Judul : Dompet Ayah Sepatu Ibu
Penulis : J.S. Khairen
Penerbit : Grasindo
Tahun Terbit : 2023
Jumlah Halaman : 200 halaman
Cetakan : Keempatbelas, Agustus 2024
- Sinopsis:
Novel yang berjudul Dompet Ayah Sepatu Ibu karya J.S. Khairen mengisahkan tentang Zenna, seorang gadis dari Lereng Gunung Singgalang, serta Asrul dan adiknya yang berasal dari Lereng Gunung Marapi. Mereka sama-sama tumbuh dalam keluarga sederhana dengan ekonomi terbatas. Zenna sejak SMA sudah membantu keluarganya dengan berjualan, sementara Asrul harus menghadapi kenyataan pahit akibat ditinggal oleh ayahnya yang menikah lagi. Tekad mereka dalam menghadapi segala rintangan lingkungan dan merelakan waktu, tenaga, dan kenyamanan untuk beralih ke hidup yang lebih baik serta mewujudkan mimpi dari orang tuanya lah yang berhasil mendorong mereka melakukan segala hal agar tujuan mereka tercapai. Selain itu masing-masing dari mereka menganggap diri mereka sendiri sebagai tulang punggung keluarga walaupun dengan umur mereka saat itu masih sangat belia dan semestinya digunakan untuk belajar. Maka dari itu mereka menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah yang dikisahkan dalam novel ini.
Takdir mempertemukan mereka dalam perjalanan menuju tes masuk universitas di sebuah bus. Dari situlah hubungan keduanya mulai terjalin hingga sama-sama diterima di universitas dan menjalani kehidupan kuliah dengan penuh perjuangan. Walaupun awalnya sedikit canggung saat bertemu karena tidak mengenal satu sama lain, tapi karena mereka memiliki tujuan yang sama dan juga lebih sering bertemu saat di perkuliahan, alhasil merekapun menjadi dekat dan memasang hati satu sama lain.
Kehidupan Zenna dan Asrul tidaklah mudah. Mereka harus berjuang mengatasi masalah ekonomi, bekerja sambil kuliah, hingga menghadapi tantangan setelah membangun rumah tangga. Keterbatasan sering membuat mereka berada di ambang putus asa, apalagi ketika hadirnya anak membuat beban semakin berat. Namun dengan tekad, kerja keras, dan dorongan dari orang-orang sekitar khususnya keluarga, mereka berhasil melewati ujian tersebut. Kisah mereka ditutup dengan kebahagiaan setelah berhasil bangkit dari keterpurukan dan menemukan arti sejati dari cinta, keluarga, pengorbanan, dan perjuangan hidup.
- Kelebihan:
- Ditulis berdasarkan kisah nyata dari orang tua penulis yang melalui begitu banyak pengalaman dari hidup mereka, dimulai saat ayahnya kecil dan masih sering bermain di sawah hingga pergi ke pasar dan mencari belut untuk dijual guna bertahan hidup satu keluarga yang kala itu hanya ibu dan adiknya saja setelah ditinggal bapaknya sendiri untuk menikah lagi dengan perempuan lain. Sementara kisah ibu dari penulis dikisahkan bahwa ia sering berjualan disekolahnya untuk membantu perekonomian keluarganya yang pas-pasan, dan saat ditengan pelaksanaan ujian akhir sekolah tinggkat SMA, dia mendapat kabar buruk dari keluarganya bahwa bapaknya telah tiada. Padahal Bapaknya telah berjanji padanya akan membelikan sepatu baru untuknya suatu saat nanti. Tapi apalah daya, itu semua telah menjadi ketentuan ilahi dari yang kuasa dan dia hanya bisa menerima keadaan tersebut sambil mengenang hal indah bersamanya. Dan itulah yang menjadikan cerita dalam buku ini menarik.
