Pada zaman dahulu, wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Banjarmangu adalah sebuah hutan lebat yang masih perawan. Daerah ini dipenuhi pepohonan besar, sungai-sungai kecil, dan binatang buas. Belum ada manusia yang tinggal di sana karena dianggap angker dan berbahaya.
Namun, suatu hari datanglah seorang tokoh sakti bernama Ki Juru Mangu. Ia adalah seorang pengembara spiritual yang mencari tempat untuk bertapa dan menyepi. Ki Juru Mangu berasal dari daerah lain dan dikenal memiliki kesaktian yang tinggi. Ia juga dikenal bijaksana dan suka menolong sesama.
Ki Juru Mangu melihat bahwa daerah hutan tersebut sangat cocok untuk bertapa. Ia lalu membuka lahan dan mulai tinggal di sana. Dengan kesaktiannya, Ki Juru Mangu bisa menaklukkan berbagai gangguan gaib yang ada di hutan itu. Ia juga mampu menjinakkan hewan buas dan membuat sumber air dari mata air yang tersembunyi di balik bebatuan.
Dalam waktu singkat, Ki Juru Mangu berhasil mengubah hutan angker itu menjadi tempat yang damai. Kehidupan di sekitarnya pun mulai tumbuh subur. Orang-orang dari berbagai penjuru datang untuk meminta nasihat dan pertolongan dari Ki Juru Mangu. Mereka kemudian mulai menetap di sekitar tempat pertapaan tersebut.
Seiring waktu, pemukiman itu semakin ramai dan berkembang menjadi sebuah perkampungan. Untuk memberi nama pada kampung baru itu, para penduduk sepakat untuk menghormati pendiri sekaligus tokoh utama yang membuka wilayah tersebut, yaitu Ki Juru Mangu.
Maka, kampung itu diberi nama “Banjar Mangu”. Banjar berarti permukiman atau kampung, dan Mangu diambil dari nama Ki Juru Mangu. Seiring berjalannya waktu, penyebutan Banjar Mangu menjadi Banjarmangu, sebagaimana dikenal hingga saat ini.
Menurut cerita turun-menurun, makam Ki Juru Mangu dipercaya masih ada di sekitar desa dan sering diziarahi oleh warga setempat. Penduduk Desa Banjarmangu hingga kini masih mengenang jasa-jasanya. Bahkan, dalam beberapa tradisi desa, nama Ki Juru Mangu disebut dalam doa atau sesaji sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur desa. (*)
Oleh Widan Dwi Saputra