Stimulasi untuk anak Telat Bicara

Pada anak dengan usia dini atau yang biasa disebut sebagai usia emas merupakan tahap dimana anak lebih cepat dalam menyerap berbagai informasi di sekitarnya. Maka orang tua seharusnya memberikan stimulus dan mendampingi anak agar mempunyai pengetahuan yang beragam. Orang tua juga diharapkan dapat mengetahui seperti apa perkembangan anak pada tahap usianya sehingga orangtua dapat mengantisipasi keterlambatan yang dialami oleh anak, diantaranya keterlambatan bicara pada anak.

Anak dapat dibilang telat bicara, apabila kemahiran menyusun kata dan berbicara masih kurang dari teman sebayanya, dimana anak mengalami kesulitan untuk mengekspresikan perasaanya serta kurangnya penguasaan kosakata. Faktor-faktor keterlambatan berbicara bisa disebabkan oleh kurangnya kepedulian orang tua mengenai perkembangan bahasa anak, anak tidak pernah diajak berbicara atau juga karena kurangnya motivasi dari orang tua. Keterlambatan berbicara cenderung terlihat saat anak mengalami kesulitan dalam mengungkapkan apa yang diinginkannya atau emosinya terhadap orang sekitar seperti, anak kurang bisa berbicara dengan fasih, dan kurang adanya pemahaman kosakata sehingga menjadikan anak tersebut berbeda dengan anak seusianya.

Apabila pada usia ini anak tidak diberikan stimulus yang mencukupi dan lingkungan yang mendukung, maka akan berdampak pada kemampuan berbicara yang dimiliki anak. Ketika orang tua memberikan banyak kosa kata kepada anak, maka hal tersebut dapat mendorong anak untuk aktif di dalam suatu percakapan, sehingga kemampuan berbicara anak pun akan terasah. Dalam hal ini juga mencakup kejelasan anak dalam mengucapkan suatu kata,penyusunan kalimat, dan juga bertambahnya kosa kata anak.

Terlambatnya kemampuan bicara anak dapat dilihat dari munculnya beberapa ciri-ciri khusus, yaitu tidak merespons terhadap suara, adanya kemunduran dalam perkembangan, tidak memiliki ketertarikan untuk berkomunikasi, kesulitan dalam memahami perintah yang diberikan, mengeluarkan kata-kata atau kalimat yang tidak biasa seperti anak pada umumnya, berbicara lebih lambat dari pada anak seumurannya, dan perkataanya sulit dimengerti bahkan oleh keluarganya sendiri, dan lain-lain. Selain itu, keterlambatan bicara pada anak usia dini dapat berdampak signifikan terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional mereka.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu perkembangan anak yang mengalami keterlambatan bicara, yaitu  bercerita, menstimulasi anak dengan media cerita bergambar, menstimulasi anak untuk mengulang-ulang setiap kata, dan menstimulasi anak untuk membaca dan mendengar

Pentingnya pola asuh orang tua di rumah karena lingkungan inilah yang menstimulasi banyak aspek perkembangan anak, khususnya perkembangan bahasa. Melatih perkembangan bahasa anak dengan sering berkomunikasi dengan anak tentang pentingnya pola asuh orang tua di rumah yang merupakan lingkungan utama , dan dengan memberikan insentif terhadap berbagai aspek perkembangan khususnya perkembangan bahasa anak. Latih perkembangan bahasa anak dengan mendorong mereka untuk sering berkomunikasi dalam segala situasi sehingga mereka dapat memperoleh kosakata yang lebih luas dan memperbaiki pengucapan kata-kata yang tidak jelas.

Stimulasi perkembangan bahasa harus dilakukan sedini mungkin agar dapat mencegah terjadinya hambatan pada perkembangan bahasa anak, maka dari itu orangtua, pendidik, dan lingkungan sekitar anak memiliki peran penting pada setiap proses aspek-aspek perkembangan anak usia dini. (*)

Oleh Fildzah Nabila Muthmainah (Pendidikan Guru PAUD UNNES)