer dan pahlawan nasional Korea Selatan, Laksamana Yi Sun Shin, yang terkenal.
Jika berencana mampir ke istana ini saat liburan ke Negeri Ginseng, ketahui dulu harga tiket terbarunya sehingga teman-teman bisa menyisihkan dana. Mengetahui jam buka terbaru juga memudahkan untuk menyusun rencana perjalanan.
Harga tiket Istana Gyeongbokgung bagi wisatawan mancanegara dewasa usia 19-64 tahun adalah 3.000 won atau setara sekitar Rp 32.300. Jika datang bersama rombongan dengan minimal 10 orang, tiket masuknya bisa lebih murah, yakni 2.400 won atau sekitar Rp 25.800. Sedangkan bagi pengunjung dewasa di atas 65 tahun tidak dikenai biaya tiket alias gratis. Sementara harga tiket Istana Gyeongbokgung bagi wisatawan mancanegara anak usia 7-18 tahun adalah 1.500 won atau sekitar Rp 16.100. Sementara tarif rombongan adalah 1.200 won atau sekitar Rp 13.000. Adapun pengunjung anak di bawah usia 6 tahun digratiskan masuk.
Waktu terbaik untuk mengunjungi Istana Gyeongbokgung di Seoul sangat bergantung pada preferensi pribadi dan jenis pengalaman yang Anda cari. Namun, dengan mempertimbangkan iklim dan acara, waktu-waktu berikut mungkin ideal:
Musim Semi (April hingga Juni) : Musim semi di Seoul menghadirkan suhu yang sejuk dan bunga sakura yang indah. Menjadikannya waktu yang populer untuk mengunjungi Istana Gyeongbokgung. Bunga sakura menambah sentuhan memukau pada lingkungan sekitar istana, menciptakan pengalaman yang indah dan tak terlupakan bagi para pengunjung.
Musim Gugur (September hingga November) : Musim gugur juga merupakan waktu yang tepat untuk berkunjung. Karena cuacanya umumnya sejuk dan dedaunan pepohonan di sekitarnya yang berubah warna menciptakan latar belakang yang berwarna-warni dan semarak untuk istana. Suhu yang lebih sejuk membuat penjelajahan di halaman istana lebih nyaman.
- Namsan Tower
Namsan Tower, dikenal juga sebagai N Seoul Tower adalah sebuah mercusuar di kota Seoul, Korea Selatan, yang telah lama menjadi ikon yang memikat hati para pengunjung. Dibangun pada tahun 1969, menara ini tidak hanya sebuah struktur megah yang memenuhi horison kota, tetapi juga tempat yang penuh cerita dan fakta menarik yang menjadikannya tujuan wisata yang tak terlupakan.
Namsan Tower, terletak di Bukit Namsan (Bukit Selatan) adalah tempat yang harus dikunjungi bagi siapa pun yang datang ke Seoul. Dikelilingi oleh hutan hijau yang teduh, menara ini menjadi titik fokus yang tak terhindarkan bagi setiap pelancong. Setiap tahun, ribuan pengunjung lokal dan mancanegara berbondong-bondong menuju menara ini untuk menikmati pemandangan spektakuler yang dapat kamu lihat dari puncaknya. Tak hanya itu, kamu dapat secara langsung mengagumi keindahan Kota Seoul ketika berada di Observatorium N Seoul Tower yang terletak pada ketinggian sekitar 138 meter di atas tanah.
Apabila kamu mengunjungi puncak menara N Seoul Tower, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir ke restoran yang berkapasitas hingga 184 kursi. Ini akan memberikan kamu pengalaman tak terlupakan saat menikmati hidangan lezat sembari menikmati panorama menakjubkan Kota Seoul.
Salah satu fakta menarik tentang Namsan Tower adalah perannya sebagai pemancar radio yang penting. Sebelum era teknologi komunikasi modern, menara ini digunakan untuk siaran radio dan televisi di Korea Selatan. Dengan antena yang menjulang tinggi di atas kota, Namsan Tower telah berkontribusi dalam menjadikan saluran komunikasi yang berkualitas di seluruh kota.
Sebagai destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh pasangan, tidaklah mengherankan bahwa Namsan Tower memiliki area khusus di mana pasangan dari seluruh dunia dapat mengunci gembok mereka sebagai simbol cinta yang abadi. Gembok-gembok ini kemudian dibuang kuncinya untuk menandai janji mereka yang kuat. Ini adalah salah satu contoh keindahan universal cinta yang sangat terasa di tempat ini. Tapi, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Korea Selatan telah merespon dengan tindakan bijak, menghadirkan kotak-kotak khusus yang dapat digunakan untuk menaruh kunci gembok. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi penumpukan kunci gembok di sekitar wilayah pegunungan yang bisa berdampak pada masalah limbah dan kebersihan.
