
- Spesifikasi Film
Judul Film : Jelita Sejuba
Sutradara : Ray Nayoan
Produser : Marlian Nurdiyani & Roy Putra
Pemain Utama : Wafda Saifan, Putri Marino
Genre : Drama Romantis
Perusahaan Produksi : Drelin Amagra Pictures
Tanggal Rilis : 5 April 2018
Durasi : 1 jam 45 menit
Bahasa : Indonesia
- Sinopsis
Film ini menceritakan kisah cinta antara Jaka (Wafda Saifan Lubis), seorang prajurit TNI yang bertugas untuk menjaga perbatasan Negara di Teluk Buton, Natuna, dengan Sharifah (Putri Marino), seorang gadis asli Natuna yang ceria dan lugu. Pertemuan pertama mereka dimulai di sebuah warung kecil milik keluarga Sharifah. Benih-benih cinta di antara merekapun mulai tumbuh. Sama dengan kisah cinta seseorang pada umumnya, kisah cinta Jaka dan Sharifah juga memiliki tantangan tersendiri di dalamnya. Ayah Sharifah menjodohkannya dengan teman sekolah Sharifah yang kaya raya, dengan tujuan agar memastikan putrinya bisa hidup tanpa kekurangan. Di sisi lain, kisah cinta mereka juga terhalang oleh sikap Farhan, adik Sharifah (Aldy Maldini). Ia tidak suka dan menaruh rasa dendam kepada Jaka karena pernah menghentikannya saat berkelahi. Baginya Jaka hanyalah pahlawan kesiangan yang sok jagoan.
Terlepas dari tantangan-tangan tersebut, Jaka yang memiliki tekad yang kuat segera melamar Sharifah dan merekapun menikah tanpa melalui masa pacaran. Pernikahan mereka dilandasi oleh cinta yang tumbuh dari kesederhanaan dan pengorbanan. Menjalani sebuah kehidupan rumah tangga dengan seorang kesatria negara mengharuskan Sharifah untuk belajar menjadi istri seorang tentara yang hidup dalam ketidakpastian, menunggu dengan sabar di tengah jarak, dan memaknai cinta bukan dari seringnya bertemu, melainkan dari ketulusan hati.
- Unsur Intrinsik
- Tema
Cinta dan pengorbanan. Cinta dari seorang istri yang penuh kesetiaan dan kesabaran dalam menanti, serta pengorbanan seorang suami yang rela meninggalkan keluarga demi mengabdi pada bangsa dan negara.
- Tokoh dan Penokohan
- Sharifah : Perempuan yang lembut, penyabar, penuh cinta, dan kasih sayang
- Jaka : Lelaki tegas, tangguh, bijaksana, romantis, dan penyayang
- Farhan : Nakal, usil, dan sulit diatur
- Ayah : Tegas dan bijaksana
- Ibu : Pengertian dan penyayang
- Alur
Cerita ini menggunakan alur campuran atau maju mundur, menampilkan flashback untuk menjelaskan perjalanan kisah cinta dan hubungan jarak jauh antara Sharifah dan Jaka.
- Latar
- Latar Tempat
Sebagian besar berlatar di Pulau Natuna, Kepulauan Riau dengan menampilkan pemandangan alam pedesaan yang indah, pantai yang menawan, dan juga markas militer tempat prajurit TNI bertugas.
- Latar Waktu
Film ini menceritakan kehidupan sehari-hari Sharifah dan Jaka tanpa adanya penanda tahun tertentu. Cerita yang disajikan menggambarkan keseharian seorang istri prajurit TNI seperti saat menanti, melepas kepergian, dan menikmati momen-momen bersama. Perpindahan waktu antara Jaka saat di rumah dan saat bertugas menjelma sebagai emosi utama dalam film ini.
- Latar Suasana
Pemandangan Natuna menciptakan suasana tenang dan damai. Namun, film ini juga menyajikan suasana kesedihan, kerinduan, dan ketegangan emosional yang dialami istri seorang prajurit setiap kali suaminya harus bertugas dan menghadapi bahaya di luar sana.
- Sudut Pandang
Sudut pandang dalam cerita ini menggunakan sudut pandang orang ketiga serbatahu, karena cerita yang disampaikan melalui penggambaran kehidupan Sharifah dan Jaka dari luar, tanpa adanya keterlibatan langsung dari narator.
