Oleh Damar Maulansyah (Pendidikan Teknik Ototmotif UNNES)
Perbaikan jalan menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang harus diperhatikan pemerintah. Jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Kerusakan jalan, seperti berlubang, bergelombang, atau minim penerangan, kerap membahayakan pengguna jalan dan menimbulkan kerugian baik secara material maupun non-material.
Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pada tahun 2023, sekitar 40% dari total panjang jalan di Indonesia mengalami kerusakan dalam berbagai tingkat keparahan. Kondisi ini lebih banyak terjadi di daerah-daerah terpencil dan pinggiran kota, meskipun jalan di perkotaan juga tidak luput dari masalah. Jalan yang rusak dapat mengganggu distribusi logistik, memperlambat pertumbuhan ekonomi, serta memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari.
Kerusakan jalan sering disebabkan oleh berbagai faktor, seperti beban kendaraan yang melebihi kapasitas jalan, minimnya perawatan rutin, serta kondisi cuaca ekstrem seperti banjir yang mempercepat kerusakan aspal. Kurangnya alokasi anggaran untuk pemeliharaan juga menjadi kendala yang perlu segera diatasi oleh pemerintah.
Untuk mengatasi permasalahan ini, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, peningkatan anggaran pemeliharaan jalan. Pemerintah perlu mengalokasikan dana yang memadai untuk perbaikan dan perawatan jalan, terutama di daerah-daerah yang akses jalannya masih terbatas. Kedua, penggunaan teknologi modern. Pemanfaatan teknologi seperti material aspal yang lebih tahan lama atau beton berdaya tahan tinggi dapat mengurangi frekuensi perbaikan jalan.
Ketiga, pengawasan beban kendaraan. Penegakan aturan terkait batas beban kendaraan di jalan harus dilakukan untuk mencegah kerusakan akibat muatan berlebih. Perbaikan jalan harus melibatkan pemerintah daerah, terutama dalam identifikasi titik-titik rawan kerusakan dan distribusi anggaran yang tepat sasaran. Sistem drainase yang baik perlu dibangun untuk mencegah genangan air yang dapat mempercepat kerusakan jalan.
Dapat disimpulkan bahwa perbaikan jalan merupakan langkah penting untuk mendukung mobilitas masyarakat, mengurangi risiko kecelakaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, permasalahan jalan rusak dapat ditangani dengan efektif. Sebagai pengguna jalan, masyarakat juga diharapkan berperan aktif, misalnya dengan melaporkan kerusakan jalan melalui jalur resmi, sehingga perbaikan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.