- Menyentuh hati dengan semangat perjuangan menghadapi keterbatasan. Segala keterbatasan yang mereka miliki tidak serta merta membuat mereka putus semangat. Justru itulah yang membuat mereka ingin keluar dari keterbatasan tersebut.
- Mewakili realita banyak orang yang berjuang dalam kondisi ekonomi sulit. Banyak pembaca merasa bahwa kisah dalam novel tersebut sesuai dengan keadaan negara ini. Bahwa masih banyak masyarakat miskin di sini yang harus berjuang mati-matian untuk mendapatkan hidup yang layak.
- Peran besar orang tua dalam mengorbankan segalanya demi sang anak. Karena peran orang tua dalam mengasuh anaknya untuk menghadapi kehidupan ini- apalagi di negara Indonesia tidaklah mudah bagi mereka. Maka dari itu orang tua sanggup mengorbankan harta, fisik, waktu, dan segalanya pada anak-anak mereka.
- Bahasa yang mudah dimengerti dan dapat menambah kosa kata baru. Didalam novel ini bahasa yang digunakan tidak rumit untuk dimengerti oleh pembaca khususnya bagi orang-orang yang menggunakan bahasa daerah yang sama. Selain itu, terdapat juga kosa kata sehari-hari yang sering digunakan dalam forum nonformal pada anak-anak zaman sekarang. Tak hanya itu, kita sebagai bukan bagian dari daerah itu dapat mengenal lebih jauh mengenai bahasa daerah tersebut.
- Selain para tokoh berusaha kuat dalam menjalankan kehidupannya mereka ada aspek religi juga yang menjadi kunci sukses. Karena dalam hidup kita memerlukan hubungan kita dengan sang pencipta
- Kekurangan:
- Mengandung beberapa kata-kata kasar yang dapat disalahgunakan oleh para pembaca dalam situasi tertentu atau bahkan disegala sesuatu.
- Alur cerita terasa terlalu cepat, sehingga perkembangan karakter dari waktu ke waktu agak kurang spesifik. Misalnya, saat sekolah di SMP hanya sekilas saja pendalamannya, dalam artian setiap kejadian-kejadian yang mungkin penting tidak tertuliskan dalam novel, dan lebih banyak menjelaskan aspek pertemanan.
- Ada sedikit kesalahan ketik, meski tidak mengganggu jalannya cerita dan pemahaman pembaca.
- Pesan moral:
Novel ini mengajarkan saya bahwa proses dalam menjalani sebuah kehidupan itu penting namun berat dan memang harus dijalani dengan semestinya. Nah disitulah kita butuh support dari orang-orang terdekat, misalnya keluarga, teman ataupun pasangan, sehingga paling tidak beban kita akan sedikit lebih ringan daripada memikul beban itu secara individual. Dalam aspek sehari-hari sosialisasi dengan lingkungan sekitar dapat memperkuat hubungan emosional karena melalui interaksi, kita bisa mengembangkan empati, memahami perasaan orang lain, dan membangun jaringan sosial yang kuat. Selain itu, sosialisasi juga membantu mengelola emosi diri sendiri, mengurangi stres, dan menciptakan rasa saling pengertian yang lebih mendalam, sehingga kualitas hubungan antarmanusia menjadi lebih baik.
Dari awal hingga akhir cerita, nilai keteguhan untuk mencapai sebuah sesuatu jugalah yang mendorong seseorang agar berani mengambil proses yang demikian rumitnya hanya demi sesuatu itu dapat dimilikinya. Dorongan untuk memiliki sesuatu yang diinginkan inilah yang membuat seseorang rela mengorbankan tenaga, waktu, dan kenyamanan. Keteguhan hati menjadi akar dari keberanian untuk memulai dan menyelesaikan tugas-tugas yang sangat kompleks. Tanpa keteguhan, seseorang cenderung akan menyerah ketika menghadapi kesulitan pertama.
MAHENDRATA ARDI