TikTok, Fenomena Media Sosial Generasi Z

TikTok merupakan salah satu platform media sosial yang sedang ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat, khususnya generasi Z. Aplikasi ini awalnya diluncurkan di Tiongkok sebagai Douyin pada tahun 2016 dan kemudian diluncurkan secara internasional sebagai TikTok pada tahun 2017. TikTok memungkinkan pengguna membuat video pendek berdurasi 3 hingga 60 detik dan dapat diulang hingga 3 menit. Media sosial TikTok adalah media audio visual. Media ini berupa video dan foto yang dibuat dengan diselingi berbagai jenis musik. Media ini merupakan salah satu media yang mengedepankan kreativitas dan keunikan setiap penggunanya. Media sosial TikTok merupakan media sosial yang menyediakan efek khusus unik dan menarik yang dapat digunakan penggunanya. Media sosial ini dapat menciptakan pengalaman yang menarik bagi pengguna dengan memungkinkan mereka membuat video dengan berbagai genre musik. Aplikasi ini terkenal dengan algoritmanya yang kuat yang mempersonalisasi konten untuk setiap pengguna dengan menganalisis kebiasaan menonton dan pola interaksi. Algoritma ini membuat feed “Untuk Anda” yang dipersonalisasi guna memastikan konten selalu terkini dan relevan dengan minat pengguna. TikTok digemari oleh pengguna muda khususnya Generasi Z dan banyak digunakan sebagai sarana hiburan sekaligus sarana pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.

Maraknya penggunaan aplikasi TikTok disebabkan karena beberapa faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Aplikasi TikTok dianggap dapat menjadi sarana mengekspresikan diri melalui fitur-fitur yang disediakan. Seseorang dapat menuangkan semua bentuk emosi dengan mengunggah postingan berupa video yang memungkinkan pengguna lebih dapat mengekspresikan diri dibanding dengan postingan berupa teks. Hal ini yang kemudian membuat aplikasi TikTok sebagai media hiburan yang banyak diminati baik di kalangan muda maupun di kalangan tua. Aplikasi TikTok lebih banyak menyuguhkan konten-konten yang bersifat menghibur dibandingkan dengan informasi atau berita penting. Pengguna TikTok juga seringkali menciptakan tantangan-tantangan yang kemudian menjadi buah bibir dan diikuti oleh banyak orang. Hal ini dimanfaatkan oleh pengguna TikTok sebagai ajang menarik perhatian masyarakat luas untuk mendapatkan popularitas. Banyaknya informasi dan hiburan yang ada dalam  Interaksi sosial yang terjalin di dalam aplikasi ini sangat variatif sehingga menimbulkan interaksi sosial yang cukup beragam. Mulai dari interaksi saling berbalas pesan pada roomchat yang telah disediakan maupun pada kolom komentar, saling stitch video, ataupun penggunaan tagar tertentu yang saling berhubungan. Interaksi-interaksi tersebut yang kemudian membangun sebuah pengetahuan bagi para penggunanya. Pengetahuan-pengetahuan tersebut cenderung lebih mudah diserap oleh para generasi muda karena bersifat menghibur dan tidak kaku. Maka dengan pengalaman dan pengamatan, aplikasi TikTok dapat memunculkan pemikiran baru yang kemudian akan mengembangkan pemahaman tentang suatu pengetahuan. Durasi penggunaan aplikasi ini tergantung kepada tiap individu. Frekuensi penggunaan aplikasi TikTok meningkat sejak adanya pandemi yang terjadi di tahun 2020, namun pada masa sekarang pun aplikasi ini masih marak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Penggunaan aplikasi TikTok yang saat ini sedang trend di semua kalangan baik itu anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa tentunya memberikan dampak positif dan dampak negatif bagi para penggunanya. TikTok memberikan dampak positif bagi para pengguna yang bijak dalam menggunakannya. Saat ini, banyak sekali konten kreator TikTok yang memberikan banyak edukasi melalui video-video yang mereka unggah di TikTok. Seperti akun TikTok dengan nama Vina Muliana banyak memberikan edukasi tentang cara melamar pekerjaan, bagaimana menulis CV yang benar, dan masih banyak lagi konten edukasi tentang dunia pekerjaan yang dibagikan oleh Vina Muliana. Tidak hanya itu, banyak akun TikTok yang memberikan tips-tips tentang dunia IPTEK dan itu sangat bermanfaat untuk media belajar yang menyenangkan melalui tayangan video. Banyak juga konten kreator TikTok yang menggunakan TikTok sebagai media untuk mencari penghasilan. Contohnya banyak sekali perusahaan dibidang kuliner maupun produk kecantikan melirik para konten kreator dan melakukan endorsement yang tentunya itu akan sangat menguntungkan bagi konten kreator maupun perusahaan yang melakukan endors. TikTok juga saat ini sering kali digunakan untuk promosi penjualan suatu produk baik itu makanan, kerajinan tangan, ataupun produk-produk kecantikan. Tidak jarang pula sejumlah konten kreator memanfaatkan TikTok sebagai sarana untuk membagikan ilmu dalam bidang pengetahuan, seperti konten kreator bernama Farhan dan Jerome Polin. Mereka sering membagikan ilmu tentang pelajaran Matematika dan Fisika yang tentunya akan sangat bermanfaat untuk media belajar pengguna TikTok. Dari sisi pengguna yang dalam kata lain bukan seorang konten kreator bisa mengambil sisi positif dalam penggunaan aplikasi TikTok. Salah satunya bisa digunakan sebagai hiburan dikala sedang penat ataupun merasa sedih. TikTok juga memberikan edukasi tentang berbagai hal dan itu bisa dijadikan sebagai media belajar bagi para penggunanya.

