Meskipun Generasi Z atau yang biasa disebut Gen Z tumbuh dengan akses tak terbatas ke informasi dan interaksi sosial media, mereka justru menjadi generasi yang sering dibicarakan paling kesepian dan paling rentan terhadap masalah semangat beraktivitas. Salah satu faktor yang dapat membantu mengatasi masalah ini adalah adanya seseorang yang bisa diajak bicara sosok yang dapat mendengarkan tanpa menghakimi, memberi dukungan emosional, dan menjadi teman berbagi cerita.
Gen Z, yang lahir pada rentang tahun 1997 hingga 2012, adalah generasi yang tumbuh dengan internet, media sosial, dan teknologi komunikasi yang semakin canggih. Akses terhadap informasi dan sosial media yang terus ada di kehidupan mereka menciptakan pengalaman unik bagi mereka. Namun, tekanan sosial dari media sosial, tuntutan pencapaian diri, hingga kurangnya apresiasi terhadap mereka membuat mereka lebih rentan merasa kurang berharga bersemangat hingga mengalami kecemasan tersendiri. Survei menunjukkan bahwa kasus kecemasan, stres, dan depresi meningkat di kalangan generasi muda sekarang, dan banyak dari mereka merasa kesulitan mencari dukungan yang benar-benar memahami situasi mereka.
Di tengah situasi ini, “Seseorang untuk bicara” atau seseorang yang dapat diajak bicara dengan nyaman mempunyai pengaruh yang sangat besar. Memiliki teman, keluarga maupun pasangan yang bersedia mendengarkan tanpa menghakimi memilikipengaruh besar. Beberapa manfaat keberadaan seseorang yang bisa dipercaya untuk diajak bicara antara lain,sebagai berikut.
- Mengurangi Beban Psikologis
Berbicara dengan seseorang membantu Gen Z mengekspresikan perasaan mereka. Bagi banyak orang, berbicara masalah yang mereka alami menjadi langkah awal dalam mengatasi beban mental. Mendapatkan dukungan atau sekedar pujian positif bahwa mereka tidak sendirian membuat mereka merasa lebih baik dan tenang.
- Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Mendapatkan perhatian dan dukungan dari orang terdekat membantu Gen Z merasa dihargai. Hal ini meningkatkan rasa percaya diri mereka dan mengurangi depresi yang datang dari media sosial maupun lingkungannya.
- Membantu Pemahaman Diri
Saat berbicara dengan orang lain, Gen Z cenderung lebih mengerti apa yang menjadi masalah mereka. Sosok pendengar yang baik membantu mereka mendapatkan solusi, sehingga mereka lebih mengetahui diri sendiri dan dapat mengatasi masalah mereka.
Adanya seseorang yang siap mendengarkan dan memahami sangat penting. Ini bukan berarti semua masalah harus dibebankan kepada teman atau keluarga, tetapi sosok “seseorang untuk bicara” bisa menjadi pendorong utama dalam membantu Gen Z mengurai masalah atau stres sehari-hari sebelum masalah tersebut menjadi lebih berat. Pendekatan ini bahkan didukung oleh studi yang menunjukkan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial kuat cenderung lebih tahan terhadap stres.
Organisasi dan sekolah semakin mengakui pentingnya menyediakan ruang bagi siswa dan remaja untuk mencari bantuan psikologis. Beberapa aplikasi yang menyediakan dukungan kesehatan mental, seperti konseling virtual, menjadi terkenal di kalangan Gen Z karena fleksibilitas dan kerahasiaannya.
Membangun ikatan emosional dan hubungan sosial yang sehat adalah hal yang tidak boleh diabaikan di tengah cepatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Gen Z perlu merasa bahwa mereka memiliki “seseorang untuk bicara” yang aman dan dapat dipercaya untuk membantu mereka menghadapi tantangan hidup. Orang tua, guru, dan teman sebaya memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang terbuka untuk berbicara.
Meskipun Gen Z adalah generasi yang sangat bergantung secara digital, mereka tetap membutuhkan kontak manusia yang baik dan pengertian. Dukungan emosional sederhana dapat memberi dampak besar dalam menghadapi masalah kesehatan mental yang dihadapi generasi ini.(*)
Oleh Nahriya Mahmudatun Nisa’