Kementerian Pariwisata menetapkan Labuan Bajo sebagai salah satu dari sepuluh destinasi unggulan pariwisata nasional pada Juni 2017. Labuan Bajo terletak di ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sejak itu Labuan Bajo seakan terus bersolek. Destinasi ini merupakan gerbang menuju Taman Nasional Komodo yang menyimpan keindahan alam yang menakjubkan dan hewan purba yang mendunia. Mulai dari hewan endemik komodo di Pulau Rinca dan Pulau Komodo, deretan pulau eksotis, keragaman hayati bawah laut, hingga pantai yang indah, semua bisa ditemukan dengan memulai perjalanan di Labuan Bajo.
Jumlah wisatawan yang mengunjungi Labuan Bajo, menurut Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu, yakni dari 82.000 pada tahun 2016, meningkat menjadi 122.000 wisatawan pada tahun 2017. Artinya, pemolesan Labuan Bajo menjadi bidadari pariwisata itu tidak sia-sia. Pemerintah menyadari bahwa upaya untuk menaikkan persentase wisatawan bukanlah sebuah pekerjaan yang ringan, sehingga Laboan Bajo dibentuk menjadi sebuah destinasi baru untuk memikat wisatawan mancanegara melalui masuknya Labuan Bajo ke dalam sepuluh destinasi unggulan pariwisata nasional. Labuan Bajo bisa menjadi tempat liburan yang ideal bagi wisatawan mancanegara. Selain karena panorama alamnya yang indah dan eksotis, juga menjadi titik peluncuran ke Pulau Komodo dan Rinca, tempat berkembangbiaknya satwa purba Komodo (Varanus Komodoensis), serta kehidupan bawah laut yang memesona.
Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo adalah satu entitas yang tidak dapat terpisahkan. Keduanya saling terhubung sehingga ketika berlibur di Labuan Bajo, wisatawan sangat dianjurkan untuk mengunjungi Taman Nasional Komodo. Taman Nasional Komodo terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991, terdiri dari Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan beberapa pulau lain di sekitarnya. Kehadiran komodo (Varanus Komodoensis) yang merupakan kadal raksasa di dunia ini, pertama kali diliput dalam jurnal ilmiah pada tahun 1912. Jurnal tersebut ditulis oleh Pieter Antonie Ouwens, Direktur Museum Zoologi Bogor. Penemuan tersebut menjadi awal mula eksistensi Labuan Bajo di mata dunia karena banyak turis dan ilmuwan yang datang untuk melihat langsung Ora, sebutan komodo dari warga lokal.
Tidak hanya Taman Nasional Komodo, terdapat spot lain yang tidak boleh tertinggal yaitu Pink Beach atau yang dikenal sebagai Pantai Merah oleh masyarakat lokal. Warna merah di pantai ini berasal dari hewan mikroskopis dan pecahan batu karang berwarna kemerahan di sekitar pesisir pantai.
Wisatawan pasti membeli buah tangan setelah berlibur dari Labuan Bajo. Di Labuan Bajo ini terdapat buah tangan, ada beberapa suvenir khas, salah satunya adalah kain songke khas Tanah Manggarai. Kain ini umumnya berwarna dasar hitam dengan beragam motif warna-warni di atasnya. Sama halnya dengan kain Nusantara lain, motif kain songke sangat beragam dan memiliki maknanya tersendiri, lho!
Ada beberapa motif kain songke yang perlu sobat ketahui, yaitu:
- Ranggong (laba-laba) menyimbolkan kejujuran dan kerja keras.
- Wela Kawu (bunga kapuk) bermakna keterkaitan manusia dengan alam sekitarnya.
- Wela Runu (bunga runu) melambangkan bahwa orang Manggarai bagaikan bunga kecil namun menjadi sumber keindahan.
- Ntala (bintang) bermakna harapan dan doa baik.
- Ju’i (garis-garis batas) memiliki filosofi mendalam bahwa semuanya ada batas akhirnya.
Wisatawan dapat membeli buah tangan berupa kain songke tersebut di pusat oleh-oleh yang terletak di depan Bandar Udara Internasional Komodo.
Tidak hanya kain songke, beberapa kuliner khas Labuan Bajo yang menggoyang lidah juga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh, seperti kopi manggarai yang terkenal dengan cita rasa pahit yang unik, roti kompiang yang terbuat dari terigu dengan taburan wijen di atasnya, atau camilan yang terbuat dari olahan tepung beras dan kelapa parut, bernama rebok.
Labuan Bajo merupakan destinasi wisata yang dapat diakses melalui beberapa jalur, yakni jalur darat, laut, dan udara. Wisatawan lokal maupun mancanegara dapat mengunjungi Labuan Bajo dengan mudah. Keindahan Pulau Komodo dengan kekayaan budaya lokal dan pulau-pulau eksotis di sekitarnya membuat Labuan Bajo menjadi tempat wisata yang potensial dan ramai dikunjungi.
Sumber:
https://kupang.antaranews.com/berita/6212/feature–labuan-bajo-terus-bersolek
Nama : Fara Wahyu Aulia
NIM : 2502020114
Rombel : 4 (empat)
Mata Kuliah : Dasar-Dasar Sintaksis
Dosen Pengampu : Dr. Asep Purwo Yudi Utomo, S.Pd., M.Pd.
Jenis Tulisan : Feature