Limbah yang dihasilkan dari aktivitas manusia sebagian besar terdiri dari 60-70% sampah organik dan 30-40% sampah non-organik. Dari kategori sampah non-organik, plastik merupakan jenis sampah terbesar kedua dengan proporsi sekitar 14% (Purwaningrum, 2016). Plastik yang dikenal karena kemudahan dan biaya produksinya yang rendah, telah menjadi bahan yang sangat dominan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sifat plastik yang sulit terurai dan proses produksinya yang berkontribusi pada polusi lingkungan telah menimbulkan kekhawatiran besar.
Isu sampah plastik tidak hanya menyebabkan pencemaran tanah dan air tetapi juga berdampak serius pada ekosistem dan kesehatan manusia. Dengan jumlah plastik yang terus meningkat, ada kebutuhan mendesak untuk mencari solusi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Fatia & Sugandi (2019) mengungkapkan bahwa gaya hidup konsumtif masyarakat modern berkontribusi pada kerusakan lingkungan yang membawa kerugian, tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi semua makhluk hidup. Salah satu aspek dari gaya hidup ramah lingkungan adalah mengurangi penggunaan barang-barang sekali pakai, yang merupakan salah satu sumber utama sampah plastik.
Perubahan gaya hidup ramah lingkungan sering kali dimulai dengan langkah-langkah kecil yang dapat dilakukan oleh individu sehari-hari. Misalnya beralih dari penggunaan barang-barang sekali pakai, seperti sedotan plastik, ke sedotan stainless steel yaitu suatu produk yang dapat digunakan kembali atau terbuat dari bahan yang lebih tahan lama. Dengan menerapkan hal tersebut, kita tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan tetapi juga membantu mendorong perubahan positif dalam masyarakat.
Sampah plastik merupakan penyumbang utama masalah limbah, dengan sekitar 1,29 juta ton plastik di Indonesia yang mencemari lautan. Sedotan termasuk sampah plastik yang turut menyumbang pada isu ini. Dalam upaya pelestarian lingkungan, peralihan dari sedotan plastik ke sedotan stainless steel merupakan langkah positif yang menunjukkan komitmen terhadap gaya hidup ramah lingkungan. Meskipun sedotan plastik sering digunakan karena praktis dan murah, sedotan plastik hanya digunakan sekali pakai dan berdampak pada penumpukan sampah di lingkungan (Fadhilah & Nuzul (2024).
Di sisi lain, kehadiran sedotan stainless steel menjadi solusi yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan pengurangan sampah. Salah satu keuntungan utama dari sedotan stainless steel adalah daya tahannya. Dibuat dari bahan logam yang kokoh, sedotan ini dirancang untuk bertahan lama dan dapat digunakan berulang kali tanpa mengalami kerusakan. Berbeda dengan sedotan plastik yang cenderung mudah rusak atau pecah, sedotan stainless steel dapat mempertahankan kualitasnya dalam jangka waktu yang panjang.
Dengan perawatan yang tepat, sedotan stainless steel dapat digunakan selama bertahun-tahun. Hal ini dapat mengurangi kebutuhan untuk sering mengganti sedotan plastik yang pada akhirnya mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan. Selain itu, sedotan stainless steel juga memiliki keunggulan dari segi kebersihan dan kesehatan. Bahan stainless steel yang tidak berpori dan mudah dibersihkan memastikan bahwa sedotan ini tetap higienis setelah setiap penggunaan. Sebaliknya, sedotan plastik dapat mengakumulasi mikroba dan bahan kimia yang mungkin berbahaya bagi kesehatan. Dengan menggunakan sedotan stainless steel, konsumen dapat menikmati minuman mereka dengan keyakinan bahwa sedotan yang digunakan adalah bersih dan aman.
Peralihan ke sedotan stainless steel juga mendorong konsumen untuk lebih sadar dan terlibat dalam kelestarian lingkungan. Dengan memilih untuk menggunakan produk yang dapat digunakan kembali mendorong pola pikir yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan (Wandari & Darma, 2020). Hal ini merupakan bagian dari gerakan yang lebih besar untuk mengurangi konsumsi produk sekali pakai dan beralih ke solusi yang lebih berkelanjutan. Peralihan penggunaan sedotan plastik ke penggunaan sedotan stainless steel dapat membantu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengurangan sampah plastik dan memotivasi lebih banyak orang untuk membuat pilihan yang ramah lingkungan.
Peralihan dari sedotan plastik ke sedotan stainless steel adalah langkah yang tepat dalam upaya menuju gaya hidup ramah lingkungan. Sedotan plastik meskipun praktis dan murah tetapi memberikan dampak negatif besar terhadap lingkungan karena sifatnya yang sekali pakai dan sulit terurai. Sebaliknya, sedotan stainless steel menjadi solusi berkelanjutan dengan daya tahan tinggi dan kemampuan untuk digunakan berulang kali. Keunggulan dari sedotan stainless steel tidak hanya mencakup ketahanan dan kebersihan, tetapi juga estetika yang elegan serta desain yang fungsional.
Penggunaan sedotan stainless steel membantu mengurangi jumlah sampah plastik, mendukung pola pikir yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Tidak hanua itu, pengginaan sedotan stainless steel juga dapat mendorong industri untuk berinovasi dalam menciptakan produk yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, perubahan kecil ini mencerminkan komitmen seseorang terhadap pelestarian lingkungan. Perubahan kecil seperti ini lah yang nantinya akan menjadi awal perubahan besar dalam kebiasaan konsumsi yang lebih peduli lingkungan.(*)
Oleh Nisrina Zahrani Zahirah (Ilmu Hukum UNNES)