Oleh Nurul Raudatul Auliah (Ilmu Hukum UNNES)
Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menepatkan laki laki sebagai pemegang kekuasaan utama serta mendominasi dalam berbagai peran yang ada di Masyarakat. Sistem ini tentu saja di tentang karena patriarki menganggap bahwa Perempuan hanya mampu hamil, melahirkan, mengasuh anak serta membersihkan rumah dimana semua, dalam hal ini membuat Perempuan dianggap lemah. Perempuan distigma tidak pantas untuk menjadi seorang perempuan yang berpendidikan karena beranggapan bahwa perempuan hanya akan kerja di dapur dan mengurus anak.
Patriarki sering Sekali terjadi dalam rumah tangga, di mana semua pekerjaan rumah dan mengurus anak ditanggungkan oleh seorang istri. Seorang istri seolah-olah tidak berbeda dengan seorang pembantu.
Sistem patriarki juga sering memicu seorang perempuan enggan untuk menikah karena takut kepada sistem tersebut . Terkadang patriarki menjadi penyebab KDRT dalam rumah tangga hal ini terjadi dimana laki laki bersikap seenaknya karena menganggap dirinya adalah penguasa dalam rumah tangga dan perempuan yang lemah dan harus tunduk kepada suami. Budaya patriarki ini harus dihilangkan karena mempunyai dampak yang buruk yaitu ketidakadilan gender yang akan menyebabkan kesenjangan dalam peluang kerja. Budaya patriarki ini harus ditutup dan dihapuskan dan harus terbuka pada kesetaraan gender.
Kesetaraan gender merupakan pandangan di mana laki laki dan Perempuan itu setara. Keduanya berperan setara dalam bidang pendidikan, sosial, dan politik. Tidak sedikit pada zaman modern ini perempuan menjadi wanita karier dan sukses karena usaha dirinya sendiri dan tidak bergantung atas laki laki.
Pentingnya kesetaraan gender ini karena keterjaminan hak hak asasi manusia, membangun lingkungan yang adil dan setara, memerangi diskriminasi dan kekerasan berbasis gender dan masih banyak lagi. Budaya patriarki ini dapat kita hilangkan dengan cara menanamkan keseteraan gender sejak dini.
Menanamkan kesetraan gender sejak dini dapat dilakuan melalui pendidikan ataupun kehidupan di dalam rumah tangga. Contohnya seorang ketua kelas tidak harus seorang laki laki, seorang Perempuan pun bisa untuk menjadi ketua kelas dalam hal ini mengajarkan bahwa setiap gender memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin. Orang tua pun bisa memberi contoh dalam rumah dengan cara membersihkan rumah secara bersama sama tidak hanya seorang ibu saja melainkan seorang ayah pun ikut berkontribusi.
Budaya patriarki sudah sepatutnya dihilangkan dari masyarakat, karena akan menimbulkan ketidakadilan dan ketidakseimbangan antara laki laki dan perempuan. (*)