Keseruan Belajar dan Berkarya di Desa Wisata Purangga Park Karanggayam

Oleh Alan Ananda

Purangga Park merupakan salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Kebumen yang berlokasi di Kecamatan Karanggayam. Desa wisata ini telah berdiri sejak tahun 2020 dan terus berkembang sebagai destinasi yang menggabungkan potensi alam, budaya, serta kehidupan masyarakat yang harmonis. Nama “Purangga” sendiri diambil dari sejarah momen pertempuran di wilayah Karanggayam, yang menjadi bagian penting dari identitas dan nilai historis desa tersebut.

Desa Wisata Purangga Park memiliki tiga aspek utama yang menjadi daya tariknya, yaitu keindahan alam, kekayaan budaya, dan kehidupan sosial masyarakat. Dari segi alam, Purangga Park dikenal dengan kawasan hutan lindung yang berada di wilayah hulu. Keberadaan hutan ini tidak hanya menjadi penyangga ekosistem, tetapi juga menjadi simbol komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Udara yang sejuk, pemandangan yang asri, serta suasana yang tenang menjadikan tempat ini sangat cocok sebagai destinasi wisata berbasis alam.

Dari sisi budaya, masyarakat Karanggayam tetap melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Salah satunya adalah tari cepetan, sebuah kesenian khas yang erat akan nilai filosofis dan energi kebersamaan. Selain itu, terdapat pula tradisi kenduri yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nilai-nilai budaya tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dikenalkan kepada para pengunjung sebagai bentuk edukasi budaya.

Berkat pengelolaan yang baik serta partisipasi aktif masyarakat, Desa Wisata Purangga Park berhasil meraih berbagai prestasi, di antaranya Juara 2 Lomba Desa Wisata Tahun 2023 dan Juara 1 Lomba Desa Wisata Tahun 2024 di tingkat Kabupaten Kebumen. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Purangga Park memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata yang berdaya saing.

Pada tanggal 2 Februari 2025, saya sebagai finalis Mas Mbak Kebumen 2025 berkesempatan untuk mengunjungi Desa Wisata Purangga Park. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal lebih dalam potensi desa wisata sekaligus sebagai bentuk implementasi peran kami dalam mempromosikan pariwisata daerah. Dalam kesempatan tersebut, saya, Alan Ananda, berpasangan dengan Fahma Aulia untuk membuat konten promosi yang menarik dan informatif.

Setibanya di lokasi, kami disambut dengan hangat oleh masyarakat setempat. Sambutan dibuka oleh Mr. Hank selaku Kepala Pokdarwis Desa Wisata Karanggayam sekaligus perwakilan DKR Karanggayam. Suasana kekeluargaan sangat terasa sejak awal kedatangan. Setelah itu, kami melakukan registrasi dan beristirahat sejenak sambil menikmati hidangan makanan ringan hasil olahan masyarakat lokal yang mencerminkan kearifan dan potensi ekonomi desa.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengenalan yang diawali dengan permainan interaktif berupa puzzle. Permainan ini mengharuskan kami untuk memadukan warna dari sembilan kotak dengan kotak tengah yang berisi empat warna utama. Meskipun terlihat sederhana, permainan ini ternyata cukup menantang dan membutuhkan konsentrasi, kerja sama, serta ketelitian dalam waktu yang terbatas. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih fokus dan kekompakan antarpeserta.

Setelah sesi permainan, kami disuguhkan pertunjukan tari cepetan yang dibawakan oleh penari muda lokal. Gerakan yang dinamis serta iringan musik yang khas menciptakan suasana yang meriah dan penuh semangat. Tidak hanya menjadi penonton, kami juga diberi kesempatan untuk ikut serta dalam menarikan tari cepetan. Pengalaman ini menjadi momen yang sangat berkesan karena kami dapat merasakan langsung bagaimana energi dan makna dari kesenian tersebut.

Selanjutnya, Mr. Hank memberikan pemaparan mengenai latar belakang, sejarah, serta keunikan Desa Wisata Purangga Park. Penjelasan tersebut disampaikan dengan penuh semangat sehingga mampu menarik perhatian seluruh peserta. Kami menjadi semakin memahami bagaimana desa ini berkembang serta bagaimana masyarakat berperan aktif dalam menjaga dan mengelola potensi yang ada.

Kegiatan berikutnya adalah penanaman bibit kopi di area sekitar Purangga Park. Kegiatan ini memiliki makna simbolis sebagai bentuk kontribusi dan jejak kenangan dari para peserta. Diharapkan, di masa mendatang tanaman kopi tersebut dapat tumbuh dan menjadi pengingat akan kebersamaan yang pernah terjalin di tempat ini.

Setelah itu, kami mengunjungi TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Desa Karanggayam. Di tempat ini, kami belajar mengenai proses pemilahan sampah serta pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan keripik pisang kepok. Kami diajarkan mulai dari tahap pemilihan bahan baku, proses penggorengan, pengeringan, hingga pengemasan produk. Keripik pisang ini memiliki cita rasa yang khas dan berpotensi menjadi produk unggulan desa yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu, produk ini juga sangat cocok dijadikan oleh-oleh bagi para wisatawan.

Selanjutnya, kami mengunjungi Oemah Golek untuk menyaksikan pertunjukan wayang golek. Kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai seni pertunjukan tradisional yang sarat akan nilai moral dan filosofi kehidupan. Tidak hanya menyaksikan, kami juga diberi kesempatan untuk mencoba memainkan wayang golek secara langsung. Pengalaman ini menjadi sangat berharga karena kami dapat belajar sekaligus turut melestarikan budaya bangsa.

Setelah rangkaian kegiatan tersebut, kami melaksanakan ishoma (istirahat, salat, dan makan) di Aula Karanggayam. Hidangan yang disajikan merupakan masakan khas yang menggugah selera dan menambah kehangatan suasana kebersamaan. Usai beristirahat, kami melanjutkan kegiatan dengan membuat kerajinan bunga sebagai oleh-oleh. Kegiatan ini melatih kreativitas serta memberikan pengalaman baru dalam menghasilkan karya seni sederhana.

Sebagai penutup kegiatan, kami belajar memainkan alat musik gamelan. Awalnya, kami menganggap bahwa memainkan gamelan merupakan hal yang sulit. Namun, setelah mencoba secara langsung dengan bimbingan dari warga setempat, ternyata alat musik ini dapat dimainkan dengan cukup mudah. Bahkan, kami mampu memainkannya secara bersama-sama hingga menghasilkan alunan musik yang harmonis dan indah.

Perjalanan di Desa Wisata Purangga Park Karanggayam ini memberikan banyak pengalaman berharga, baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun nilai-nilai kehidupan. Kegiatan ini tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya, lingkungan, dan potensi lokal. Dengan segala keunikannya dan kelebihannya, Purangga Park menjadi salah satu destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi dan dipromosikan kepada masyarakat luas.(*)