Selain dampak positif, tentunya TikTok mempunyai dampak negatif yang sangat merugikan bagi pengguna yang kurang bijak dalam menggunakannya. TikTok memberikan efek candu kepada penggunanya. Ketika sudah membuka aplikasi TikTok, secara tidak sadar kita akan terlena dan terus-menerus melakukan scroll video TikTok tanpa menyadari sudah berapa lama melakukannya. Karena itu seseorang akan menjadi malas untuk melakukan hal-hal yang menjadi prioritasnya dan lebih memilih untuk rebahan sambil scroll TikTok. Beberapa orang sering kali menyalahgunakan TikTok sebagai media mereka mengungkapkan ujaran kebencian kepada suatu individu maupun kelompok. Hal ini tentu sangat merugikan bagi seseorang yang mendapatkan ujaran kebencian tersebut. Selain itu, TikTok tidak hanya terdapat konten-konten yang baik saja, ada juga beberapa orang yang memposting video yang tidak sepantasnya berada di TikTok. Tentunya banyak pengguna yang belum cukup umur menyaksikan video tersebut dan akan berdampak sangat negatif terhadap mereka. Bisa saja mereka akan mengikuti hal yang tidak seharusnya dalam unggahan video tersebut. TikTok juga bisa menghilangkan citra pemikiran beberapa orang yang tidak bisa bijak dalam menyaring video yang positif dan video yang negatif.

Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, salah satunya adalah berlebihan menggunakan media sosial TikTok atau media sosial yang lain. Namun, seperti yang kita ketahui bahwa “Tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik”. Maka dari itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu kita mengurangi kecenderungan kecanduan menggunakan aplikasi TikTok. Pertama adalah mematikan notifikasi, hal ini dilakukan agar tidak menggangu kegiatan sehari-hari seperti ketika bekerja, belajar, atau melakukan kegiatan rumah tangga. Kemudian kita bisa membatasi waktu bermain atau scroll TikTok, hal ini dapat dilakukan dengan inisiatif sendiri seperti membuat aturan scroll TikTok maksimal 10 menit pada masa jeda melaksanakan suatu kegiatan. Mencari hobi baru di waktu luang juga tidak kalah bermanfaat untuk mengurangi kecanduan scroll TikTok, dengan itu kita bisa menambah relasi bertemu dengan orang-orang baru dan menambah pengalaman. Yang terakhir, kita bisa menerapkan aturan memegang ponsel, contohnya adalah mematikan ponsel atau mengubahnya menjadi mode pesawat. Hal ini akan menjadikan ponsel kita tidak mendapat notifikasi apa pun selama bekerja atau belajar.

Oleh:

Nadia Nurul Arofah, Ika Apriliani, Hening Jati Melani, Nukti Wahyu Ilhami, Moh. Ilman Akbar Al izaaki

Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Leave a Reply