Di desaku yang berada di daerah Sumpiuh, ada satu rel kereta api yang cukup dikenal. Bukan karena sejarahnya yang membanggakan atau pemandangannya yang indah, melainkan karena kisah-kisah mistis dan kecelakaan tragis yang sering terjadi di sana. Rel ini tidak berada di jalan besar yang ramai lalu lintas, melainkan lebih ke arah jalan desa yang sepi, dikelilingi pepohonan dengan suasana yang cenderung sunyi. Kalau siang hari saja tempat ini sudah bikin merinding, apalagi kalau malam. Suasananya bisa berubah menjadi benar-benar mencekam.
Dulu, rel itu sama sekali tidak memiliki palang pintu atau rambu-rambu pengaman yang jelas. Siapa saja yang lewat harus benar-benar waspada dan hanya bisa berharap tidak ada kereta datang secara tiba-tiba. Banyak warga yang akhirnya tertabrak kereta karena tidak sadar bahwa kereta sudah mendekat. Apalagi, bunyinya sering tertutup oleh suara alam atau kendaraan lain. “Kadang, suara angin sama jangkrik aja bisa bikin nggak kedengeran kereta,” kata Pak Min, tetanggaku yang rumahnya hanya beberapa meter dari rel.
Anehnya, bahkan setelah palang pintu dipasang dan sinyal ditambah, kecelakaan tetap saja terjadi—seolah ada sesuatu yang memang “mengundang” kejadian-kejadian itu.
Salah satu kisah paling membekas yang pernah kudengar berasal dari cerita nenekku sendiri. Katanya, dulu ada seorang pria yang sedang menyeberang rel tanpa menyadari bahwa ada kereta yang melaju cepat dari kejauhan. Warga yang melihat langsung berteriak-teriak memperingatkan.
“Awas, ada kereta!” teriak beberapa orang dengan panik.
Namun anehnya, pria itu tetap berjalan lurus tanpa menoleh sedikit pun, seakan tidak mendengar suara apa pun. Akhirnya, dia tertabrak dan meninggal di tempat. Sejak kejadian itu, banyak keanehan mulai muncul di sekitar rel tersebut.
Nenekku bilang, tak lama setelah kejadian itu, warga sekitar sering mendengar suara tangisan yang terdengar jelas di malam hari. Tangisannya pelan, panjang, dan sangat sedih—seperti suara perempuan yang kehilangan seseorang. Suara itu datang dari arah rel, dan meskipun beberapa orang mencoba mencari sumbernya, tidak pernah ditemukan siapa pun di sana. Padahal, rel itu terbuka dan tidak ada tempat untuk bersembunyi. Anehnya lagi, suara itu sering muncul di jam-jam yang sama setiap malam.
Ada juga cerita yang cukup bikin bulu kuduk merinding ketika suara kereta api yang terdengar jelas melintas tengah malam, padahal menurut jadwal, tidak ada kereta lewat di jam itu. Beberapa warga mendengar suara roda besi menggilas rel, suara klakson panjang, bahkan getaran seperti kereta benar-benar lewat. “Aku yakin banget dengar kelaksonnya, sampai kaca jendela rumah bergetar,” cerita Bu Rini, salah satu warga. “Tapi pas dicek, nggak ada apa-apa. Relnya kosong.”
Beberapa orang percaya bahwa itu adalah “kereta gaib” yang hanya bisa didengar oleh orang-orang tertentu.
Salah satu kecelakaan paling parah terjadi beberapa tahun yang lalu. Sebuah mobil yang hendak menyeberang rel tiba-tiba mogok di tengah lintasan. Sayangnya, saat itu kereta datang dengan kecepatan tinggi dan menghantam mobil tersebut hingga terseret jauh, lalu jatuh ke sungai di samping rel. Mobilnya hancur, dan pengemudinya tidak selamat. “Saya masih ingat, waktu itu kami dengar suara tabrakan keras, terus teriak orang-orang,” kenang Pak RT. “Pas kami datang, mobilnya udah remuk. Nggak bisa diselamatkan.”
Sejak saat itu, warga semakin yakin bahwa rel ini bukan Cuma tempat biasa, tapi menyimpan sesuatu yang tidak terlihat.
Kalau dilihat dari lokasinya, rel ini memang cukup menyeramkan. Di satu sisi ada sungai yang dalam dengan arus cukup deras, sementara di sisi lainnya terdapat kuburan tua yang jarang dirawat. Suasana di sekitar rel pun sepi—hanya ada beberapa rumah warga yang letaknya berjauhan. Saat malam tiba, suara jangkrik dan gemericik air sungai jadi satu-satunya suara yang terdengar, membuat siapa pun yang lewat merasa tidak tenang, apalagi kalau sedang sendirian.(*)
Oleh Albilla Wanda Putri