Rokok adalah hasil olahan tembakau yang digulung dengan daun nipah, kertas, atau bahan lainnya. Sedangkan merokok adalah aktivitas membakar tembakau lalu mengisap asapnya baik melalui rokok maupun pipa. Rokok tidak hanya berisikan tembakau, namun ada banyak zat kimia yang terkandung di dalamnya. Zat kimia yang terkandung dalam rokok, yaitu Nikotin, Karbon Monoksida, Tar, Benzena, Arsenik, Formalin, Metanol, dan lain-lain. Zat-zat tersebut merupakan zat berbahaya bagi tubuh, terlebih pada kandungan Nikotin yang membuat seseorang kecanduan dengan rokok dan semakin banyak mengisap asap rokok yang mengandung zat-zat berbahaya kedalam tubuhnya.
Apakah merokok berbahaya? Iya, merokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan tidak ada manfaatnya sama sekali dari segi medis. Namun, beberapa orang mengatakan bahwa merokok dapat menenangkan suasan hati dan meningkatkan konsentrasi. Tetapi kembali lagi pada pribadi masing-masing tentang manfaat merokok bagi dirinya.
Seorang perokok mempunyai karakteristik tersendiri yang sudah dikenal oleh masyarakat luas, yaitu perokok memiliki watak keras kepala. Mereka berkali-kali mematahkan asumsi bahwa merokok itu berbahaya dan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Mereka selalu beralibi bahwa seorang yang merokok maupun tidak merokok pun akhirnya akan sama-sama meninggal. Mereka juga tidak suka mendengarkan saran orang lain untuk berhenti merokok. Seorang perokok akan susah berhenti merokok karena mereka sudah teradiksi oleh zat-zat yang terkandung di dalam rokok. Dan yang terakhir, seorang perokok biasanya pemarah. Mungkin, mereka sudah bosan dan muak dengan nasihat-nasiheat yang mereka peroleh sehingga mereka kesal apabila harus mendengar perkataan yang sama berulang-ulang kali.
Perokok di Indonesia tidak hanya dari golongan tua saja, zaman sekarang golongan muda/anak- anak muda juga sudah banyak yang menggunakan rokok. Data dari kemenkes pada tahun 2023 menyatakan bahwa prevalensi perokok aktif di Indonesia terus meningkat. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa jumlah perokok aktif diperkirakan mencapai 70 juta orang, dengan 7,4% di antaranya perokok berusia 10-18 tahun. Hal ini dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Anak-anak muda zaman sekarang atau Gen z dapat dikatakan “Fomo” atau kebanyakan dari mereka suka ikut-ikutan dengan sesuatu yang sedang viral atau booming di lingkungannya. Atau mereka ingin dianggap setia kawan dan sudah dewasa dengan mencari jati dirinya. Atau bisa saja karena galau atau depresi mereka meluapkannya dengan cara merokok.
Rokok tidak hanya berbahaya bagi diri perokok aktif saja. Namun, mereka juga dapat membahayakan lingkungan sekitar. Jenis perokok tidak hanya perokok aktif saja, adapula perokok pasif yang mana perokok pasif merupakan seseorang yang terdampak dari paparan asap yang dihasilkan oleh perokok aktif. Secara keseluruhan prevalensi perokok pasif pada semua umur di Indonesia adalah sebesar 48,9% atau 97.560.002 penduduk. Prevalensi perokok pasif pada laki- laki 31,8% atau 31.879.188 penduduk dan pada perempuan 66% atau 65.680.814 penduduk. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa lebih banyak orang yang menjadi perokok pasif dibanding perokok aktif di indonesia. Dan sebagian wanita yang menjadi perokok pasif yaitu ibu hamil dan anak-anak yang mana hal tersebut akan sangat merugikan bagi kesehatan mereka, terutama ibu hamil, asap rokok dapat membahayakan janin.
Para perokok aktif biasanya tidak sadar akan bahayanya rokok bagi lingkungan sekitar mereka. Mereka hanya memikirkan bagaimana mereka merasa nyaman merokok tanpa memikirkan orang disekitarnya. Banyak sekali ragam penyakit yang dapat menyerang perokok pasif, antara lain: kanker paru-paru, penyakit jantung, gangguan pernapasan (asma, ISPA, pneumonia, bronchitis), komplikasi kehamilan bagi ibu hamil, dan gangguan tumbuh kembang anak. Seluruh penyakit itu adalah dampak dari paparan asap rokok yang dihasilkan oleh perokok aktif yang mana perokok pasif akan lebih rentan terkena penyakit dibanding perokok aktif.
Orang-orang beranggapan bahwa perokok aktif adalah “orang paling menyebalkan di dunia” hal tersebut dapat dilihat dari keras kepalanya seorang perokok yang tidak sadar akan rokok dapat membahayakan lingungan sekitar. Selain penyakit-penyakit di atas, banyak perbuatan perokok yang dapat membahayakan lingkungan pula, salah satunya adalah perokok aktif yang merokok di atas kendaraan bermotor dan tidak memperhatikan pengendara lainnya. Banyak percikan api yang berterbang dari rokok tersebut dan mengenai mata maupun bagian tubuh pengendara lainnya yang dapat menyebabkan luka maupun iritasi. Namun, perokok tersebut sangat acuh tak acuh akan hal itu. Hal-hal berbahaya yang berasal dari perokok aktif adalah bukti dari ketidak tegasan peraturan yang ada di lingkungan. Seharusnya ada peraturan yang menegaskan perokok dan yang memiliki sanksi tegas supaya para perokok jera.
Oleh sebab itu, kita sesama mahkluk sosial yang hidup bersama dan berdampingan sudah saatnya kita sadar akan lingkungan sekitar kita. Kita perlu akan kesadaran bahaya merokok bagi diri kita maupun lingkungan sekitar kita. Sehingga, kita dapat meminimalisasi kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat terjadi seperti penyakit maupun kejadian yang tidak diinginkan lainnya. Saran untuk pemerintah kedepannya yaitu penegakan peraturan yang tegas terhadap perokok yang dapat merugikan lingkungan dan pemberian sanksi yang tegas apabila terjadi pelanggaran sehingga dapat membuat mereka jera. (*)
Oleh Nayla Zaskia Nandini (Ilmu Hukum UNNES)