Anjem dan Jastip: Inovasi Bisnis Mahasiswa UNNES yang Bermanfaat

Oleh Azizah Nurul Hidayah (Teknologi Pendidikan UNNES)

Jasa antar jemput (Anjem) dan jasa titip (Jastip) menjadi fenomena sosial yang telah marak sejak dulu. Dengan menawarkan tarif yang ramah dengan kantong mahasiswa, jasa ini sangat dibutuhkan keberadaanya. Selain karena faktor tarif yang cenderung lebih murah dibandingkan layanan jasa lainnya, cakupan tawaran layanan dari Anjem dan Jastip juga lebih luas. 

Pada layanan Jastip, produk yang ditawarkan memiliki perbedaan yang signifikan dengan layanan jasa berbasis pemesanan di aplikasi. Tak hanya sekedar memesan makanan atau minuman,  Jastip juga kerap kali dipesan untuk menitipkan barang untuk dikirim ke suatu tempat dan juga membelikan suatu produk dimanapun. 

Lain halnya dengan layanan Anjem. Sesuai dengan kepanjangannya layanan ini dilakukan dengan mengantar ataupun menjemput penumpang dengan rute perjalanan yang bervariasi. Rute yang menjadi mayoritas pemesanan mahasiswa adalah area Gunung Pati dan sekitar kampus UNNES. Sedangkan rute lainnya yang kerap kali dipesan seperti mengantar ke stasiun, mall, dan berbagai tempat lainnya yang masih terjangkau. 

Melihat dari sudut pandang penulis sebagai salah satu konsumen layanan Anjem dan Jastip, keberadaan bisnis ini sangat membantu mobilitas sehari-hari mahasiswa UNNES. Terlebih bagi mahasiswa yang tidak memiliki motor/kendaraan lainnya selama perantauannya disini. Mereka tetap dapat berpergian kemana saja tanpa harus merogoh kocek lebih. 

Adapun kelebihan lain dari Anjem dan Jastip jika dibandingkan dengan layanan jasa yang ada pada saat ini. Anjem dinilai lebih efisien dalam waktu penjemputan maupun pengantarannya. Hal ini dikarenakan biasanya para driver menerima pesanan yang bertitik jemput dekat dengan lokasi saat itu atau yang sejalan dengan tujuan driver itu sendiri. Bagi pengguna yang selalu mengandalkan Anjem untuk mobilitas kesehariannya juga dapat menjadikan driver Anjem tersebut sebagai langganan tetapnya. Pengguna tidak perlu lagi mencari driver Anjem baru setiap pemesanannya. Dari hal ini juga antara pengguna layanan jasa Anjem dan driver Anjem yang mayoritasnya adalah mahasiswa UNNES dapat memperluas relasi kenalannya di Kampus. Hal ini pun juga berlaku pada layanan Jastip. Selain itu produk yang dapat dijangkau oleh driver Jastip terbilang lebih fleksibel karena tidak terbatas oleh produk-produk yang hanya terdaftar di aplikasi. 

Perlu diingat bahwa di setiap ada kelebihan pasti ada kekurangannya. Begitu juga dengan layanan Anjem dan Jastip ini. Pada layanan Anjem terkadang pengguna bingung dengan identitas driver yang dipesannya dan minimnya informasi tentang kendaraan apa yang digunakan guna menemukan driver di titik penjemputan. Hal ini disebabkan karena hanya sedikit driver yang memberi informasi terkait kendaraan apa yang dirinya gunakan. Berbeda dengan layanan Jastip yang memiliki kekurangan terkait dengan tarif pemesannya. Pengguna merasa biaya jasa/ongkir yang ditetapkan oleh driver terbilang mahal. Bahkan nominal biaya  layanan Jastip tertentu bisa melebihi tarif layanan jasa yang berbasis aplikasi. 

Beberapa kekurangan di atas memang seringkali merugikan pengguna. Namun kekurangan-kekurangan tersebut tidak memberi pengaruh yang berarti pada banyaknya peminat layanan jasanya. Kelebihan dan kemudahan ditawarkan berhasil menutupi segala kekurangannya sehingga para pengguna tetap minat dan merasa tidak terlalu dirugikan. Tersedianya platform yang terkandung dalam beberapa aplikasi digital sebagai sarana pemesanan layanan Anjem maupun Jastip menjadi salah satu hal penting dalam menjaga kestabilan jumlah peminat. Pemesanan layanan Anjem dan Jastip ini dapat dikatakan mudah. Telah terdapat banyak grup/komunitas di Whatsapp yang memang tersedia sebagai lapak penawaran Anjem dan Jastip. Akun-akun di aplikasi X juga turut serta menjadi sarana pemesanan Anjem maupun Jastip. Mahasiswa tak perlu khawatir tidak memperoleh Anjem ataupun Jastip karena terdapat begitu banyak driver anjem maupun para jastipers yang membuka layanan hingga 24 jam. (*)