Seni urban muncul sebagai bentuk ekspresi kreatif anak muda di tengah dinamika kehidupan perkotaan Indonesia, menggabungkan street art, graffiti, street performance, tato, body painting, dan fotografi untuk menyuarakan gagasan sosial, politik, dan lingkungan. Street art merupakan satu bentuk seni yang umumnya diterapkan di ruang public seperti pagar, tembok, jalanan dan lain sebagai nya. Street art berkembang di kalangan anak muda yang ingin mencurahkan ide dan kreativitas nya. Sejak perjanjian Belanda masyarakat telah mengenal street art yang pada saat itu dijadikan sebagai alat propaganda untuk membangkitkan semangat berjuang rakyat Indonesia dan memprovokasi masyarakat dan menakuti penjajah yang hingga kini terus berkembang.
Melaludi media terbuka seperi dinding kota, tembok trotoar, dan rolling door, seni jalanan memberi kesempatan bagi anak muda untuk menunjukkan siapa dirinya dan komunitasnya. Mereka juga membentuk identitas kolektif melalui komunitas. Anak muda yang tertarik dengan seni jalanan sering bergabung dalam kelompok atau komunitas, ini tentunya sangat membantu mereka dalam mendapatkan ruang untuk berekspresi, menuangkan ide, merencanakan aksi. Komunitas tersebut sering melakukan kerja sama dalam memilih lokasi, mengorganisir kegiatan publik, mural bersama dan juga terkadang melibatkan masyarakat lokal.
Seni jalanan juga sering diperuntukkan dalam menanggapi isu-isu politik kota, sosial, budaya, ruang publik, lingkungan hidup, dan lain sebagainya. Karya-karya seniman muda tidak hanya mengekspresikan Perasaan pribadi mereka, takan etapi juga Menyuarakan kritik dan harapan terhadap kondisi disekitarnya. Misalnya di Yogyakarta, Muka lu digunakan untuk mengangkat isu perubahan lingkungan dan kehidupan petani desa oleh komunitas Geneng street art project. Di Bali yang Binal menampilkan karya seni jalanan sebagai bentuk perlawanan terhadap komersialisasi budaya dan kerusakan lingkungan akibat pariwisata yang masif. Dalam hal ini seni jalanan menjadi ruang dialog terbuka antara seniman masyarakat dan pemerintah yang memperlihatkan bagaimana anak muda bisa menggunakan kreativitas mereka sebagai sarana perubahan sosial dan pembangunan komunitas yang lebih sadar akan lingkungannya.
Seni urban dapat berperan dalam revitalisasi kota. Dinding yang awalnya terlihat kusam dan kotor karena bangunan terbengkalai yang dulunya tampak suram, seketika dapat berubah menjadi ruang visual yang menarik melalui mural dan gravity yang estetik. Seni urban membantu mengubah persepsi menjadi negatif menjadi positif, yang dahulu grafiti dan mural sering dianggap sebagai coretan liar namun sekarang mulai diakui sebagai karya seni yang memiliki pesan sosial, politik dan lingkungan. meskipun begitu seni urban tak jarang menimbulkan konflik antar seniman, masyarakat dan otoritas kota. Salah satu topik perdebatan utamanya Adalah antar seni jalanan yang legal dan ilegal. Seni yang dilakukan tanpa izin sering dianggap sebagai vandalisme karena dianggap merusak fasilitas pabrik, namun bagi beberapa seniman tindakan tersebut justru dilihat sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem dan pembatasan ruang Ekspresi
Seni jalanan menghadapi beberapa kendala yakni legalitas dan hukum, Stigma sosial keterbatasan dukungan dalam hal biaya alat dan ruang berkarya, sensor dan tekanan public yang dianggap mengganggu stabilitas. Meskipun kerap menghadapi berbagai tantangan masa depan seni urban dapat menjanjikan. Seperti digitalisasi seni membuat seniman bisa berekspresi tanpa batas ruang fisik, kolaborasi positif, peningkatan apresiasi publik, peran komunitas dan pendidikan yang semakin aktif membangun jejaring dan melibatkan masyarakat melalui kegiatan mural mural bersama.
Seni urban adalah wujud ekspresi kreatif masyarakat maupun anak muda perkotaan yang lahir dari dinamika sosial budaya dan lingkungan kota. Para seniman terutama anak muda menyampaikan gagasan kritik sosial dan identitas diri mereka melalui berbagai bentuk seperti street art, grafiti, Street performance, seni tato, body painting, dan fitografi. Seni ini tak hanya memperindah ruang public tetapi juga menjadi media komunikasi dan refleksi terhadap isu-isu yang timbul. Seni Urbani terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran public akan nilai estetik dan sosialnya, meskipun sering dihadapkan pada tantangan tantangan seperti legalitas stigma sosial dan lain sebagainya. Dengan apresiasi dan dukungan, seni urban dapat menjadi kekuatan yang positif dalam membangun identitas kota yang kreatif dan bersosial tinggi.(*)
Oleh Gracelya Yuend Sembiring