Oleh Davina Kaylarianti
Bekasi merupakan kota asal saya. Walaupun saya lahir di Jakarta, namun saya tumbuh hingga sekarang di Bekasi. Hampir seluruh hidup saya habiskan di kota ini. Semua pengalaman, baik suka maupun duka, saya lewati di Bekasi. Mulai dari masa kecil hingga masa sekolah, saat ini, saya sedang merantau ke Semarang untuk menempuh pendidikan. Meskipun kini tinggal jauh dari rumah, semua kenangan, pengalaman, dan cerita yang paling membekas tetap berasal dari Bekasi, kota yang sudah menjadi bagian penting dalam hidup saya.
Bagi sebagian orang, Bekasi mungkin hanya dikenal sebagai kota yang panas, padat, dan sering menjadi bahan candaan di media sosial. Namun bagi saya, Bekasi adalah rumah. Kota ini menyimpan banyak kenangan yang membuat saya selalu merasa nyaman untuk kembali. Seberapa pun banyak kekurangannya, saya tetap senang tinggal di sini karena suasananya sudah sangat akrab bagi saya.
Saya pernah mengalami salah satu kejadian yang cukup sulit saat lingkungan perumahan saya terkena banjir besar. Saat itu keadaan cukup merepotkan karena aktivitas sehari-hari menjadi terganggu. Meski begitu, pengalaman tersebut justru membuat saya semakin merasakan kuatnya kebersamaan antarwarga di lingkungan tempat tinggal saya. Kami saling membantu dan bekerja sama menghadapi keadaan tersebut.
Pengalaman seperti itu membuat saya sadar bahwa rumah bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga tentang orang-orang dan kenangan di dalamnya. Karena itulah, meskipun Bekasi pernah memberi pengalaman yang tidak menyenangkan seperti banjir, saya tetap merasa betah tinggal di sana.
Saya juga menjalani seluruh masa pendidikan saya di Bekasi, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Banyak kenangan berharga yang saya dapatkan selama bersekolah di kota ini. Saya bertemu banyak teman, guru, dan pengalaman yang membentuk diri saya hingga sekarang.
Salah satu hal yang membuat saya senang tinggal di Bekasi adalah karena saya bertemu dengan teman-teman yang menurut saya sangat seru. Orang-orang Bekasi punya karakter yang santai, asyik diajak bercanda, dan mudah akrab. Dari pertemanan itulah saya mendapatkan banyak cerita dan pengalaman yang tidak terlupakan.
Walaupun Bekasi tidak memiliki terlalu banyak tempat wisata, menurut saya kota ini punya kelebihan dari segi lokasi. Letaknya sangat strategis karena dekat dengan pusat kota Jakarta dan juga tidak terlalu jauh dari Bogor. Hal ini membuat saya tetap mudah pergi ke berbagai tempat ketika ingin berlibur atau sekadar jalan-jalan.
Karena rumah saya cukup dekat dengan Bogor, biasanya kalau ingin mencari suasana liburan, saya lebih sering pergi ke Bogor. Menurut saya, Bogor menawarkan lebih banyak pilihan wisata alam dan suasana yang lebih sejuk dibandingkan Bekasi. Perjalanan ke sana juga tidak terlalu jauh sehingga cukup praktis untuk dijadikan tujuan liburan singkat.
Kalau berbicara tentang wisata di Bekasi sendiri, jujur, pilihannya memang tidak terlalu banyak. Biasanya kalau ingin jalan-jalan, pilihan yang paling sering adalah pergi ke mal. Untungnya, Bekasi memiliki banyak sekali pusat perbelanjaan. Bahkan sampai sekarang saya merasa belum pernah mengunjungi semua mal yang ada di Bekasi.
Mal di Bekasi bukan hanya tempat belanja, tetapi juga tempat berkumpul bersama teman atau keluarga. Banyak momen sederhana yang saya habiskan di sana, seperti menonton film, makan bersama, atau sekadar berjalan-jalan tanpa tujuan tertentu. Hal-hal sederhana seperti itu justru menjadi bagian dari kenangan saya tentang tumbuh di Bekasi.
Salah satu pengalaman paling berkesan yang saya alami selama tinggal di Bekasi justru terjadi saat saya pergi berwisata ke Dunia Fantasi bersama teman-teman SMA. Karena Bekasi letaknya dekat dengan Jakarta. Saya dan teman-teman saya memutuskan untuk berwisata ke sana. Perjalanan itu menjadi salah satu momen yang paling saya ingat selama masa sekolah.
Kami berangkat bersama-sama menggunakan TransJakarta dari daerah Pinang Ranti. Saat itu saya merasa sangat antusias karena perjalanan dilakukan ramai-ramai bersama teman-teman. Sepanjang perjalanan kami banyak bercanda, mengobrol, dan saling mengabadikan momen.
Sesampainya di Dufan, kami mencoba berbagai wahana dan menghabiskan waktu seharian penuh di sana. Kami tertawa bersama, berteriak saat menaiki wahana yang menegangkan, dan menikmati setiap momen kebersamaan. Setelah lelah bermain, kami pulang kembali menggunakan TransJakarta dengan perasaan senang meskipun tubuh terasa sangat capek.
Pengalaman itu sangat berkesan bagi saya karena menjadi salah satu kenangan terbaik di masa SMA. Dari perjalanan sederhana itu, saya menyadari bahwa hal yang membuat suatu pengalaman menjadi spesial bukan hanya tempatnya, tetapi juga orang-orang yang bersama kita saat itu.
Bagi saya, Bekasi mungkin bukan kota wisata dengan banyak destinasi terkenal. Namun, Bekasi adalah tempat di mana saya tumbuh, belajar, berteman, dan menciptakan banyak kenangan. Kota ini selalu punya tempat khusus di hati saya, karena di sinilah sebagian besar cerita hidup saya dimulai dan terus berlanjut hingga sekarang.(*)