Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang berasal dari alat ucap manusia untuk kebutuhan komunikasi antarsesamanya. Banyak bahasa yang berasal dari berbagai belahan dunia yang berbeda dan memiliki ciri masing-masing. Setiap bahasa mencerminkan karakteristik unik dari generasinya. Salah satunya generasi Alpha yang lahir pada tahun 2013 sampai dengan 2024. Generasi Alpha tidak hanya menguasai teknologi digital, tetapi juga menciptakan perubahan dalam bahasa yang dapat memengaruhi Bahasa Indonesia secara keseluruhan. Penggunaan bahasa gaul (slang) di tengah pesatnya kemajuan globalisasi menjadi pemicu daya tarik dalam kajian sosiolinguistik. Hal ini akan berdampak terhadap eksistensi penggunaan Bahasa Indonesia. Dalam implikasi penggunaan bahasa gaul pada Generasi Alpha memperlihatkan adanya kreativitas linguistik yang mencerminkan dari identitas sosial dan kultural yang berkembang di era digital, (Zein & Wagiati, 2019).
Sebuah perbedaan dalam bahasa merupakan hal yang wajar untuk terjadi dan tidak dapat dihindarkan. Perbedaan terjadi akibat adanya faktor yang melatarbelakanginya, seperti perkembangan teknologi dan hubungan sosial. Faktor sosial turut berperan dalam pembentukan pola penggunaan bahasa gaul pada generasi Alpha. Salah satu faktor sosial yang cenderung dapat dilihat yaitu aspek sosial dan ekonomi generasi Alpha. Anak yang berasal dari keluarga mapan memiliki privilege dalam mengakses lebih luas dalam hal platform digital. Hal ini menunjukkan adanya proses adaptasi yang lebih cepat dalam pencampuran kosakata baru. Dengan adanya adaptasi yang cepat akan berdampak dalam pencampuran bahasa yang dikenal dengan code switching antara bahasa baku dan bahasa gaul. Bahasa populer yang berkembang di suatu generasi merupakan cara mereka mengakrabkan dan mengekspresikan diri. Maka, perbedaan ini tidaklah menjadi hal yang merugikan, asalkan kita tetap ingat untuk menghargai serta menjaga bahasa kita yaitu Bahasa Indonesia.
Generasi Alpha merupakan generasi pertama yang lahir di era 4.0 atau biasa dikenal sebagai era digital saat ini. Perangkat pintar sepenuhnya menghubungkan dunia mereka dengan internet. Media sosial bukanlah hal baru bagi mereka. Sangat mudah bagi mereka untuk memahami dan mempelajari media sosial. Hal inilah yang membedakan generasi mereka dengan generasi-generasi sebelumnya. Aspek yang menarik dari generasi ini adalah cara mereka berkomunikasi. Banyak bahasa gaul yang mereka ciptakan dan menyebar dengan mudah karena pengaruh banyaknya penggunaan media sosial di kalangan generasi Alpha pada saat ini. Bahasa ini mampu menjadi identitas generasi mereka serta menjadi alat bantu untuk melihat dan memahami interaksi sosial juga budaya yang mereka hadapi di era digital saat ini. Selain itu, mereka memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat pada perubahan teknologi, menunjukkan bahwa generasi Alpha berpotensi menciptakan inovasi baru terhadap perubahan bahasa.
Dapat dikatakan generasi Alpha dibesarkan oleh jari tangan mereka. Media sosial seperti Instagram, Youtube, dan Tiktok menjadi ruang utama mereka dalam berkomunikasi, belajar hingga mengibur diri. Melalui ruang ini, mereka mampu menciptakan bahasa baru yang dapat menyebar dengan sangat cepat dan mudah, misalnya kata “vibing” artinya menikmati suasana dan “simp” yang artinya orang yang sangat memuja orang lain. Kata “simp” menjadi sangat populer akibat sering digunakan dalam pembuatan meme lucu dan beberapa video viral di media sosial. Dengan adanya bahasa-bahasa baru dalam generasi Alpha, dapat mengubah Bahasa Indonesia yang baik dan benar yang tertera di K.B.B.I. Hal ini karena zaman sekarang banyak anak-anak yang lebih menyukai menggunakan media sosial daripada membaca buku. Dalam artikel Perpustakaan Kemendagri menuliskan bahwa Indonesia menempati rangking ke 62 dari 70 negara, berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah. Dengan mendukung generasi Alpha dalam membaca buku, seperti membelikan berbagai buku yang menarik, mengurangi penggunaan handphone, dan memberikan batasan penggunaan handphone dengan tidak membelikan di usia belia dapat menumbuhkan jiwa literasi.
Dalam konteks ini, meskipun terdapat perbedaan, penting untuk diingat bahwa bahasa Indonesia tetaplah landasan yang harus dijaga. Karena, berbagai macam generasi akan muncul, sehingga banyak sekali bahasa-bahasa baru yang muncul. Maka, perlu menjaga bahasa kesatuan Bahasa Indonesia. Sebab, banyaknya Generasi Alpha yang menggunakan media sosial dapat mempengaruhi perubahan bahasa yang ada, karena kurangnya literasi. Di sisi lain, bahasa yang berkembang di kalangan Generasi Alpha dapat dianggap sebagai pelengkap, yang justru memperkaya bahasa kita. Dengan demikian, kita tidak hanya memandang perubahan bahasa sebagai tantangan. Tetapi juga sebagai kesempatan untuk merayakan keberagaman dan inovasi dalam komunikasi di kehidupan sehari-hari maupun di media sosial.
Banyak sekali bahasa yang berasal dari berbagai belahan dunia, masing-masing membawa kekayaan budaya dan sejarahnya sendiri. Setiap bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan cara berpikir, dan pandangan hidup masyarakat yang menggunakannya. Dalam konteks generasi Alpha yang lahir antara tahun 2013 hingga 2024, keberagaman ini menjadi semakin signifikan. Mereka tumbuh dalam era digital yang menghubungkan berbagai budaya secara instan, sehingga menciptakan lingkungan yang memudahkan kata-kata dan frasa baru muncul. Tetapi banyaknya generasi Alpha yang menggunakan media sosial dapat mempengaruhi perubahan bahasa yang ada, karena kurangnya literasi. Adanya dukungan dalam membaca buku, generasi Alpha dapat mengerti isi dari KBBI yang baik dan benar, mereka dapat memahami Bahasa Indonesia. Generasi ini sering kali menggunakan istilah dan ungkapan yang mungkin terdengar asing bagi generasi sebelumnya, tetapi justru menjadi identitas unik mereka. Generasi Alpha juga dapat memahami bahasa yang berkembang. Dengan demikian, interaksi antarbahasa tidak hanya memperkaya kosakata mereka, tetapi juga membentuk cara pandang dan interaksi sosial yang lebih luas.
Anggota :
- Citra Resti Anggriani
- Azzahra Nabila
- Aisyah Salsha Febriana
- Ela Indriyani
- Sayka Absa Azzahra