Muhammad Tirza Nugroho Hermawan (21), Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro yang berasal dari Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara ditemukan bersimbah darah di depan SPBU Kelud Semarang. Hal tersebut terjadi karena korban menjadi target salah sasaran tawuran antar geng, yaitu All Star dan Witchsel019. Kejadian nahas tersebut terjadi pada Selasa (17/9) pukul 02.30 WIB.
Berdasarkan keterangan teman korban yang berinisial A (20) peristiwa tersebut terjadi ketika mereka berdua hendak melintasi lokasi kejadian dari arah Sampangan menuju ke SPBU Kelud. Namun sayangnya mereka berdua bertemu dengan sekelompok anak muda yang tengah membawa senjata tajam dan hendak melakukan aksi tawuran. Anggota geng tersebut mengira bahwa mereka berdua adalah musuh dari geng tersebut, teman korban sempat berusaha melarikan diri dengan memutar arah tetapi motor yang dikendarai mereka menabrak badan belakang mobil yang melintas di lokasi kejadian, sehingga motor yang dikendarai korban terjatuh.
Teman korban berhasil melarikan diri dan bersembunyi di samping SPBU, tetapi dia tidak berdaya dan hanya dapat menyaksikan temannya dibacok oleh para pelaku hingga tewas. Orang-orang yang berada di dekat SPBU juga tidak berani mendekat karena jumlah pelaku yang lebih banyak dari mereka dan membawa senjata tajam membuat mereka diam tak berkutik menyaksikan korban dibunuh secara tragis.
“Didatangi oleh kurang lebih empat orang dengan membawa senjata tajam. Saksi bersama korban melarikan diri, namun korban tertangkap dan terjatuh. Kemudian saksi berhenti di samping pom bensin dan melihat korban sudah dibacok oleh pelaku,” jelas Kombes Irwan Anwar, Kapolrestabes Semarang.
Polisi telah menetapkan 6 orang sebagai pelaku. Beberapa tersangka antara lain Rico Sandova (23) warga Semarang Utara, Bagas Rizky (21) warga Semarang Barat, dan Raden Ricky Putra (20) warga Semarang Barat.
Salah satu anggota geng All Star, Rico Sandova, yang tengah mengejar kelompok lawan, salah mengira bahwa korban adalah salah satu anggota geng Witchsel019. Rico kemudian mengejar dan melukai korban dengan senjata tajam yang akhirnya membuat korban terjatuh dari motor. Setelah itu, anggota geng All Star lainnya, seperti Bagas Rizky dan Raden Ricky juga ikut serta melukai korban yang sudah terjatuh. Korban dibacok berkali-kali hingga bersimbah darah.
“Pada pukul 04.00 WIB, ambulans datang memeriksa kondisi korban dan dinyatakan sudah meninggal dunia, karena luka pada paha kanan korban terbuka hingga menembus tulang,” jelas Irwan.
Akibat dari kejadian nahas tersebut, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Polisi berhasil mengamankan enam orang tersangka dari kedua kelompok geng yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Para tersangka terancam akan dikenai Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, dan Undang-Undang Darurat tentang kepemilikan senjata tajam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Nama Anggota Kelompok:
- Elyna Rafiza Zaliana
- Salma Ayu Aini Zulfa
- Harlin Nur Afizah
- Khonitah Nuril Hidayati
- Rahma Anggita Purnami