Yang Datang Setiap 76 Tahun

Komet merupakan benda langit yang mengorbit matahari, komet juga disebut sebagai bintang berekor karena memiliki ekor panjang yang bercahaya dan bersinar terang bagaikan bintang. Beberapa komet dapat dilihat dengan mata telanjang karena adanya pantulan cahaya matahari pada koma dan ekornya, namun sebagian besar cahaya komet terlalu kecil atau redup sehingga hanya bisa dilihat dengan teleskop.

Komet dapat dibedakan menjadi dua yaitu komet periodik dan komet nonperiodik, salah satu contoh komet periodik yang paling terkenal diantaranya adalah Komet Halley. Komet tersebut memiliki sebutan resmi 1P/Halley komet ini menjadi salah satu komet yang paling terang di tata surya. Nama Komet Halley ini diambil dari nama seorang ahli astronomi, geofisika, meteorologi, dan fisika dengan berkebangsaan Inggris yang bernama Edmond Halley. Para ilmuwan yang telah melakukan investigasi menegaskan bahwa Komet Halley berasal dari Oort Cloud yang awalnya merupakan komet dengan jalur yang sangat Panjang. Meskipun berasal dari Oort Cloud, Komet Halley berlintas di lintasan komet Sabuk Kuiper.

Terdapat beberapa catatan yang menyebutkan bahwa Komet Halley memiliki kemungkinan telah terlihat pada masa Yunani kuno sekitar tahun 468-466 SM, berdasarkan tulisan Pliny the Elder. Namun, catatan pertama yang terdokumentasi secara jelas mengenai penampakan Komet Halley berasal dari tahun 240 SM. Catatan ini ditemukan dalam teks sejarah Cina kuno yang dikenal sebagai Records of the Grand Historian yang mencatat berbagai peristiwa penting, termasuk pengamatan komet.

Pada tahun 1986, sejumlah pesawat ruang angkasa dari berbagai negara bertemu dengan Komet Halley untuk melakukan studi yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Misi ini melibatkan armada sains yang terdiri dari beberapa pesawat ruang angkasa, termasuk Suisei dan Sakigake dari Jepang, serta Vega 1 dan Vega 2 dari Uni Soviet, yang sebelumnya digunakan untuk misi ke Venus.

Selain itu, terdapat pesawat ruang angkasa internasional ISEE-3 (ICE) dan Giotto dari Badan Antariksa Eropa yang turut serta dalam misi ini. Selain itu, Pioneer 7 dan Pioneer 12 dari NASA juga berkontribusi dengan mengumpulkan banyak data ilmiah selama misi tersebut. Pertemuan ini memberikan wawasan yang berharga tentang Komet Halley dan meningkatkan pemahaman kita tentang komet secara umum.

Komet Halley merupakan komet periodik yang memiliki orbit yang sangat eksentrik. Komet ini berbentuk elips dan mundur karena berlawanan arah dengan planet, dengan kemiringan 18ยบ dan Edmond Halley memperkirakan Komet Halley ini dapat kita lihat dari bumi sekitar setiap 75-76 tahun sekali. Komet Halley pertama kali terlihat melewati bumi pada tahun 1986 dan diperkirakan akan melintasi bumi dan terlihat lagi pada tahun 2061.

Menurut Departemen Astronomi dan Fisika Universitas Michigan, Komet Halley diperkirakan akan kembali ke tata surya dan melintasi dekat Bumi pada tahun 2061. Saat itu, komet ini diperkirakan akan bersinar sangat terang dengan magnitudo -0,3. Pada jarak terdekatnya, Komet Halley akan berada sekitar 0,477 AU dari Bumi, atau sekitar 71,5 juta kilometer (1 AU setara dengan 150 juta kilometer).

Walaupun Komet Halley akan tampak sangat terang dan cukup mencolok di langit, ia masih tidak akan seterang bintang Sirius, yang merupakan bintang paling terang di langit malam. Meskipun demikian, momen ini akan menjadi kesempatan langka untuk melihat Komet Halley dengan jelas tanpa perlu bantuan teleskop.

Komet Halley adalah sumber dari dua hujan meteor tahunan yang terkenal, yaitu Eta Aquariid yang terjadi pada bulan Mei dan Orionid pada bulan Oktober. Setiap awal Mei, Bumi melewati jalur serpihan yang ditinggalkan oleh Komet Halley, menghasilkan hujan meteor Eta Aquariid yang bisa kita lihat dari Bumi. Lalu sekitar enam bulan kemudian, Bumi kembali melintasi jalur orbit Komet Halley. Kali ini, serpihan lain dari komet tersebut terbakar di atmosfer Bumi dan menciptakan hujan meteor Orionid yang terjadi setiap Oktober.

Saat ini, Komet Halley berada di luar orbit Neptunus, mendekati titik aphelionnya, yang mencapai puncaknya pada tahun 2023. Meskipun komet ini berada sangat jauh, partikel-partikel kecil atau meteorit yang tertinggal di jalur orbitnya tetap melintasi alur orbit tersebut. Ketika Bumi melewati aliran partikel ini, kita dapat melihat hujan meteor tahunan, yang merupakan fenomena yang berhubungan dengan jalur orbit Komet Halley.

Komet Halley saat ini memiliki massa sekitar 2,2 ratus triliun kilogram, tetapi para ilmuwan memperkirakan bahwa massa aslinya jauh lebih besar. Setiap kali komet ini mendekati Matahari, sebagian massanya menguap dan menghilang. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Komet Halley telah kehilangan sekitar 80-90% dari massa awalnya selama 2.000 hingga 3.000 kali mengorbit Matahari. Seiring berjalannya waktu, komet ini akan terus kehilangan massa sampai akhirnya habis sepenuhnya atau terdorong keluar dari tata surya. Namun, proses ini diperkirakan masih akan berlangsung selama ribuan tahun ke depan. (*)

Oleh Andini Putri Zulfikar (Ilmu Hukum UNNES)