Namsan Tower sering digunakan sebagai latar belakang dalam berbagai drama Korea.
Dengan pemandangan menara yang mengagumkan dan cahaya yang mempesona, tempat ini sering digunakan dalam adegan-adegan romantis di drama Korea.
- Myeongdong Street
Seoul, ibu kota Korea Selatan, dikenal dengan kehidupan malam yang sibuk dan berbagai pengalaman wisata yang menarik. Namun, salah satu hal yang paling memikat bagi wisatawan adalah kuliner khas yang bisa ditemukan di setiap sudut kota, terutama di kawasan Myeongdong. Terkenal dengan jalan-jalan yang dipenuhi kios-kios street food, Myeongdong adalah surga bagi para pecinta makanan. Tidak hanya karena ragam makanannya, tetapi juga suasananya yang hidup. Cocok untuk kamu yang ingin merasakan sensasi kuliner Korea dengan cara yang autentik.
Rekomendasi makanan khas myeongdong yang wajib dicoba :
- Tteokbokki (Kue Beras Pedas)
Tteokbokki adalah hidangan yang tidak bisa dilewatkan saat kamu berada di Myeongdong. Kue beras yang kenyal ini disajikan dengan saus pedas manis yang menggoda. Biasanya, tteokbokki dilengkapi dengan telur rebus, fish cake, dan kadang-kadang irisan daging. Rasanya yang pedas, gurih, dan sedikit manis membuatnya sangat populer di kalangan wisatawan maupun warga lokal.
- Hotteok (Pancake Isi)
Hotteok adalah pancake Korea yang diisi dengan campuran gula, kacang, dan kayu manis. Makanan ini sangat cocok dimakan saat cuaca dingin karena rasanya yang hangat dan manis. Biasanya, kamu bisa menemukan hotteok di banyak kios yang ada di sepanjang jalan Myeongdong.
- Mandu (Pangsit Korea)
Jangan lewatkan mandu, pangsit khas Korea yang bisa diisi dengan berbagai bahan seperti daging, sayuran, dan kimchi. Mandu yang baru saja digoreng atau direbus, disajikan dengan saus pedas manis atau saus kedelai. Rasanya yang lezat dan porsinya yang pas membuatnya menjadi pilihan favorit banyak orang.
- Bungeoppang (Kue Berbentuk Ikan)
Bungeoppang adalah camilan manis berbentuk ikan yang diisi dengan pasta kacang merah. Rasanya manis dan lembut, dan sangat cocok sebagai cemilan sambil jalan-jalan. Bentuknya yang unik juga membuat camilan ini jadi favorit para wisatawan.
- Twisted Potato (Kentang Putar)
Jika kamu penggemar makanan gurih, twisted potato bisa menjadi pilihan yang tepat. Kentang dipotong tipis, diputar di tusuk sate, lalu digoreng hingga renyah dan ditaburi berbagai bumbu pilihan seperti keju, paprika, dan saus sambal. Kentang yang renyah dan bumbu yang menggugah selera akan membuat kamu ketagihan.
Travelling bukan cuma soal jalan-jalan atau liburan semata, tapi juga tentang menikmati proses, mengenal budaya baru, dan menciptakan kenangan berharga. Tidak heran kalau Korea jadi salah satu destinasi impian banyak orang, karena selain punya pemandangan indah, negara ini juga menawarkan pengalaman seru yang terinspirasi dari budaya populer yang sedang tren di seluruh dunia.
Pada akhirnya, travelling bukan hanya sekadar kegiatan berpindah tempat, tetapi juga sebuah cara untuk memperkaya pengalaman, memperluas wawasan, dan memahami berbagai budaya di dunia. Melalui perjalanan, seseorang dapat menemukan makna baru dalam hidupnya serta menikmati keindahan yang ditawarkan oleh setiap sudut dunia, seperti halnya daya tarik budaya dan wisata Korea yang kini menjadi magnet bagi para pecinta travelling di seluruh dunia.
Nama : Safira Ajmal Mumtaz K.Z
Nim : 2502020124
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Rombel : 4
Tugas : Berita Santai (objek wisata)