Ratusan Siswa di Kabupaten Bandung Barat Keracunan setelah Mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG)

Foto Korban Keracunan MBG di Kabupaten Bandung Barat.

Sebanyak 1.333 siswa menjadi korban keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kasus keracunan massal tersebut terjadi usai para korban menyantap hidangan MBG di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Data terakhir dihimpun pada Jumat, 26 September 2025.

Berdasarkan laporan dari berbagai media, dugaan kasus keracunan pertama kali terjadi di Kecamatan Cipongkor pada Senin, 22 September dengan jumlah siswa yang mengalami keracunan terus meningkat per Rabu, 24 September 2025. Beberapa siswa mengalami gejala yang mengarah pada keracunan, seperti sakit perut, mual, pusing, dan muntah.

Menurut laporan yang diterima, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat telah mengambil sampel muntahan milik siswa yang diduga keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Menu yang dikonsumsi antara lain: nasi, ayam kecap, tahu goreng, sayuran, dan buah-buahan. Hal ini mengakibatkan para siswa terdampak keracunan dari program MBG dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapat pertolongan dan penanganan intensif.

Meluasnya kasus tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk mempercepat penanganan korban dan distribusi sumber daya kesehatan. Pemerintah juga berkomitmen memberikan pendampingan serta layanan medis lanjutan bagi para korban setelah menjalani perawatan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Labkesda Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. Ryan Bayusantika Ristandi, menyatakan bahwa tim laboratorium menemukan adanya bakteri pada sampel makanan yang dikonsumsi siswa.

“Hasil pemeriksaan kami menunjukkan adanya bakteri pembusuk, yaitu Salmonella dan Bacillus cereus yang berasal dari komponen karbohidrat dalam makanan,” ujar Ryan, dilansir dari Antara, Minggu 28 September 2025.

Ia menerangkan bahwa faktor utama terjadinya kontaminasi disebabkan oleh jeda waktu yang terlalu lama antara proses penyiapan hingga penyajian makanan yang mempercepat proses bakteri untuk berkembang biak.

Ryan menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan, mulai dari penggunaan air bersih hingga memastikan kebersihan petugas dapur. la menyarankan agar makanan disimpan pada suhu di atas 60°C atau di bawah 5°C guna mencegah pembusukan.

Dinas Kesehatan Jawa Barat mengimbau kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG untuk memperkuat penerapan protokol keamanan pangan guna memastikan kualitas makanan tetap terjamin dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Yasyfa Syahrudhiya