- Amanat
Amanat utama film ini adalah bahwa cinta sejati tidak selalu bergantung pada kedekatan fisik. Film ini menekankan pentingnya dedikasi, komitmen, dan kesetiaan sebagai fondasi yang lebih berharga dalam sebuah hubungan. Jauhnya jarak yang membentang di antara mereka tidak membuat rasa cinta Sharifah kepada Jaka menjadi pudar, karena sejatinya jarak hanya memisahkan raga, bukan rasa.
- Unsur Ekstrinsik
Film ini memperlihatkan pengorbanan seorang prajurit TNI yang rela meninggalkan keluarganya demi mengabdi pada bangsa dan negara. Ia rela jauh dari keluarganya demi menjaga perbatasan negara. Kisah ini menyampaikan pesan tentang perjuangan kesatria negara dalam menjaga tanah air tercinta yang diperlihatkan melalui karakter Jaka. Secara garis besar, film ini berkaitan dengan konteks geopolitik dan realitas sosial di Indonesia. Pada masa rilisnya (2018), isu Laut Natuna Utara dengan klaim territorial negara lain menjadi perbincangan hangat di kalangan publik. Dengan menempatkan kisah cinta dan pengorbanan di Pulau Natuna, film ini secara tidak langsung berfungsi sebagai penegasan kedaulatan Indonesia atas wilayahnya
Sementara itu, karakter Sharifah menggambarkan tentang kesabaran dan kesetiaan seorang istri prajurit TNI dalam menanti suaminya yang sedang bertugas. Sebuah realita yang jarang disorot oleh banyak orang, tetapi film ini mampu menyajikannya dengan baik. Dengan menempatkan kisah cinta dan pengorbanan di Pulau Natuna, film ini secara tidak langsung berfungsi sebagai penegasan kedaulatan Indonesia atas wilayahnya serta memberikan penghargaan terhadap ketangguhan bagi istri para prajurit.
- Kelebihan Film
Akting dari para pemain yang sangat menjiwai membuat film ini semakin sesuai dengan realita yang ada. Aktris Putri Marino mampu menampilkan potensi yang kuat dalam memerankan emosi, kesabaran, dan ketulusan seorang istri tentara. Perasaan yang dibangun antara Putri Marino dengan Wafda Saifan terasa nyata dan mampu menghidupkan kisah cinta antara Sharifah dan Jaka. Alur cerita yang mengangkat tema ini jarang disorot oleh dunia industri film, yaitu tentang tantangan emosional sebagai seorang istri prajurit TNI. Dalam film ini menonjolkan adanya komitmen dan kesetiaan dalam hubungan jarak jauh yang penuh akan tantangan.
Selain akting dan alur yang digunakan, keindahan Pulau Natuna menjadi perhatian tersendiri di dalam film ini. Pasalnya keindahan yang ditampilkan mampu menciptakan suasana yang tenang, damai, dan romantis. Selain itu, penggunaan bahasa Melayu Natuna memberikan kesan otentik dan memperkaya nuansa film. Musik pengiring yang lembut dan ditambah dengan unsur-unsur lokal yang ada mampu memperkuat suasana dalam cerita.
- Kelemahan Film
Meskipun memiliki banyak kelebihan, film ini juga memiliki beberapa kekurangan di dalamnya. Contohnya pada beberapa percakapan antara Sharifah dan Jaka yang terlalu biasa atau flat, sehingga tidak terlalu menggali perasaan di antara keduanya. Selain itu fokus yang terlalu besar pada sisi romantis membuat alur cerita berjalan lumayan lambat pada beberapa segmen.
- Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwasannya film ini bukan hanya tentang film romantis sepasang suami istri, melainkan film yang mampu menggambarkan keteguhan hati, kesetiaan, dan pengorbanan seorang istri prajurit TNI dalam menanti. Melewati hari-hari dengan rasa ketidakpastian akan kabar membuat hal ini patut diapresiasi bagi seluruh perempuan yang tetap setia menanti di balik sunyi.
Nama : Fadillah Eknar Azzahra
NIM : 2502020078
Rombel : R3