Semarang, 11 Mei 2026 — Sebagai langkah awal pelaksanaan program pengabdian masyarakat, tim pengabdi Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar rapat koordinasi daring bersama mitra pengabdian pada Senin (11/5/2026), guna mempersiapkan pelaksanaan program pengabdian masyarakat bertajuk Pendampingan Komunitas Pendidikan Kota Semarang dalam Peningkatan Literasi dan Karakter di Sekolah.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan mitra pengabdian, Galih Suci Pratama, S.Pd., M.Pd. dan dipimpin oleh Dr. Asep Purwo Yudi Utomo dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNNES. Tim pengabdian ini merupakan perpaduan dari dosen, tendik, dan mahahasiswa, yaitu Prof. Dr. Ngabiyanto, M.Si., Prof. Dr Tommi Yuniawan M.Hum., Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd., Iwan Hardi Saputro, S.Pd., M.Si., Himmatul Ulya S.IP., M.I.Kom., Niswa Adlina Labiba S.I.P, M.Sos., Nur Riwayati, S.Pd.

Tiga mahasiswa pengabdi juga turut hadir dalam pertemuan tersebut guna mendukung persiapan program yang akan dilaksanakan dalam waktu mendatang, yaitu Riri Kumalasari, Audya Nilam Nariswari, Allamanda Kusumaning Anjora.
Rapat koordinasi membahas berbagai persiapan teknis pelaksanaan program pengabdian, termasuk mekanisme pendampingan, gambaran umum kegiatan, serta pembagian tugas kepada masing-masing anggota tim pengabdi. Pembahasan dilakukan secara bertahap agar setiap anggota memahami peran dan tanggung jawabnya selama program berlangsung.
Selain itu, koordinasi awal ini juga dimanfaatkan untuk menyusun pola kerja sama antara tim pengabdi dan mitra agar pelaksanaan program dapat berlangsung secara efektif dan terorganisasi. Komunikasi awal dinilai penting untuk membangun sinergi sekaligus memperkuat koordinasi antaranggota tim dan mitra pengabdian.
Dalam pertemuan tersebut, tim pengabdi turut membahas kebutuhan teknis yang diperlukan selama proses pendampingan di sekolah. Beberapa poin yang menjadi perhatian meliputi alur kegiatan, pembagian pekerjaan, serta strategi pelaksanaan program agar dapat berjalan sesuai rencana.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Asep menegaskan bahwa pengabdian masyarakat bukan sekadar aktivitas mengajar kepada masyarakat, melainkan juga bentuk pemberdayaan. “Pengabdian itu tidak selalu mengajarkan, tetapi juga memberdayakan,” ujarnya.
Program pengabdian yang akan dilaksanakan tersebut difokuskan pada upaya peningkatan literasi dan penguatan karakter di sekolah melalui pendampingan komunitas pendidikan di Kota Semarang. Pendekatan kolaboratif diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih aktif, positif, dan mendukung pengembangan karakter peserta didik.
Pertemuan daring ini menjadi tahap awal sebelum program pengabdian dilaksanakan secara langsung di lapangan. Dengan adanya koordinasi yang matang, seluruh pihak berharap program dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi sekolah maupun komunitas pendidikan yang terlibat.